The Ugly Trurth

7.11.09




Entah banyak yang tahu ataupun nggak, saya mempunyai sedikit masalah dengan pengendalian emosi. Ini sudah terjadi jauh jauh hari tepatnya ketika saya masih kecil dulu. Saya tidak tahu bagaimana persisnya, tapi yang saya ingat adalah dulu ketika saya masih TK, saya sempat dijauhi oleh saudara-saudara saya ketika saya bermain yang sampai sekarangpun saya nggak tau apa alasannya. Disitu saya selalu menangis sekencang-kencangnya dan mungkin itu alasan yang membuat saya selalu marah dan emosi ketika ada teman atau orang yang membicarakan pertemanan mereka berlandaskan materi.

Saya termaksuk orang yang memendam segala perasaan emosi sendiri. Cukuplah saya yang tahu bagaimana perasaan saya saat itu dan jangan sampai orang lain yang nggak tau apa-apa kena semprot. Tapi, namanya juga manusia, saya kadang-kadang khilaf dan sewot ke orang yang kebetulan ngomong sama saya ketika saya emosi.

Tapi, saya lebih sering melampiaskan emosi saya itu dirumah. Apalagi ketika saya lagi diem dan diajak bercanda sama adik saya, tanpa liat kanan kiri, saya langsung bentak dia (maaf ya, Dit :p). Kadang, adik saya juga heran dengan sikap saya itu, tapi saya juga mau ngejelasin rasanya susah banget dan nggak tau darimana mulainya. Jadilah saya ketika dirumah selalu menjadi pribadi yang berbeda, pribadi yang lebih emosian. Dan itu sudah menempel menjadi imej saya dimata keluarga saya. Keluarga besar saya tepatnya. :p

Buktinya, salah satu teman saya pernah nanya: "Kamu kok hidup kayak nggak punya masalah ya yaz?" Bukannya gitu, saya cuma bisa sedikit mengendalikan emosi. Dan emosi itu terus saya tahan sampai saya berada dirumah, didalam kamar, dan bergelut dengan buku harian. Hanya buku harian yang tau saya luar dalam. Bagaimana saya misuh-misuh, perasaan bahagia saya, perasaan sedih saya, sampai semua emosi saya curahkan disana. Dan setelah itu, semua selesai. Emosi saya berangsur memudar dan hilang. Dan ketika saya tak sempat menulis di buku harian dan dengan mood saya yang jelek saya dijilin sama adik saya, jadilah emosi sewot saya keluar dan adik saya kena semprot :p.

Tapi sekarang saya di Jogja. Ratusan kilometer (bahkan ribuan mungkin?) jauhnya dari rumah saya, jauh dari kamar saya, jauh dari balok yang biasanya saya coret dengan tanggal-tanggal bersejarah yang sekarang masih ada di meja belajar saya, jauh dari aroma kamar saya, jauh dari tembok kamar yang selalu saya corat coret, jauh dari play station yang biasanya saya mainkan untuk pelampiasan, jauh dari masakan-masakan mama yang membuat saya sedikit melupakan masalah yang saya alami, jauh dari tempat dimana saya dibesarkan selama delapan tahun terakhir. Jauh dari segalanya.. Jadi, bagaimana saya harus melampiaskan kemarahan dan kekesalan saya? Sampai-sampai saya menganggap buku harian yang selalu ada disebelah saya itu tidak cukup berfungsi.

Emosi memuncak kemarin, ketika saya diperjalanan menuju Nanamia hendak makan bersama sahabat-sahabat saya. Ditambah kegiatan saya yang belakangan hari ini memuncak, pikiran semerawut mengenai tugas minggu depan, permasalahan finansial dalam organisasi, hingga ucapan-ucapan teman saya terhadap sesuatu yang menurutnya biasa tapi membuat saya geram!

Dimotor, saya melamun. Melihat orang yang membuang puntung rokok tanpa mematikannya membuat saya ingin sekali menabrak orang itu dari belakang, melihat orang jipon (jilbab poni) di Nanamia rasanya pengen banget nabok orang itu dan memasukan poni yang sengaja dikeluarkannya, melihat teman saya bawel untuk permasalahan solat membuat saya membentaknya dan untuk pertamakalinya saya melihat ekspresinya terhadap saya seperti itu. Ia seperti tak mengenal saya.

Tapi untunglah emosi saya berangsur pulih. Saya kembali normal lagi walaupun saya telah menyakiti perasaan sahabat saya. Maaf, saya memang mempunyai pengendalian emosi yang aneh. Semoga hal seperti ini nggak terjadi lagi... :')




picture taken from here

You Might Also Like

5 comment(s)

  1. semua orang punya cara pengendalian emosinya sendiri yaz..
    gak semuanya bisa ngungkapin apa yang dirasakannya sama orang lain. aku juga gitu kadang2, bahkan lebih sering kayak gitu. makanya aku jarang kan cerita2 sama kalian2 smua.. wkwkwk
    bukan karena gak mau atau gimana,tapi klo aku mengenali diriku sendiri, aku bukan tipe orang yg terlalu suka untuk terbuka sama orng, apalagi klo itu urusan yg aku anggap pribadi..mungkin ada orang yg slalu aku ceritain masalah aku, itu karena aku percaya dan mungkin orang itu sudah tau aku..
    emosi itu datang dengan pemicu, yg bisa kita lakuin cuma mencari pemicunya dan redam smua yg bakal membuatnya meledak. alihkan pikiranmu sama hal yg km suka, misalnya tidurrr... hahahah <-- itu aku.. ;p

    ReplyDelete
  2. hahaa. iya tithy sayanggg.. makasih ya saran ma masukannya... makin cnta deh.. mwah! xD
    hihi :)

    ReplyDelete
  3. awww awww,,
    makanya berkarya sana biar ada pengalihan.. haha

    ReplyDelete
  4. Titi komennya sadess ;p

    ReplyDelete

So, what do you think? Leave your comments below!