JENUH!

15.12.10

1. Kita hidup dalam batasan privasi. Aku memang terbuka, tapi tidak untuk yang ini. Jangan mencoba menjadi ucapanku, yang aku sendiri pun belum tentu akan mengucapkannya.

2. Waktu memburuku. Bahkan tanpa spasi dan tak ada kata "sempat". Mereka memburuku. Dengan ancaman menggandakan waktu. Kata memburuku. Menjerit ingin dirangkai tanpa didasari apa-apa. Abjad pertama memburuku. Berbelas pun mereka tak sanggup karena mereka tak menahu.

3. Aku memiliki prioritas sehingga menyababkan semuanya semu. Dari awal aku memang tak mau. Gelar itu hantu. Yang terus datang dan merayapi pikiranku. Biarkan aku lepas, bukankah kita sama-sama bilang akan menghargai pendapat? Dengarkan alasanku, dan resapi pemikiranku. Dan biarkan aku lepas dari belenggu.

4. Aku pinjam sebagian darimu. Berusaha tanpa kau memperingatiku apa-apa. Apa ini? Apa kau sadar kalau kau sedang tertawa?

5. Hai Biru, di 365 hari yang lalu.


1+2+3+4+5
Dan saya benar-benar mencapai titik jenuh untuk menikmati hari. Muak, kesal, menjemukan!! Biarkan saya dalam selaput kasat mata, namun tetap larut untuk sekedar mengahbiskan waktu. 

You Might Also Like

0 comment(s)

So, what do you think? Leave your comments below!