Bela Cullen

17.11.11

Tiga hari yang lalu, ketika bangun tidur saya mendapati diri dengan kondisi badan yang aneh. Padahal saya menyelesaikan pagi dengan rutinitas biasa: bangun tidur terkaget-kaget karena alarm yang jerit-jerit minta ditimpuk, matiin alarm, tidur lagi, bangun lagi, solat subuh, tiduran lagi, nyalain leptop, dengerin musik, dan nyetor. See? normal kan? Trus kenapa ya, rasanya ada yang aneh di badan saya. Nengok kanan, nggak ada yang aneh. Nengok kiri, aw! leher saya sakit sekali.

Ternyata ada benjolan kecil di leher belakang saya bagian kiri (ribet banget ngejelasinnya). Bentol-bentol merah yang rasanya perih banget. Rasa perih itu nggak hilang padahal udah saya olesin bedak bayi, caladin, dan herosin bergantian. Ada apa dengan leher saya? Karena penasaran, saya mulai menganalisa penyebab leher saya sakit. Analisa bodoh sekaligus menakjubkan yang (maksa) masuk diakal adalah: saya digigit Vampir.

Mungkin pada malam hari saat saya tidur saya nggak sadar kalau Edward Cullen masuk ke kamar saya. Lewat mana? Mungkin lewat jendela karena jendela bagian atas kan jarang saya tutup kalau malam. Tapi kan jendelanya bertralis? Mungkin Edward punya kekuatan baru: bisa menciutkan diri dan kemudian masuk lewat celah-celah tralis. Trus ngapain Edward gigit-gigit saya? Mungkin dia mau mencari pengganti Bella. Bela dengan satu 'l', bukan dua (ya, itu saya!!!) Are you serious? Hm... atau mungkin Edward suka ngeliat posisi tidur saya yang kayak baling-baling gak bisa diem. Baling-baling is the new sexy (maksa)... 

Dan semua pertanyaan-pertanyaan lain menghampiri saya, berteriak minta dijawab.

Karena saya sadar sebentar lagi saya akan menjadi vampir, saya mau 'pamitan' sama Komandan. Berhubung si Komandan lagi ada di Cilegon, saya menceritakan kejadian gigit-menggigit ini lewat telepon. Intinya, saya bercerita kalau sebentar lagi saya akan bergabung jadi salah satu dari keluarga Cullen. Saya akan menjadi seribu kali lebih cantik, dan bisa kerlap-kerlip kalau kena sinar matahari. Saya juga mencoba me-legowo-kan hati komandan karena sebentar lagi saya mau jadi pasangannya Edward. Dan mendadak si komandan merasa dirinya sebagai.... *ehem* Jacob.

Posisi saya nanti di sebelahnya Edward. Ngegelayut di belakangnya ~(','~)(~',')~

Satu hari. Dua hari. Tiga hari. Edward gak kunjung datang buat ngejemput saya. Saya nggak tambah cantik, dan saya masih tetep item kalau kena sinar matahari, bukan kerlap-kerlip. Saya heran dan menatap cermin sambil melihat bintik-bintik gigitan yang mulai menyebar. Terjadi dua dialog dalam diri saya kala itu: 
(1) Sabar, Yaz. Edward lagi on the way. Mungkin ban motornya bocor. Tunggu yah.
(2) Get real, yaz. Ayo ke GMC.
Setelah semedi sambil ngaca dan kedip-kedip najis selama lima menit, akhirnya saya memutuskan untuk ke GMC.

Di GMC, sebelum menjelaskan analisa saya kalau saya terkena gigitan vampir, si Dokter yang meriksa saya langsung bilang, "Ini cuma digigit serangga kok. Emang lagi musimnya penyakit kayak gini."
Jleb.
Selamat tinggal wajah cantik, selamat tinggal kulit kerlap-kerlip, Edward saya ternyata adalah seorang serangga.




ps. Buat kamu yang sedang membaca tulisan ini dan merasa telah digigit Edward, sini saya kasih tahu satu tips: Gigitan Edward yang asli nggak menyebabkan kamu mendapatkan berloson-n betamethasone 17-valerate neomycin sulphate. Bukan, itu bukan nama keluarga vampir, tapi nama salep. Salep digigit serangga. *doh*

You Might Also Like

0 comment(s)

So, what do you think? Leave your comments below!