Buku | When You Were Mine

23.6.12


Penulis: Rebecca Serle
Penerbit: Bentang Belia
Harga: Rp. 64.000
My rating: 3/5

Shakespeare salah. Romeo dan Juliet bukan sebuah kisah cinta, itu adalah sebuah drama. Sebenarnya Romeo dan Juliet bahkan bukan judul yang cocok untuk drama itu. Drama itu lebih cocok kalau berjudul Tragedi Romeo dan Juliet. (Prolog dalam novel When You Were Mine)

Saya belum pernah baca bukunya Romeo and Juliet, sih, tapi setelah googling dan membaca buku ini, saya jadi tahu ada tokoh lain dalam jalan cerita Romeo and Juliet yaitu Rosaline, sepupunya Juliet. Dalam buku Romeo and Juliet, Rosaline diceritakan sebagai bribikan-nya Romeo sebelum dia cinta matik sama si Juliet. Romeo ngejar-ngejar Rosaline sampe bela-belain bikin sebuah puisi buat Rosaline tapi Rosaline menolak cinta Romeo. Saking ngototnya untuk ngejar Rosaline, Romeo sampe niat buat masuk ke pesta keluarga besarnya si Rosaline. Nah di pesta inilah kemudian si Romeo ketemu Juliet. Yak, sampe sini nggak usah diceritain kali ya, pasti udah pada tau ;)

Novel When You Were Mine ini menceritakan tentang seorang remaja bernama Rosaline (nama tokoh utama dalam novel ini) dengan jalan cerita seorang Rosaline dari buku Romeo and Juliet. Rebecca Serle, penulis novel ini, mencoba untuk mengangkat kembali alur cerita dari buku Romeo and Juliet dari sudut pandang Rosaline. Di buku ini kita juga akan menemukan sosok "Romeo" dan "Juliet" yang lebih modern. Uniknya, semua tokoh dalam buku ini diceritakan dari sudut pandang Rosaline. Mungkin penulis ingin pembacanya ikut merasakan kekecewaan yang dialami Rosaline karena dalam cerita ini Rosaline ternyata memendam perasaan sama "Romeo".

Novel ini segar. Dengan setting yang modern dan remaja banget, Rebecca sukses membawa pembacanya untuk memahami lebih dalam bagaimana perasaan Rosaline sesungguhnya. Perasaan jatuh cinta, ditolak, kecewa, hingga amarah yang dialami Rosaline juga turut embuat emosi saya naik-turun. Intinya, baca novel setebal 410 halaman ini setimpal dengan cerita yang didapatkan.

Konon katanya ketika menulis novel ini Rebecca Serle terinspirasi dari pengalamannya patah hati dengan cinta pertamanya. Salut kalau begitu, Rebecca sukses menyalurkan emosinya dalam karyanya! :D Psssst, katanya novel ini juga sedang dalam proses difilmkan. Well, we'll see! ;)

You Might Also Like

2 comment(s)

  1. jadi pengen beli setelah baca reviewmu, kira2 di togamas yg lagi diskon itu ada ga ya?

    btw salam kenal yaz :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya ada kok, atau kalau takut kehabisan bisa pesan di bentang.miza.com :)
      sama-sama. Salam kenal juga ya Merry! :D

      Delete

So, what do you think? Leave your comments below!