Judulnya Rahasia :p

21.7.12

Apalah arti sebuah lagu?

Banyaaak!
Menurut saya, frame of reference dan field of experient dari sebuah lagu berpengaruh pada tingkat kecintaan kita pada lagu tersebut. Kalau lagi patah hati dan merasa hatinya hancur berkeping-keping mungkin bisa nangis (atau istilah lainnya nggerus) kalau denger Pupus-nya Dewa19. Nggak bisa move on dan keinget si mantan terus mungkin bisa kejer-kejer denger Thinking of You-nya Katy Perry... dan begitulah seterusnya :)

Lagu yang baik, bahkan terlampau keren, bisa membuat saya merinding ketika mendengarnya. Curhat Buat Sahabat-nya Dee, Bukan Dia Tapi Aku-nya Judika, Don't Forget dan Catch Me-nya demi Lovato, Endless Love-nya Glee Cast, dan Because You Love Me-nya Celine Dion (apalagi yang dinyanyiin bareng Charice), sukses bikin saya merinding disko. Lagunya yang bagus, liriknya yang luar biasa tajam, hingga kesamaan kejadian antara saya (personal) dengan kisah dalam lagunya rasanya membuat saya "memiliki" lagu itu. Nggak salah kan kalau nantinya lagu itu saya klaim sebagai soundtrack hidup saya? Hehehe ;p

Ada satu buah lagu punya Taylor Swift yang secara paksa saya terjemahin sebagai satu-satunya lagu yang bisa "merangkum" hidup saya. Judulnya The Best Day, dari album Fearless. Entah kenapa, rasanya banyak kesamaan aja antara lagu ini sama saya. Ehehehe, lebay ;p

Buat yang belum tahu lagunya, ini video klipnya. FYI, videonya dibuat dari kumpulan rekaman video-videonya Taylor dari dia kecil. So sweet :')


I'm five years old, it's getting cold, I've got my big coat onI hear your laugh and look up smiling at you, I run and runPast the pumpkin patch and the tractor rides, look now, the sky is goldI hug your legs and fall asleep on the way home

"You" dalam lagu ini sepertinya merajuk ke sosok Mama. Anggep aja gitu ya. Hehe, jadi bait pertama ini tentang Mama. Dalam lirik ini, ketika mendengarkannya, pikiran saya langsung melayang ke belasan tahun silam, ketika saya dan mama sedang piknik di kebun binatang. Tamasya ke Taman Topi. Main ayunan. Jatuh dari sepeda. Langit cerah di perjalanan pulang dari TK. Dan tidur di lengan Mama pas di perjalanan pas naik angkot...


I don't know why all the trees change in the fallBut I know you're not scared of anything at allDon't know if Snow White's house is near or far awayBut I know I had the best day with you today

Ini bukan tentang Snow White, tapi tentang harta karun saya yang ditemukan secara nggak sengaja di lemari TV: sebuah buku dongeng Jaka Tarub. Setelah bosan membaca dan minta dibacakan, saya mulai merengek sambil terus bertanya kenapa bidadari kalau mandi ngelepas selendangnya?
Suatu hari, ketika saya bangun tidur, buku Jaka Tarub ini udah nggak ada lagi di tempatnya. Mungkin diumpetin mama/bapak karena saya terlalu cerewet nanya ini-itu :p Sampai sekarang saya nggak tahu dimana keberadaan buku ini. :(


I'm thirteen now and don't know how my friends could be so meanI come home crying and you hold me tight and grab the keysAnd we drive and drive until we found a town far enough awayAnd we talk and window shop 'til I've forgotten all their names
Tiga belas adalah angka yang cukup istimewa buat saya. Di usia ini, saya baru duduk di kelas dua SMP. Pertamakalinya ngerasain suka sama orang sampe nangis-nangis *eh* dan pertama kali di bully sama sahabat sendiri... Berantem, nangis, di teror di telepon, di omongin di belakang... lengkap deh! Pait ya. Dulu pait, sekarang momen ini cukup buat diketawain aja. Makasih yah Mbak Hater buat "pengalamannya" :')

I don't know who I'm gonna talk to now at schoolBut I know I'm laughing on the car ride home with youDon't know how long it's gonna take to feel okayBut I know I had the best day with you today
Saya bener-bener nggak tahu mau main dan "gaul" sama siapa di sekolah. Semuanya kelihatan pakai topeng. Pelan-pelan saya mulai membaur lagi, mulai pilih-pilih "topeng" yang pas buat dipakai. Kenapa mesti pakai "topeng"? Karena ketika saya menjadi diri sendiri dan menemukan teman yang benar-benar pas, si bully datang lagi dengan sosok yang berbeda. Pait, bener-bener pait. Waktu itu rasanya harus serba hati-hati. Mau temenan aja sampe dibatasin. Sedihnya nggak ketulungan.
Saya pun mulai cari pelarian: buku harian. Saya mulai menulis apa yang saya rasakan di buku harian. Melalui buku harian, saya bisa menjadi saya yang sebenarnya. Saya terus menulis dan membawa buku harian kemana-mana. Walaupun masih ada beberapa orang yang nekat buka-buka tas saya di jam pelajaran olahraga buat nyari buku harian di dalam tas saya dan diam-diam dia baca. Makasih loh mas-mbak hater, pengalamannya bikin saya senyum-senyum sendiri sekarang :P
Salah satu pelarian lain dari semua kejadian ini adalah belanja sama Mama. Cuma belanja bulanan sih kayak kebutuhan dapur dan lain-lain, tapi rasanya senang aja. Setidaknya saya dapat hiburan :')

I have an excellent father, his strength is making me strongerGod smiles on my little brother, inside and out, he's better than I amI grew up in a pretty house and I had space to runAnd I had the best days with you
Saya selalu kagum sama bapak. Kemampuannya berdebat, kemampuannya beropini dan memegang argumen, hingga kecerdasannya, membuat saya minder karena rasanya itu semua nggak nurun ke saya. Hehe ;pAdik saya, dari dulu pas TK dan SD, saya satu TPA sama doi. Dan tau nggak siiih, di setiap pelajaran menghapal (nama-nama surat Al Qur'an sampai Bahasa Arab) selalu dia yang nilainya lebih tinggi dan dipuji guru. Aaaaakk~ xDRumah saya, eh, rumah keluarga saya yang pertama ada di kompleks perumahan guru. Nggak terlalu bagus, tapi saya punya jalan pintas yang tersembunyi yang nembus ke lapangan di sekolahan itu. Seru banget lari-larian dan main petak umpet disana :) Dulu, pas pertama kali baca buku Harry Potter (kelas 5) saya ngebayangin Hogwarts seperti lapangan di sekolah yang itu. Luas, ada tangga berundak dan papan-papan yang tinggi. Pas banget kayaknya buat main Quidditch! :DSedangkan rumah yang kedua, berada di kompleks perumahan yang jauhnya 45 menit dari rumah yang lama. Walaupun disini saya nggak punya jalan-jalan dan tempat-tempat rahasia, tapi disini saya punya banyak teman sebaya. Kami selalu main di lapangan di depan rumah. Seru pokoknya! :D

There is a video I found from back when I was threeYou set up a paint set in the kitchen and you're talking to meIt's the age of princesses and pirate ships and the seven dwarfsAnd Daddy's smart and you're the prettiest lady in the whole wide world
Lirik lagu bagian ini tentu nggak pas sama masa kecil saya karena.... saya nggak punya alat untuk merekam dan mengabadikan momen masa kecil saya (hehe, alesannya karena teknologi, coba! :p). Hehe, tapi kalimat terakhir dari lirik bagian ini bener banget ;')

And now I know why the all the trees change in the fallI know you were on my side even when I was wrongAnd I love you for giving me your eyesFor staying back and watching me shineAnd I didn't know if you knew, so I'm takin' this chance to sayThat I had the best day with you today
Kini giliran saya bercerita mengenai saya di masa ini. Sedikit banyaknya saya sudah tahu manis-pahitnya kehidupan. Selama 21 tahun hidup, saya banyak melakukan hal, saya banyak melakukan kesalahan. Dari setiap kesalahan yang saya buat, saya tidak pernah merasa ditinggalkan oleh keluarga saya. Seperti artis-artis terkenal yang diwawancarai di infotaiment, "keluarga saya sangat mendukung". Ya, walaupun perumpamaannya yang artis-artis itu agak gimanaa gitu, tapi memang keluarga saya sangat mendukung. :')
Terima kasih mamah karena mewariskan mata cokelatnya.
Dalam tulisan ini saya hanya ingin menyampaikan kalau saya selalu mempunyai waktu terbaik ketika saya sedang berkumpul bersama kelarga. Selalu! :)

Gak sabar buat pulang ke rumah! :D

Fiuh~
Banyak juga ya saya nulisnya.. Hehehe.. Ya, kira-kira itulah yang saya rasakan ketika saya mendengar lagu itu. Setiap orang pasti punya pengalamannya terhadap lagu-lagu favoritnya, dan inilah pengalaman saya yang coba saya tulis dari lagunya Taylor swift yang kebetulan "mirip" dengan perjalanan hidup saya. Yah, itung-itung meresepsi diri sendiri sebelum meresepsi orang lain lah. Hahhahaha :D *puk-puk layar leptop*

Ah makin meracau saja rasanya. Akhir kata, semoga saya bisa nonton konser Taylor Swift tahun 2014 nanti. Kalau sudah nonton saya pasti akan mereview konsernya di blog ini. Dan ketika saya baca lagi postingan ini, saya pasti cuma bisa geleng-geleng kepala, mengakui diaz yang nekat nyama-nyamain lagu Taylor Swift sama pengalaman hidupnya! Hehe, see ya the older diaz! ;D

You Might Also Like

0 comment(s)

So, what do you think? Leave your comments below!