Jakarta | Jekardah

17.9.12

Beberapa minggu yang lalu saya melancong ke Jakarta kurang lebih seminggu lamanya. Sendirian. Jarak yang nggak begitu jauh dari rumah saya di Sukabumi membuat saya memilih untuk naik transportasi umum saja. Alasannya simpel, saya nggak mau ngerepotin mama untuk minta anter, dan saya nggak kuat (dan nggak tau jalan juga) kalau harus nyetir sendiri. Jarak yang bisa ditempuh 2-3 jam aja kalau nggak macet, mendadak menjadi 4 jam lamanya hanya gara-gara macet. Jadilah untuk menghindari macet, saya berangkat jam 05.00 dari rumah.

Naas, saya sampe terminal bis jam 05.20 dan ketinggalan bis pertama MGI jurusan Depok yang berangkat jam 05.00. Ya, rencananya saya memang oper-operan bis supaya sampai lebih cepat, padahal tujuan saya adalah terminal Kampung Rambutan. Rencananya, saya mau naik bis MGI sampai gerbang tol Ciawi dan sambung lagi ke bis jurusan Kampung Rambutan. Pilihannya memang jatuh ke Bis MGI, karena selain nyaman (kursi empuk, full ac+musik, tidak ada penumpang berdiri), bis MGI juga selalu tepat waktu. Mereka selalu jalan dari terminal setiap jam dan tidak ngetem di jalan kecuali berhenti di pos-pos MGI untuk pengecekan bis dan penumpang. Pilihan kedua adalah naik Kol Bogor, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kol Setan. Hahaha, kenapa sampai bisa disebut Kol Setan? Well, kalian harus nyobain kendaraan nyentrik ini sekali-kali sebelum dufan merekrutnya sebagai wahana baru buat nyaingin Tornado :p. Kol Bogor ini hanya ada jurusan Sukabumi-Bogor dan sebaliknya. Dengan Rp.11.000 (kalo nggak salah) dan jarak tempuh yang relatif singkat (2-2,5 jam saja! mungkin sekarang kalian tahu kenapa kendaraan ini diberi julukan Kol Setan :p) kita tinggal berusaha duduk manis dan nyaman di angkutan ini. Tapiii.. mama saya nggak ngijinin saya naik Kol Bogor pagi itu. Padahal biasanya juga kalau saya mau nonton bioskop ke Bogor (mesakke -_-) saya melancong naik Kol ini bareng temen-temen :P. Jadilah di terminal kami berdua kebingingungan nyari bis yang bisa cepat sampai Ciawi.

Hmm.. pasti pada penasaran deh kenapa saya nggak langsung naik bis tujuan Sukabumi-Kp.Rambutan aja langsung? Nggak ada po? Eits, jangan salah, bis jurusan itu memang ada, TAPII, lama banget. Pengalaman waktu magang di Metro TV dua tahun yang lalu membuktikan, menggunakan bis itu sangat tidak dianjurkan karena jarak tempuhnya memakan waktu... DELAPAN jam! Yak, sama dengan jarak tempuh Bandung-Yogyakarta via kereta, sodara-sodara! -_- Akhirnya keputusan diambil. Saya naik bis Parung Indah jurusan Sukabumi-Lebak Bulus. Bisnya bagus ternyata, mirip-mirip MGI. Singkatnya, saya berangkat jam 05.30 dan sampai di rumah sodara saya di Pondok Gede, Bekasi, jam 09.30. Wow, amazing banget kan? :))

Sampai disana, saya istirahat sebentar dan jam 13.30 melanjutkan perjalanan ke sebuah instansi swasta untuk beberapa keperluan. Tragis, sampai disana birokrasi yang bicara. Saya diminta untuk berhadapan langsung dengan seseorang yang sedang tidak ada di tempat. Fast foward, dua hari kemudian, setelah tiga kali bolak-balik Bekasi-Jakarta Selatan, setelah naik-turun angkot dengan berbagai model mobil, setelah salah naik bis, setelah ngerasain naik bis cina, setelah nonton perahu kertas dan makan bebek madura (yang rasanya enak BANGET), setelah ketemu beberapa artis tapi nggak berani minta foto, setelah kenalan dan ngobrol kayak sahabat lama sama bapak satpam, setelah tau bagaimana mengoprasikan lift di gedung tingkat 8 tapi hanya punya 5 tombol lantai, saya bisa juga bertemu dengan seseorang itu. 15 menit lamanya, 6 menit wawancara, dan satu alamat surel. Alhamdulillah, saya bisa pulang dengan perasaan sedikit lega :)

Jakarta Sore hari dari dalam Bis Cina. Hari ketiga, usaha pertemuan kedua.

Di hidup ini, kayaknya adaaa aja ya kurangnya walaupun kita udah merencanakan dan memperhintungkan secara maksimal segala kemungkinan buruk dan cara mengantisipasinya. Kejadian ini salah satunya. Surel saya nggak dibalas-balas. Rasanya yaampun, kayak ditinju sama Meme Bad Luck Brian. Nohok banget. Saya nggak mau perjalanan saya sia-sia, tapi udah hampir satu bulan dan surel saya masih belum dibalas :(

Pernah denger nggak sih kata-katanya Paulo Coleho, "kalau kamu menginginkan sesuatu, maka seluruh alam semesta akan bersatu membantumu." Ya, ada bumbu tambahan lain sih: sabar dan terus mencoba sebelum akhirnya, alhamdulillah, data yang saya perlukan bisa didapat walau memakan waktu yang lumayan lama. Tadi malam. Speechless banget karena saya dalam nggak mood mengerjakan tugas itu. Hehehe. belum mood sih sebenernya. :P

Ahhh~ gimana iniiii~


*ditulis dengan perasaan jenuh dan sumpek*

You Might Also Like

1 comment(s)

  1. kamu gak nyobain naik buswaynya pas jam2 pulang kantor kah? seru loh ^_^ darah bs naik seketika.wkwk.. *curcol*

    ReplyDelete

So, what do you think? Leave your comments below!