#20 Before Home

5.6.13

Source

Sepiring salmon and chips baru saja tersaji di hadapannya. Uap panas masih mengepul dari piring itu. Travng mengalihkan perhatiannya dari buku yang sedang ia baca, When the Moon Dissapears, dan mulai makan. Matanya tak henti memandang coffee shop mini di lantai dua Mostach ini. Ia tak menyangka akan menemukan tempat se-cozy ini dalam perjalanannya di Indonesia.

Toko buku yang berada di lantai bawah cukup membuatnya takjub. Sebagai kutu buku, Travng betah berlama-lama menyusuri rak demi rak di setiap toko buku untuk membaca satu per satu back cover review yang ada disana. Sudah empat puluh lima menit ketika Travng memutuskan untuk membawa pulang buku When the Moon Dissapears. Ia hendak keluar dari Mostach dan menuju rumah makan pojok jalan sebelum ia sadar dengan keberadaan tangga di pojok rak buku tempatnya mengambil When the Moon Dissapears. Setelah meninggalkan kasir, Travng lalu beranjak menuju lantai dua.

Perutnya berbunyi keras ketika Travng menginjak anak kaki terakhir tangga. Aroma kentang goreng yang semerbak memenuhi hidungnya membuatnya semakin kelaparan. Ia lalu memilih tempat duduk yang dekat dengan jendela besar di pojok ruangan dan memesan makanan. Senja juga tak kalah cantik ketika dinikmati dari tempat ini, gumamnya dalam hati.


[7...]


Baca cerita sebelumnya disini

You Might Also Like

0 comment(s)

So, what do you think? Leave your comments below!