2016: Sebuah Prolog

10.1.16



Kembang api beradu lagi, menghias malam di pergantian hari. 2015 telah berlalu. 

Ada rasa syukur yang pertama kali saya ucapkan malam itu: syukurlah saya tak ditugaskan meliput pergantian malam tahun baru. 2 tahun sebelumnya saya sukses jadi "ikan pindang" diantara lautan manusia sejagad Jakarta yang tumpah ruah di sepanjang Jalan Sudirman hinga Monas. Kapok. Tahun ini Alhamdulillah saya bisa dapat "libur" dan stand by di depan rentetan film-film channel Fox sampai tertidur.

Saya tidak terbiasa merayakan tahun baru, tapi saya suka atmosfir orang-orang yang menaruh harapan pada tahun baru. Seperti, mendongkrak semangat untuk membuat daftar resolusi, berlomba memilki target yang terbaik, dan lainnya. Sepertinya mendadak semua orang berpikir logis, mendeklarasikan kemampuan dirinya pada daftar-daftar keinginan beralasan. Atau bahkan berpikir liar, mencantumkan target tinggi yang entah kapan akan terealisasi :)



2015, merupakan tahun yang luar biasa. Saya masih ingat janji yang saya buat sendiri. 15 tahun diri saya, masih duduk di bangku kelas 3 SMP, sedang keranjingan komik berjudul Harlem Beat. Diantara gegap gempita teman sekelas pada komik Slam Dunk, saya lebih menikmati karya mangaka Yuriko Nishiyama itu. Yang saya ingat, tokoh utamanya, Toru Naruse, memiliki angka 15 pada seragam basketnya. Maka otomatis saya meruntut apa yang spesial dari angka 15 itu pada saya: usia 15 tahun yang amat sangat tak terlupakan, keinginan untuk minta tambahan uang jajan menjadi Rp.15.000 ketika masuk SMA, dan kepercayaan bahwa kelak tahun 2015 akan menjadi tahun yang menyenangkan. Saya berjanji kelak di 2015 akan ada banyak hal menyenangkan yang terjadi.

Dan bagi saya 2015 adalah tahun yang menyenangkan. Dirunut, target saya mengenai blog ini sudah lumayan berjalan. Konten sudah lumayan dibenahi, vlog masih dipenuhi dengan video-video liputan (yang juga berfungsi sebagai portfolio), dan comment juga sudah berjalan. Aktivitas saya di luar kantor juga sudah lumayan banyak: mengikuti beragam seminar diluar urusan kantor, bergabung dengan komunitas, menjadi volunteer di Kelas Inspirasi Jakarta, menjadi bagian dari volunteer buku audio di Yayasan Mitra Netra, bertemu banyak tokoh-tokoh inspiratif yang belum banyak dikenal masyarakat (tuntutan liputan), hingga kembali mengunjungi Bangka Belitung (tuntutan liputan) yang sukses membuat memori-memori saya terbuka kembali :) Oh ya, di 2015 hubungan saya dan D juga mulai serius", hehe, Dan yang paling membuat saya bangga adalah saya berhasil traveling ke Jepang.

Bagi saya Jepang lebih dari hanya sekedar negeri sakura. Terlepas dari dendam kesumat yang masih saya punya karena negara itu pernah menjajah Indonesia, saya cinta Jepang. Pergi ke Jepang merupakan salah satu kegiatan yang ingin saya wujudkan sebelum berumur 25, and i make it happen! Nikmat banget bisa traveling pakai biaya dari hasil tabungan. Whatever you say people, I am happy, hehe :D

Saya percaya di 2016 akan ada banyak hal seru yang sudah menanti! Target-target yang sudah saya tulis di dinding kamar pun harus mulai direalisasikan satu-satu. Harapannya, tetap, lebih baik dari 2015 lalu. Pekerjaan yang lebih baik, kualitas bersama teman-teman yang makin baik, nilai toefl yang lebih baik, dan segala kebaikan lain yang bisa direngkuh. Sementara untuk blog, saya ingin lebih konsisten menulis dan terus perbaiki kualitas tulisan di tahun ini.

Well, nampaknya prolog yang ternyata nggak prolog-prolog amat ini harus diakhiri. Semoga semua cita-cita di 2016 bisa tercapau semua, amiiin.. Akhir kata, selamat (terlambat) tahun baru! \:D/






You Might Also Like

2 comment(s)

So, what do you think? Leave your comments below!