Japan Stories: Nostalgia di One Piece Tower, Tokyo

13.4.16

Day 7.
Tokyo

Tokyo Tower di depan mata!

Karena sudah membeli 2 Day Pass di Hakone, di hari kedua, sebelum check out, kami berencana untuk muter-muter di Hakone lagi, salah satunya mengunjungi museum My Little Prince. Tapi apalah daya, tenaga kami sudah terkuras habis untuk jalan ke sana-sini. Jadi rencana kami berubah: istirahat di kereta. Hehe... Alhasil sekitar jam 8 kami sudah check out dan siap-siap menuju destinasi berikutnya: Tokyo.

Dari Stasiun Gora, kami kembali naik Hakone Tozan Railway, disambung naik Shinkansen ke stasiun tujuan akhir kami, Tokyo Station. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih satu setengah jam. Selama perjalanan kami hanya bisa tidur! Pokonya bangun-bangun udah nyampe aja. Hahaha.. 


Nah, karena hostel kami terletak lumayan jauh dari Tokyo Station (itungan jauh dekatnya dinilai dari bisa ditempuh dengan jalan kaki atau naik kereta) jadi dari Tokyo Station kami jalan untuk pindah naik subway menuju Tarawamachi Station. Karena naik subway, JR Pass kami tidak berlaku, jadi kami bayar tiket dengan harga normal.

Dari Stasiun Tarawamchi, cukup tiga menit jalan kaki untuk mencapai hostel kami, Khaosan World Hostel. Setelah check in dan menitipkan tas, kami pun melanjutkan perjalanan. Tujuan pertama kami: One Piece Tower di TOKYO TOWER YEAAAAY!! :D

Jadi, info tentang Tokyo Tower ini kami dapat di detik-detik terakhir persiapan berangkat ke Jepang. Sebelumnya Tokyo Tower nggak masuk dalam list kami karena pikir kami itu kan "cuma tower doang" dan lihat-lihat ketinggian di Jepang bisa diwakilkan di Umeda Sky Building Osaka. Tapi rencananya langsung berubah ketika kami tahu ada One Piece Tower ini. One Piece Tower ini baru dibuka di tahun 2015, jadi pas kami kesana masih baru gitu deh.. *gitu aja bangga*

Perjalanan dari hostel kami tempuh dengan cara kebingungan. Hahaha, kami diberikan peta Tokyo oleh staf hostel, tapi tetap aja kami kebingungan -_- Setelah Tokyo Towernya kelihatan, baru deh kerasa perut keroncongan! Kami lalu sarapan dulu di taman terdekat, yup, sarapan onigiri! :D


Tempat favorit beli makan: FAMILY MART! :D


Tokyo Towernya udah kelihatan!


We heart onigiri <3


Selow dulu makan di taman~

Perut sudah kenyang, saatnya melanjutkan perjalanan! Jalan menuju Tokyo Tower agak menanjak, cocoklah buat yang mau bakar lemak. Tapi buat kami ini cobaan, karena takutnya pas udah sampai malah kelaparan lagi. :))


Jalan dikit, capek, foto. Gitu terus sampe capek :))

Sekitar jam 10 akhirnya kami sampai di Tokyo Tower. Awalnya kami mengantri di gate depan, dekat lobi. Tapi ternyata antrian itu bukan antrian ke One Piece tower. Hahaha.. Kami mengikuti petunjuk yang ada di dalam dan masuk ke lantai tiga (CMIIW). Sepertinya kami masuk ke kelompok yang pertamakali datang ke One Piece Tower karena loketnya nggak ngantri! Cihuy!

Harga tiket masuknya ¥3000 untuk dewasa, ¥2000 untuk usia 13 tahun kebawah, ¥1500 untuk anak usia 7-12 tahun, ¥1000 untuk anak usia 4-6 tahun, dan gratis bagi anak dibawah usia 3 tahun. Tadinya saya mau ngaku usia 13 tahun tapi penampilan gak bisa bohong (HAHA). Oh ya, berbeda dengan Aoyama Gosho Museum saya tidak bawa kupon diskon untuk masuk maupun belanja. Sudah cari diskon tiket masuk di situs resmi One Piece Tower maupun tanya-tanya ke Mbah Google, tapi tidak membuahkan hasil. Yowes, apalah arti harga tiket masuk dibanding dengan kepuasan yang akan saya dapat... :)

Begitu masuk kami disambut dengan diorama kisah One Piece. Duh, benar-benar nostalgia. Kami bertiga fans berat manga One Piece dan sudah baca komiknya dari SMP. Dioramanya pun bukan sembarang diorama seperti di museum-museum di Indonesia. Tapi dilengkapi dengan lighting dan audio yang bisa mengaduk-aduk perasaan kami. Apalagi diorama ketika Shanks mengorbankan tangannya dimakan hiu demi menyelamatkan Luffy :')

Penasaran? Mau lihat videonya? Ada sih tapi gagal tayang di CJ. Hiks :'( (kode banget ini. Hahahaha).

Selain Diorama, disini juga terdapat beberapa atraksi yang berkaitan dengan tokoh utama geng One Piece. Ada Luffy Endless Adventure, Zoro's Soul of Edge, Nami's Casino House, Usopp's Road to Soge King, Chopper's Thousand Sunny Tours, Robin's Finding Ponegliff, Franky's Ball Run, Brook's Horror House, dan One Piece Live Attraction. Informasi lengkapnya bisa dibaca disini.



Sketsa One Piece (maap potonya mirirng -_-)


Menyayat hati


Pose bareng Thousand Sunny


Diperebutkan Sanji & Zorro


Cola spirit!


Nyobain hasil masakan sanji :))


Pose di kamarnya Nami


Pintu masuk atraksi Zoro :*


Difoto doang tapi gak dicetak *hemat*  #prinsip :'))

Dua kata yang bisa mewakili One Piece Tokyo Tower: SERU BANGET! Kami ikut semua atraksinya. Oh ya, untuk main atraksinya nggak dipungut biaya lagi, semua sudah include dengan tiket masuk. Seru banget kan?? 

Kalau ditanya mana yang paling seru, saya pasti jawab SEMUANYA. Tapi Chopper's Thousand Sunny Tours paling epic karena kita bisa lihat langsung isi kapal Thousand Sunny. Kamar per kamar, dan bisa foto-foto! Nah beda lagi di atraksi Robin's Finding Ponegliff dimana kita nggak stay di satu ruangan. Kita diberikan satu telepon (telepon keong yang sama persis kayak di komiknya), dan diminta untuk mencari stiker-stiker ber-barcode yang tersebar di seluruh arena! Kalau bisa menyelesaikan semuanya selama 30 menit, kita bisa dapat hadiah. Kami? Well... ya gagal lah! :'D

Oh ya, sempatkan juga waktu untuk nonton One Piece live action. Setiap hari pasti ada pertunjukannya tapi hanya di jam tertentu. Ini pun nggak dipungut biaya lagi kok. Kami sempat nonton dan takjub banget sama perutnya Nami & Robin. Kurus banget.. (kemudian lihat perut sendiri). Well, selain itu penampilan dan ceritanya mudah dipahami walaupun mereka pakai bahasa Jepang cas-cis-cus. 

Puas main dan nonton, tadinya kami mau makan sekalian di Sanji's Oresama Restaurant tapi takut makanannya nggak halal.. Waktu itu wisata halal Jepang belum segencar sekarang, jadi agak ragu juga, apalagi konsepnya buffet, kan sayang bayar mahal tapi nggak makan banyak :')

Kami lalu menuju destinasi selanjutnya: Patung Hatchiko di Shibuya! Tadinya pengen ambil gambar di museum Hatchiko tapi sampai sana ternyata museumnya udah tutup :(


Hatchi anak yang sebatang kara, pergi mencari ibunya...


Eh, salah lagu ya...


Diantara mereka ada yang dari Indonesia :')


Mau foto gini harus ngantri!!

Puas foto-foto di patung Hatchiko, kami mencari spot yang bagus buat lihat aktivitas bangjo paling artistik sedunia (apasih). Menurut bukunya Mbak Claudia Kaunang, spot terciamik ada di Starbucks. Akhirnya kami ngaso sebentar disana sebelum jalan-jalan keliling Shibuya.


Ramee


Maghrib di Shibuya

Di Shibuya kerjaan kami hanya keluar-masuk toko (hehe mau ngapain lagi?). Sumpah yaaa barang-barang disana itu menggoda iman! Banyak yang lucu dan unik. Tapi karena tujuan utama kami bukan belanja, jadi imannya masih kuat (belum tau aja gimana di hari kedua :P)

Sekitar jam 9 malam kami pulang menuju hostel. Badan sudah remuk redam tapi hati puas dan senang! Nggak sabar untuk petualangan besok: MUSEUM DORAEMON!





===============
Japan Stories adalah postingan yang saya buat untuk menceritakan perjalanan dan pengalaman saya traveling ke Jepang selama delapan hari, terhitung dari tanggal 20-28 Mei 2015. Pertanyaan mengenai perjalanan dan itinerary bisa diajukan melalui komen di setiap postingan. Perjalanan bisa dibaca secara utuh disini, Enjoy reading! :)


You Might Also Like

2 comment(s)

  1. mau nanya, itu di one piece museum kira2 berapa lama di dalem? 2 jam cukup ga ya?

    ReplyDelete

So, what do you think? Leave your comments below!