Japan Stories: Serunya Museum Doraemon!

10.11.16


Day 8.
Tokyo - Kawasaki




Hari kedua di Tokyo, sesuai jadwal, rencana kami mengunjungi kota Kawaski, tepatnya ke Fujiko F Fujio Museum alias Museum Doraemon! Datang ke tempat ini merupakan cita-cita kami bertiga. Gimana nggak, kami tumbuh dan besar dengan karya-karya Fujiko F Fujio Sensei. Sebut saja Doraemon, Ashari Chan, Q-Taro, P-Man, dan masih banyak lagi. Bahkan sampai sekarang pun saya masih tergila-gila sama tokoh robot kucing abad 21 itu! (Well siapa yang nggak? ;))

Sebelum berangkat, kami sempat tanya ke petugas hostel mengenai rute yang akan kami tempuh. Ternyata, sebagian perjalanan kami masih bisa ditempuh menggunakan JR Pass! Yes, lumayan kan masih bisa dipakai di hari-hari terakhir kami di Tokyo.


Dari hostel, kami jalan menuju Asakusa Station. Kami lalu naik subway sampai Akihabara Station. Dari Akihabara, kami baru bisa menggunakan JR Pass kami dengan kereta tujuan Shinjuku Station. Dari Shinjuku, kami ganti kereta lagi (masih menggunakan JR Pass) menuju Noborito Station.

Ribet? Hahaha nggak juga, selalu ada google maps yang membantu perjalanan kami :). Pokoknya, kalau mau ke Fujiko F Fujio Museum naik kereta, patokannya berhenti di stasiun Noborito. Dari Noborito tinggal pilih mau menuju museum menggunakan shuttle bus (‎¥‎500) atau jalan kaki dengan jarak tempuh 15 menit. Karena kami kere mau menikmati pemandangan, kami memilih untuk jalan kaki! Yey, sehat!

Oh ya untuk diingat, tiket Fujiko F Fujio museum tidak bisa beli di tempat. Kalian harus beli di Lawson setempat dengan harga ‎¥‎1000 per orang untuk dewasa. Belinya pun harus jauh-jauh hari karena pengunjung dibatasi untuk alasan kenyamanan. Sebelum beli, kita juga harus sudah menentukan tanggal dan jam kedatangan kita karena museum tutup di hari selasa dan hanya buka di jam 10.00, 12.00, 14.00, 16.00. Selain jam itu, pengunjung tidak diperbolehkan masuk. Info lebih lanjut bisa dibaca di web resminya.

Beruntung kami sudah beli tiket di hari pertama kami sampai di Jepang. Belinya pun langsung di bandara ketika kami baru sampai. Niat abis :))


Noborito Station

Rumah yang saya taksir <3

Family Mart: Our Saviour!

Apalah kami tanpa onigiri Family Mart :')

Setelah berjalan kaki kurang lebih 20 menit (capek juga cuy) akhirnya kami sampai!! Bahagia banget pokoknya bisa sampai disini. Saking semangatnya, saya lupa foto bagian depan museum -_- Tapi karena buru-buru juga sih, antrian masuk sudah mengular! Kami beli tiket untuk masuk di jam 10.00, tapi dari jam 09.00 pun sudah banyak yang mengantri. 

Sebelum masuk, kami diberikan penjelasan dan aturan mainnya selama di dalam museum. Disini pengunjung dilarang makan dan minum. Di area koleksi dan sketsa Fujiko F Fujio Sensei (ruangan pertama) kami juga dilarang mengambil foto. Pikir saya waktu itu, ah curi-curi foto ah, eh ternyata penjagaannya ketat saudara-saudara! :') Kita hanya boleh foto-foto di Kid's Space, Manga Corner, taman, dan restoran. 

Sebelum masuk, kami juga diberikan sebuah alat semacam intercom. Alat ini berfungsi untuk menjelaskan tiap sketsa dan foto yang dipamerkan. Jadi, di tiap sketsa terdapat angkanya, kita tinggal pencet angka itu di intercom dan akan keluar suara rekaman dalam satu dari tiga bahasa yang bisa dipilih: Inggris, Jepang, dan Mandarin, yang menjelaskan mengenai sketsa atau foto tersebut. Kebanyakan petugas di museum tidak bisa berbahasa Inggris, jadi mereka mengandalkan intercom ini sebagai sarana komunikasi supaya kami mendapatkan informasi mengenai masing-masing sketsa dan foto. FYI, ada ratusan (300an kalau tidak salah) sketsa dan foto di museum ini. Saran saya sih lihat dan dengarkanlah satu-satu berurutan, mulai dari komik pertama buatan Fujiko F Fujio Sensei sampai komik terakhirnya. Seru! Oh ya satu lagi, jangan lupa bawa headset/earpiece/headphone karena ada colokan 3.5mm headphone jack di intercom-nya. Lumayan nggak perlu repot nempel-nempelin intercomnya ke telinga. Saya pun bisa lebih menikmati museumnya.



Antrean panjang!
Penampakan Intercom
Setelah kurang lebih 1.5 jam menikmati cerita dan sejarah Fujiko F Fujio Sensei, sampailah kami di Kid's Space dan Manga Corner. Disini kami bisa bebas foto-foto, baca komik (bahasa jepang), main gatcha, dan foto box! Puas banget! Oh ya, jangan lupa juga untuk nonton film di Fujiko F Fujio Theater. Biaya masuknya gratis kok, sudah termasuk dengan harga tiketnya. Tapi sayang, filmnya dalam bahasa Jepang dan tidak ada translatenya :(

Dipilih-dipilih
Manga Corner
Fujiko F Fujio Theather

Fotobox-nya lucuuu ^^






Puas main dan foto-foto, kami pun menuju tempat terakhir yaitu taman dan cafe. Di taman, kami lanjut lagi foto-foto dengan beberapa patung Doraemon. SERU BANGET! Ada juga pintu kemana saja, lapangan dan pipa tempat Nobita tidur siang, pokoknya banyak banget spot-spot memorable dan juga instagramable! (tetep). 

Habis foto-foto perut kami makin keroncongan, kami pun bergegas ke cafe. Nggak banyak menu makanan yang bisa dipilih. Main course-nya kalau nggak salah hanya ada udon, ramen, dan tempura, dessertnya lumayan banyak. Alhasil, saya memesan roti bakar (ini roti bakar yang bisa jiplak buku catatan itu lho, yang ada di salah satu episode komik Doraemon), sementara Dwi dan Sammy pesan Udon setelah memastikan ke pelayan kalau Udon ini murni dari kuah ikan dan tidak mengandung babi.

Dream comes true!

Konon katanya mau ke sekolah, ngurusin kerjaan yang belum kelar.. ekkeke :))

Itadakimasu!

Mau minum juga sayang :')







Sebelum pulang kami menyempatkan diri ke tempat souvenir. Rasanya puas banget bisa main di tempat kelahiran Fujiko F Fujio Sensei, memahami sejarah dibalik komik-komiknya, dan foto-foto! Hari yang nggak bakal terlupakan seumur hidup saya! :)

Selepas dari museum, kami keliling Akihabara sambil santai-santai cuci mata ke beberapa mall disana. Karena ingin menikmati perjalanan, kami nggak banyak foto-foto. Sebenarnya petualangan kami masih berlanjut di keesokan harinya, tapi saya rasa cerita Japan Stories akan saya akhiri disini. Kenapa? karena di hari kesembilan kami semua tepar! Hahaha, badan rasanya kayak disenggol tronton, jadi kami hanya bisa jalan dan beli oleh-oleh di Asakusa, dekat dengan hotel tempat kami menginap.

Nggak kerasa sudah lebih dari satu tahun sejak saya meninggalkan Jepang dan masih banyak teman-teman saya yang tanya tentang bagaimana bisa jalan-jalan di Jepang tanpa kesasar? Bagaimana memilih hostel yang murah? Bagaimana cari makanan halal? Bagaimana bisa ke Jepang tanpa ikut tur travel? dan berapa total biaya yang diperlukan untuk traveling ke Jepang? Well, pertanyaan-pertanyaan seperti ini harusnya bisa diperkirakan sendiri dengan membuat rencana perjalanan atau itinerary dulu sebelum berangkat. Intinya cuma satu: harus riset.

Mungkin saya akan tulis lagi satu postingan khusus yang menjawab hal tersebut, jadi monggo jika ada pertanyaan mengenai traveling ke Jepang bisa tanyakan di kolom komentar, email ke saya, atau baca dulu episode perjalanan lengkap saya di:

Atau, bisa juga iseng-iseng lihat vlog #JapanStories saya disini (sekalian subscribe dooong! Hahahaha). Sampai jumpa di Traveling Stories lainnya! ;D




===============
Japan Stories adalah postingan yang saya buat untuk menceritakan perjalanan dan pengalaman saya traveling ke Jepang selama delapan hari, terhitung dari tanggal 20-28 Mei 2015. Pertanyaan mengenai perjalanan dan itinerary bisa diajukan melalui komen di setiap postingan. Perjalanan bisa dibaca secara utuh disini, Enjoy reading! :)


You Might Also Like

0 comment(s)

So, what do you think? Leave your comments below!