Melihat Proses Pembuatan Rokok di Museum Sampoerna

16.6.17


Februari lalu saya berkunjung ke House of Sampoerna yang terletak di Surabaya. Edisi jalan-jalan ini masuk dalam birthday trip saya sebenarnya. Karena kebetulan sedang ada di Malang, saya pengen jalan-jalan ke tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Setelah googling sana-sini, dengan pertimbangan waktu dan sarana transportasi akhirnya kami memilih untuk jalan-jalan ke Surabaya. Kami pun berangkat naik motor (iya, motor) jam 8 pagi dari Lawang. Sampai Surabaya pantat tepos setepos-teposnya pantat (hahaha) karena ternyata jauh banget! Tapi sumpah, ini pengalaman seru yang nggak akan pernah saya lupakan seumur hidup!


House of Sampoerna ini merupakan destinasi pertama kami. Kalau yang kenal saya pasti tau banget saya itu paling benci sama rokok. Lah kok memutuskan kesini? Well, pertama saya penasaran karena baca review di banyak blog dan situs perjalanan kalau House of Sampoerna ini sangat worth it dikunjungi. Kedua, industri rokok itu nggak bisa lepas dari peranan warga Indonesia, khususnya di area Malang-Surabaya, dimana banyak terdapat pabrik-pabrik rokok yang membantu pundi-pundi masyarakat sini. Makin penasaran kan saya jadinya. Tanpa ba-bi-bu, langsung saja saya menjadikan House of Sampoerna destinasi pertama!

Sesampainya di lokasi, kesan pertama saya: bangunannya bagus banget! Singkirkan jauh-jauh bayangan museum yang kuno, lecek, butek dan tidak terawat. Disini semuanya serba bagus! Foto di depan pintu masuknya aja berasa foto di bangunan-bangunan Eropa! Hehehehe... Memang bangunan ini bekas peninggalan Belanda, tepatnya bangunan panti asuhan yang kemudian dibeli oleh pendiri Sampoerna, Liam Seeng Tee pada 1932, dan langsung diubah menjadi pabrik rokok.

Ketika masuk, aroma tembakau langsung semriwing memadati paru-paru saya. Buat yang nggak kuat bau tembakau, jangan lupa bawa minyak kayu putih, dan tetes-teteskan di sapu tangan atau jilbab bagian depan (pengalaman) untuk menghilangkan rasa mual. Di dalam museum ada penjaga yang stand by. Kita pun bisa tanya-tanya tentang bagunan dan sejarah ke petugas tersebut. Tapi, dengan membaca caption yang ada di setiap barang atau foto di museum sudah cukup menjelaskan kok.

Kami pun berkeliling lantai satu dan menikmati sejarah Sampoerna dan tembakau di Indonesia.

Rokok dijual di pasar, disandangkan denga kebutuhan dapur lain.

Foto sejarah para pendiri Sampoerna

Model korek api
Bungkus korek api dari waktu ke waktu.

Tembakau pilihan dari beberapa daerah di Indonesia

Para pekerja tembakau

Pelat cetak bungkus rokok jadul

Peta penyebaran tembakau di Indonesia

Mesin cetak bungkus Sampoerna jadul

Puas berkeliling di lantai satu, kami lalu beranjak ke lantai dua. Di lantai dua ini pengunjung bisa membeli souvenir khas dan melihat langsung para pekerja yang melinting rokok dengan cara yang masih tradisional: rokoknya dilinting satu-satu dengan mesin manual! Sayang di lantai ini kami tidak boleh mengambil foto :( Kebanyakan pekerjanya adalah perempuan dengan jumlah sekitar 400 orang. Tiap jamnya, mereka bisa menghasilkan hingga 300 linting rokok per orang!

Perjalanan kami di House of Sampoerna pun berakhir di lantai dua ini. Sebenarnya di museum ini juga ada cafe-nya, tapi saya tidak sempat mampir karena harus beranjak ke destinasi selanjutnya: Tunjungan Mall (dasar anak mall! wkwkw).

Oh ya, disini juga ada Surabaya Heritage Bus yang bisa dinikmati secara cuma-cuma! Trayeknya, berkeliling ke tempat bersejarah di Surabaya dengan jadwal keberangkatan setiap hari pukul: 09.00 - 10.00 WIB, 13.00 - 14.00 WIB, 15.00 - 16.00 WIB.



House Of Sampoerna
Taman Sampoerna No.6, Krembangan Utara, Pabean Cantian, Kota SBY, Jawa Timur 60163.
+6231 353 9000 / +6231 353 9009
www.houseofsampoerna.museum
Jam buka: 09.00 - 21.00 WIB
Tiket: gratis.

You Might Also Like

0 comment(s)

So, what do you think? Leave your comments below!