SOCIAL MEDIA

24.11.09

Kamis Pagi

Terhimpit semua tugas, aktivitas kuliah, aktivitas di luar kuliah, belajar, praktek, menulis, menggambar, merancang, membaca, membuat jadwal, menyusun jadwal, merencanakan kegiatan, membentuk skala prioritas,sampai kamar yang tak kunjung kembali rapi...

Seandainya imajinasi saya mulai rontok kali ini..
Seandainya pemikiran kreatif saya bisa mencuat seperti roti panggang yang masih hangat itu.
Ah. Saya jadi lapar..
Oh ya, seandainya rasa lapar saya di musim dingin ini bisa sedikit lebih tertekan oleh berbagai macam kegiatan itu!

Tolong, dompet saya juga menipis..

Dan saya benar-benar tidak sabar menanti kamis pagi akan datang. Persetan dengan semua kegiatan dihari itu. Saya butuh kamis pagi saya, dan ini prioritas dari segala acara lainnya.

Benar-benar tidak sabar menghirup udara pagi dan membuang karbon dioksida menjadi gumpalan asap (maaf, istilah saya sendiri :p) dingin.

Benar-benar tidak sabar melihat hijaunya pohon pinus yang rapi berjejer dan di setiap ujungnya ada setetes embun yang hampir menetes.

Benar-benar tidak sabar duduk berhimpitan dalam angkutan umum dan menlantangkan kata "Kiri!"

Benar-benar tidak sabar untuk menginjak karpet DDR yang mungkin sekarang berdebu.

Benar-benar tidak sabar untuk menengok kedalam kulkas dan menemukan sebuah jeruk yang setengah terkupas.

Benar-benar tak sabar menaiki Avanza silver.

Benar-benar tak sabar untuk menyentrik lengan hitam pemilik distro berjalan, Aditya Bela Halimawan.

Benar-benar tak sabar untuk pulang ke rumah... :)



21.11.09

Akhirnya Nonton cin(t)a juga :D

Yayyyyy!!!!!
Akhirnya saya nonton film ini juga :D (dance) (dance) Setelah sekian lama penasarannnnnnn banget karena cuma nonton thrilernya doang, akhirnya kemarin Jumat (20/11) saya nonton film ini bareng anak-anak. Dan ternyata film ini.... KERENNN *.* Menurut saya pribadi, film ini hanya mencoba untuk mengangkat realita yang terjadi pada masyarakat Indonesia. Terlepas dari semua perdebatan yang terjadi di internet ya (saya nggak sengaja masuk ke salah satu forum, dan itu benar-benar mendebatkan detail-detail dari film ini) sah sah aja sih, tapiiiiii kok agak-agak....

Well, back to the topic, kemarin saya nonton film ini di Universitas Atmajaya dengan HTM Rp.10.000 (he? penting ya? Hahahha) saya nggak nyesel kok bayar sepuluh ribu juga. Tapi yang bikin saya bingung, kok pas sebelum masuk saya sama anak-anak dikasih lem sama kertas tempelan kecil-kecil warna kuning sebagai mercendes (wah, sebodo ah nulisnya salah :p) maksud saya, itu buat apa ya? Apa hubungannya sama film cin(t)a? kan lebih baik kalau dikasih satu buah apel hijau aja yang difilm ini dijadikan simbol dari Hukum Newton yang terus dibahas sebagai ungkapan Cina kepada Annisa bahwa "Kecantikan berbanding terbalik dengan Kepintaran".

Oke, tadinya saya mau review film ini, tapi saya masukin tugas kafi (kajian film) punyaku aja deh. Memang waktu itu saya pernah membahas tentang film ini padahal saat itu saya belum nonton. Hm, agak sedikit sotoy juga ternyata :p Monggo dibaca:


15.11.09

My Soundtrack? :p

Entah kenapa saya lagi suka lagunya Sherina yang Better Than Love. Argh. Keren banget! Kenapa nggak lagu ini aja yang dijadiin singlenya di album pertamanya ya? :p Anyway, saya nggak selalu ngedengerin lagunya sih, tapi sekalinya saya dengerin lagu itu, langsung terngiang-ngiang terus seharian di kepala saya.





Liriknya itu lhoooo. DALEM banget xD Salut buat Sherina! Oh ya, karena nggak ada videoklipnya, jadi buat yang nggak tau lagunya (nggak mungkin deh) ini aku ambil dari youtube pas acara SCTV Music Award. Enjoy! ;)

13.11.09

u . . . .

Saya pernah janji kepada diri sendiri bila ada seseorang yang memanggil saya dengan sebutan itu, saya pasti akan jatuh cinta sama dia. Tapi sekarang saya nggak bisa. Dan saya kesal dengan diri sendiri karena melanggar komitmen itu.

Argh!
11.11.09

fiuh!


picture taken from here and here


kadang aku bener-bener merasa dalam suatu keadaan yang bener-bener capek dan nggak kuat lagi. Dengan pembagian jadwal, pembagian waktu, pembagian kegiatan, menentukan prioritas... Kadang juga aku berpikir apa aku mundur aja ya? Tapi pas aku liat lagi ke belakang, untuk berada di titik ini juga aku butuh pengorbanan yang besar... inilah saat aku harus memotivasi diriku sendiri (kalo nggak aku siapa lagi coba? maklum :p) SEMANGAT!



Picture taken from here
8.11.09

LISTEN!

Well, HARUSNYA UTS tuh udah kelar. Tapi tetep aja ada "beberapa" "dosen nyebelin" yang tetap ngasih tugas seabrek yang deadlinennya satu minggu setelah uts. Oke, saya nggak bakal ngebahas itu, tapi saya cuma mau posting beberapa lagu yang setia nemenin saya saat ngerjain tugas-tugas take home yang seabrek itu:




1. Endah n Rhesa - Nowhere to Go

Sebenernya udah pernah tau salah satu lagunya, tapi baru suka sekarang. Haha :D
fav song: When You Love Someone



2. Fearless - Taylor Swift

Ini sih lagu kebangsaan. Hihi :p
Fav songs: You Belong With Me, The Best Day, White Horse



3. Colbie Calliat

Fav Song: Bubbly! xD



4. Demi Lovato - Here We Go Again

Fav songs: Catch Me, Gift of Friend, Everytime You Lie



5. Dewa 19 - Cintailah cinta

Fav Songs: Kosong, Pupus, Kasidah Cinta.. SEMUANYA! :D
7.11.09

The Ugly Trurth




Entah banyak yang tahu ataupun nggak, saya mempunyai sedikit masalah dengan pengendalian emosi. Ini sudah terjadi jauh jauh hari tepatnya ketika saya masih kecil dulu. Saya tidak tahu bagaimana persisnya, tapi yang saya ingat adalah dulu ketika saya masih TK, saya sempat dijauhi oleh saudara-saudara saya ketika saya bermain yang sampai sekarangpun saya nggak tau apa alasannya. Disitu saya selalu menangis sekencang-kencangnya dan mungkin itu alasan yang membuat saya selalu marah dan emosi ketika ada teman atau orang yang membicarakan pertemanan mereka berlandaskan materi.

Saya termaksuk orang yang memendam segala perasaan emosi sendiri. Cukuplah saya yang tahu bagaimana perasaan saya saat itu dan jangan sampai orang lain yang nggak tau apa-apa kena semprot. Tapi, namanya juga manusia, saya kadang-kadang khilaf dan sewot ke orang yang kebetulan ngomong sama saya ketika saya emosi.

Tapi, saya lebih sering melampiaskan emosi saya itu dirumah. Apalagi ketika saya lagi diem dan diajak bercanda sama adik saya, tanpa liat kanan kiri, saya langsung bentak dia (maaf ya, Dit :p). Kadang, adik saya juga heran dengan sikap saya itu, tapi saya juga mau ngejelasin rasanya susah banget dan nggak tau darimana mulainya. Jadilah saya ketika dirumah selalu menjadi pribadi yang berbeda, pribadi yang lebih emosian. Dan itu sudah menempel menjadi imej saya dimata keluarga saya. Keluarga besar saya tepatnya. :p

Buktinya, salah satu teman saya pernah nanya: "Kamu kok hidup kayak nggak punya masalah ya yaz?" Bukannya gitu, saya cuma bisa sedikit mengendalikan emosi. Dan emosi itu terus saya tahan sampai saya berada dirumah, didalam kamar, dan bergelut dengan buku harian. Hanya buku harian yang tau saya luar dalam. Bagaimana saya misuh-misuh, perasaan bahagia saya, perasaan sedih saya, sampai semua emosi saya curahkan disana. Dan setelah itu, semua selesai. Emosi saya berangsur memudar dan hilang. Dan ketika saya tak sempat menulis di buku harian dan dengan mood saya yang jelek saya dijilin sama adik saya, jadilah emosi sewot saya keluar dan adik saya kena semprot :p.

Tapi sekarang saya di Jogja. Ratusan kilometer (bahkan ribuan mungkin?) jauhnya dari rumah saya, jauh dari kamar saya, jauh dari balok yang biasanya saya coret dengan tanggal-tanggal bersejarah yang sekarang masih ada di meja belajar saya, jauh dari aroma kamar saya, jauh dari tembok kamar yang selalu saya corat coret, jauh dari play station yang biasanya saya mainkan untuk pelampiasan, jauh dari masakan-masakan mama yang membuat saya sedikit melupakan masalah yang saya alami, jauh dari tempat dimana saya dibesarkan selama delapan tahun terakhir. Jauh dari segalanya.. Jadi, bagaimana saya harus melampiaskan kemarahan dan kekesalan saya? Sampai-sampai saya menganggap buku harian yang selalu ada disebelah saya itu tidak cukup berfungsi.

Emosi memuncak kemarin, ketika saya diperjalanan menuju Nanamia hendak makan bersama sahabat-sahabat saya. Ditambah kegiatan saya yang belakangan hari ini memuncak, pikiran semerawut mengenai tugas minggu depan, permasalahan finansial dalam organisasi, hingga ucapan-ucapan teman saya terhadap sesuatu yang menurutnya biasa tapi membuat saya geram!

Dimotor, saya melamun. Melihat orang yang membuang puntung rokok tanpa mematikannya membuat saya ingin sekali menabrak orang itu dari belakang, melihat orang jipon (jilbab poni) di Nanamia rasanya pengen banget nabok orang itu dan memasukan poni yang sengaja dikeluarkannya, melihat teman saya bawel untuk permasalahan solat membuat saya membentaknya dan untuk pertamakalinya saya melihat ekspresinya terhadap saya seperti itu. Ia seperti tak mengenal saya.

Tapi untunglah emosi saya berangsur pulih. Saya kembali normal lagi walaupun saya telah menyakiti perasaan sahabat saya. Maaf, saya memang mempunyai pengendalian emosi yang aneh. Semoga hal seperti ini nggak terjadi lagi... :')




picture taken from here

Hai Peggie :)


HAPPY BIRTHDAY MY BLOG!!!


Padahal nih, ulang tahunnya itu tanggal 31 Oktober kemaren. hihi :p Maafkan saya ya Peggie (panggilan sayang saya buat blog ini) karena majikanku ini terlalu "sibuk" sama UTS. hehe.. Semoga di usiamu yang kedua ini km bisa semakin eksis di dunia perbloggeran. dan semoga apa yang majikanmu impikan ini bisa benar-benar terwujud... Amin! Sekali lagi, HAPPY BIRTHDAY! ;)