SOCIAL MEDIA

31.10.10

Pray for Indonesia

Halo semua! Gimana kabarnya? Sedih ya, kalau lihat berita di tv, isinya pasti tentang bencana alam. Ngeri dan miris banget ngedengernya :( Tsunami dan gempa di Mentawai, Letusan gunung di Yogyakarta, sampai dengan beberapa gunung merapi di daerah lain di Indonesia yang mulai menunjukan gejala meletus. Saya juga sebenernya deg-degan, takut gunung merapi meletus.

Eniwei, Jumat siang (29/10) kemarin, saya di sms Manda dari posko pengungsian merapi, untuk mengkoordinir dan membantu mengumpulkan bantuan bagi anak-anak korban merapi. Setelah saya kumpulkan sumbangan dari teman-teman (berupa mainan anak, makanan, dan uang), keesokan harinya (Sabtu 30/10) saya berangkat ke Wungursari, tempat pengungsian mereka. Awalnya sempet berniat nggak jadi berangkat karena sabtu dini harinya Yogya diselimuti hujan abu. Sampai hari keberangkatan pun, Yogya tetap diguyur hujan abu. Takutnya saya nggak kuat dijalan karena perjalanan akan ditempuh menggunakan motor. Tapi dengan niat dan kekukuhan hati (hoek) saya akhirnya memutuskan untuk berangkat. Dan ini, saya punya sedikit oleh-oleh, dinikmati ya. Foto lainnya ada di facebook saya. Hehehe, enjoy!

Ini di perempatan Kentungan (Jalan Kaliurang Km 6)


ini tempat penampungan korbannya.


Hip! Hip! Semua anak-anak tetep gembira di penampungan. Mereka mengawali pagi dengan bermain lompat tali. :D


Ayo suaranya lebih keraaas!!


"Sini mbak.."


Saya dan Dandi. Aaaa lucunya dandi x)
18.10.10

Cinta Satu Paket

Kamu bercerita tentang masa lalu. Kamu bertanya apa yang salah dari dirimu. Kamu tidak salah, sahabatku. Kita hanya masih berjalan dalam rencana Tuhan, dan belajar memilih. Pertahankan apa yang kamu pegang dan jangan merubahnya demi hal semu yang ingin kau dapatkan. Semuanya pasti datang pada waktunya. Dan untuk lima atau sepuluh tahun lagi ketika kita bertemu dalam kejadian yang tak terduga, kita akan tersenyum mengenang masa ini. Mungkin kita akan membicarakan hal ini sampai lagi-lagi membuat pelayan toko bosan, dan mengusir kita secara halus karena tokonya sudah mau tutup. Walaupun cane cokelat dan segelas teh tarik favorit kita belum habis. Hehe.. Satu hal lagi, jika masa itu datang, aku yang akan mentraktirmu, sahabatku. :)
10.10.10

She and Him


I thougt i saw your face today/ but i just turned my head away/ Your face against the trees/ but i just see the memories/ as they come/ as they come/ And i couldn't help but fall in love again/ And i couldn't help but fall in love again/ I saw glitter as i grew/ And love did what i never knew/ I thought this place was heaven sent/ but now it's just a monument/ in my mind/ in my mind/ And i couldn't help but fall in love again/ No, i couldn't help but fall in love again/ The cars and freeways implore me to stay way out of this place/ My mother said just keep out your head and play as it plays/ I somehow see what's beautiful in things that are ephermal/ I'm only riend, am I?/ Love is just a piece of time/ In the world/ in the world/ and i couldn't help but all in love again/ No, i couldn't help but fall in love again/  No, i couldn't help but fall in love again/  No, i couldn't help but fall in love again/  No, i couldn't help but fall in love again///




Cried all night 'till was nothin' more/ What ue am i as a heap on the floor?/ Human devotion but it's just no good/ taking it hard just like you know i would/ Oh Old habit die hard when you got, when you got a sentimental heart piece off puzzle/ you're my missing part/ oh what can you do with a sentimental heart?/ Cried all night 'till was nothin' more/ What ue am i as a heap on the loor?/ Human devotion but it's just no good/ taking it hard just like you knew i would/ Oh Old habit die hard when you got, when you got a sentimental heart piece off puzzle/ you're my missing part/ oh what can you do with a sentimental heart?/
6.10.10

Logika

Waktu itu saya lagi ngobrol di sela-sela mata kuliah yang menjemukan bersama seorang teman. Teman saya itu, baru saja "terinfeksi" pemikiran feminis. Pikirannya bergejolak, dihantui berbagai pertanyaan. Saya masih berusaha mencermati pertanyaan dan pendapatnya hingga ia melontarkan satu pertanyaan lain:

"Kenapa seorang istri rela meyiapkan keperluan suaminya dari mulai dia bangun tidur sampai hendak tidur?"

Dan saya hanya bisa diam. Masih banyak lagi pertanyaan yang keluar dari pikirannya. Lontaran pertanyaannya menampar suara dosen yang sedang memberikan materi kuliah. 

"Kamu tahu cinta?"
kata saya refleks.

"Sampai sekarang nggak ada yang bisa menafsirkan cinta kedalam teori, materi, atau logika. Kamu pernah jatuh cinta? kamu sadar kalau kamu sekarang sering menertawakan apa yang dulu kamu lakukan ke orang yang pernah kamu cintai? apa dulu kamu sadar melakukan hal itu?"

Teman saya itu langsung diam. Raut mukanya seperti ditampar. Ia mulai mencerna pernyataan saya. "Teori" yang saya buat tanpa dasar.

"Semua hal nggak berdasar ketika dilakukan dengan cinta. Kita nggak sadar apa yang kita lakukan, kenapa kita melakukan hal-hal diluar kebiasaan... Apa alasan yang lebih kuat ketika seseorang rela menomorduakan kehidupan pribadinya untuk yang terkasih? Ha. Cinta!"

Dia diam. Sejenak.

Dan tema obrolan baru kami pun datang. Betapa cinta selalu tak berlogika!