SOCIAL MEDIA

29.11.10

Tentang Gugup

Kadang, gugup itu bisa menghancurkan segalanya. Kalian tahu, semacam rasa "kecewa" ketika kita melihat kembali ke belakang apa yang sudah kita usahakan semaksimal mungkin dan tiba-tiba DHUAAR! semuanya hancur berantakan di hari H hanya gara-gara GUGUP. Haha, jangan anggep ini postingan serius, sama sekali nggak :D (kecuali kalau kalian nganggepnya gitu :P )

Setiap orang memiliki caranya sendiri mengatasi kegugupan. Salah seorang calon peserta American Idol misalnya (saya lupa season berapa) ada yang merasa nyaman bernyanyi diatas panggung tanpa alas kaki. Ketika Simon bertanya mengapa dia bernyanyi tanpa sepatu, si calon peserta itu hanya menjawab itu semua dilakukannya untuk menghilangkan rasa gugup. See? betapa rasa gugup menjadi hantu sugesti dalam sudut pikiran kita.

Orang jepang mempunyai kepercayaan sendiri dalam mengatasi rasa gugup. Yang saya baca di komik-komik sih, sebelum mereka tampil di depan banyak orang, mereka menggambar manusia di telapak tangannya dengan menggunakan air liur sebanyak tiga atau lima kali. Konon, dengan itu mereka bisa mengatasi rasa gugup mereka.

Sedangkan saya? well, saya sama sekali nggak (atau belum) memiliki pertolongan pertama terhadap rasa gugup (PPTRG). ketika saya gugup, DOR! semuanya berantakan. Hehe, saya gagal tes wawancara kerena gugup sampai-sampai orang yang mewawancarai saya bilang: "Kamu kalo ngomong pasti bisik-bisik ya? suaranya kecil banget.." padahaaaal, belum tau aja kalau saya ngomong suaranya secempreng apa. Saya juga kehilangan kesan pertama saat magang karena gugup. Saya nggak bisa randing video, lupa ngembaliin video yang saya pinjem sampe-sampe dimarahin atasan, dan selalu lupa password email perusahaan. Dan itu GAWAT banget.

Makanya, kadang saya suka ngerasa bohong banget kalau ada yang bilang: "Saya (atau kami) telah berusaha semaksimal mungkin untuk penampilan ini." Dalam hati saya pasti bilang: "WHAT! upil lo semaksimal mungkin! Gue gugup! Dan ini bukan penampilan maksimal gueeee!"

Ya, semacam itulah.

Hehe. Ya, dan waktu nggak akan pernah bisa kembali, sobat. Lalu apa yang harus dilakukan untuk mengatasi rasa gugup? Err... mungkin mencoba dan terus, terus, terus, terus mencoba sampai terbiasa. Mungkin yang diperlukan hanya ketebalan muka dan rasa semangat. Kecewa sih pasti, itu wajar kok. Malu juga pasti, tapi kan tadi saya udah bilang, muka harus "ditebelin" dulu. Hehe.

Akhir kata, saya mau ngasih sesuatu yang galau nih. Dinikmati saja ya, saya sudah "mempertebal" muka kok :P 
Banyak salah disana-sini sih, tapiiii please enjoy and..... See ya! ;)
27.11.10

Adorable Taylor Swift :3


23.11.10

Hobi dan Rasa Nyaman


Tiba-tiba saya kepikiran hal ini setelah salah satu sahabat saya nyeletuk kalau dia nggak bisa lagi menjalankan hobinya karena tuntutan profesi. saya jadi kepikiran, saya punya banyak hobi. beberapa contohnya adalah baca komik. Setiap saya beli komik, pasti ada aja yang nyeletuk: "udah gede kok beli komik". Dan saya bingung. dalam hati saya teriak: EMANG SALAAH YAAA??! komik itu nggak identik sama anak-anak lagi, komik itu temanya luas. Ada yang buat anak-anak, ada yang buat dewasa. Saya jadi mikir, dua puluh tahun lagi, saat saya bekerja dan menjadi seorang ibu, apa masih pantas saya mengkonsumsi komik? Apa saya harus meninggalkan zona nyaman dan hobi saya demi sesuatu yang disebut nilai sosial?

Hobi saya yang lain adalah ngepump. Tau kan? itu lho, permainan semacam DDR (Dance Dance Revolution) dengan lima anak panah. Sebenernya saya udah sering main dari SMP, tapi saya berhenti main pas SMA. belakangan ini teman saya yang udah expert banget ngepump sering ngajakin main lagi, jadi deh keterusan. Disini saya mikir lagi, hobi saya nge pump dan saya menikmatinya. dua puluh tahun lagi, saat saya bekerja dan menjadi seorang ibu, apa masih pantas saya bermain pump? Apa saya harus meninggalkan zona nyaman dan hobi saya demi sesuatu yang disebut nilai sosial?

sekarang tentang rasa nyaman. entah kenapa (sebenernya saya malu ngakuin hal ini) saya selalu nyaman dengan sepatu kets. sejenis converse lah. nah, saya juga jadi mikir, sampai kapan saya bisa menggunakan converse? kalau saya lihat nih, saudara dan sepupu saya yang udah kerja nggak ada tuh yang pake converse. waktu saya magang kemarin (wah, saya belum cerita tentang magang ya? hehehe, next time! :P ), saya jadi satu-satunya orang yang pake sepatu kets. ng.. apa itu nggak sopan? masalahnya, saya selalu bermasalah dengan kaki. saya kesulitan nyari sepatu cewek dengan ukuran kaki saya. Apalagi nyari high heels. dapet satu aja udah Alhamdulillah banget.. belum lagi masa hidup sepatu model perempuan yang saya punya. biasanya nggak lebih dari lima bulan. entah itu solnya lepas, atau kainnya yang robek. belum lagi, pake sepatu perempuan atau high heels bikin kaki lecet dan gampang pegel. kembali saya berpikir, dua puluh tahun lagi, saat saya bekerja dan menjadi seorang ibu, apa masih pantas saya memakai converse? Apa saya harus meninggalkan rasa nyaman demi sesuatu yang disebut nilai sosial?

saya mencurahkan ini semua ke mama, dan beliau bilang pada saatnya nanti saya akan ngerti sendiri karena akan timbul semacam rasa kesadaran dari profesi yang saya jalani kelak. tapi saya masih belum bisa ngebayangin gimana hidup saya tanpa komik, pump, dan sepatu kets...

Kalau kalian gimana? siapkah kalian meninggalkan hobi dan rasa nyaman kalian suatu saat nanti? Bantu saya dengan komentar kalian ya.. :)
10.11.10

Parfait Tic!


Hanya ingin berbagi quotes komik favorit saya, Parfait Tic karangan Nagamu Nanaji. Saya cinta banget sama komik ini. Jumlah komiknya ada 22 dan saya punya semuanya! Hahaha :D tapi gak gampang lho ngoleksi komik ini, harus ekstra sabaaaaaaaaarr. Gimana nggak, volume satu saya beli Mei 2004, dan volume terakhir (22) saya beli Agustus 2008. MEN! LAMA banget kan??

Komik ini bercerita tentang cinta segitiga yang rumit. Bener-bener rumit. Ceritanya berputar pada kehidupan Fuko Kameyama dan dua sepupu ganteng: Ichi Shinpo dan Daiya Shinpo. Tapi, walaupun cerita intinya hanya mengangkat cinta segitiga, membaca komik ini nggak bakal bikin kalian bosan. Nagamu Nanaji Sensei berhasil membuat ketiga karakter tokoh utama komik ini mempunyai ciri khas masing-masing. Sebanyak 22 volume, kalian bakal dibuat ketawa ngakak karena kebodohan tokoh-tokoh utamanya, sampai dengan nangis ihik-ihik karena emosi yang digambarkan Nagamu Nanaji Sensei "kena" banget.... ihik..







Fuko Kameyama


 Ichi Shinpo


Daiya Shinpo


Parfait Tic! \(^,^)/


Cakep-cakep ya? hehe, saya sendiri dari awal lebih suka Ichi daripada Daiya. Ichi itu cooooooooool!! (*.*) pokoknya Ichi, Ichi Ichi >,< Tapi sayang nih endingnya si Fuko malah jadian sama Daiya. Huh. Berarti Ichi buat saya yah? hihihi :P Eniway, ini quotes yang mau saya tampilin. Quotesnya ngambil dari sini. Tadinya mau nulis dan nyari sendiri. tapi karena kebanyakan, jadi males.. hehehe :P


  • "Aku ingin kembali seperti dulu... aku ingin kembali menjadi aku yang sedikit punya arti bagi... sebab, itu adalah kebahagiaan terbesar dalam ketidakbahagiaan"
  • "Aku sudah menyimpan air mataku untuk masa lalu"
  • "Alangkah senangnya jika suatu hari nanti, sikap berpura-pura kuat itu menjadi kekuatan yang sesungguhnya"
  • "Apa aneh meminta sesuatu dalam jumlah yang sama seperti yang kita berikan?"
  • "Dengan menemukan sebuah cita-cita yang ingin kulakukan, kukira aku bisa menipu diriku sendiri dan melupakan kesedihan ini, tapi pada akhirnya cita-cita tetaplah cita-cita dan cinta tetaplah cinta"
  • "Aku takut, tak bisa menghindar yang namanya "masa depan" suatu saat pasti akan jadi "hari ini" kan?"
  • "Aku sudah bertekad tak akan menangis.. tapi begitu hati ini retak sedikit... dengan mudahnya semua itu goyah dan seenaknya air mata ini mengalir keluar"
  • "Ada aku kan? jangan terus menerus membawa kepingan dirinya dong!"
  • "Sesuatu yang indah tak bisa didapatkan semudah itu kan??"
Hua hua huhuhu.. (*.*) Ayok buat kalian yang belum baca, monggo monggo dibaca. Nggak bakal nyeseeell, segera datangi gramedia atau togamas atau penyewaan komik atau komik online pokoknya tempat apapun buat baca komik ini :D Oia, setelah tanya-tanya mbah google, ternyata komik ini udah dibikin live actionnya sama orang Taiwan. Judulnya Love Buffet. Belum nonton juga sih, tapi boleh lah dicar nanti ke tukang dvd. Hehehe :P Tapiii, yang bikin saya kecewa cuma satu. Kenapa yang bikin live actionnya malah orang Taiwan?? padahal ini komik Jepang lhoo! Haaa~ Semoga sutradara dan produser jepang ada yang ngelirik komik ini buat dijadiin dorama deh. Amiiin \(^,^)/ 
3.11.10

Intuisi

in.tu.i.si
[n] daya atau kemampuan mengetahui atau mema-hami sesuatu tanpa dipikirkan atau dipelajari; bisikan hati; gerak hati



saya masih awam dengan berbagi. tentang perasaan, yang menurut saya sensitif, saya belajar untuk selektif. orang selalu memandang saya sebagai individu yang tidak mempunyai masalah karena pembawaan saya yang selalu ceria. sebenarnya, saya hanya tidak mau yang lain tertular bahwa saya sebenarnya kecewa. dengan diri saya dan dengan perasaan-perasaan gembira saya yang mulai menguap.

saya mengalami kesusahan menyusun kata menjadi cerita yang dapat mewakili perasaan saya. maka dari itu saya memilih untuk menangis daripada bercerita. huruf a sampai z, diuntai ribuan kali pun tidak akan pernah bisa menjelaskan apa yang belakangan ini saya rasakan. saya menenun perasaan yang akhirnya saya tuangkan dalam airmata.

jadi saya hanya ingin berkeluh dan ditanya. cukup: "kenapa?". dan saya akan diam, lalu menangis. itu makna yang belum ada seorangpun yang dapat menafsirkannya.

saya hanya berimajinasi. memilikimu cukup dalam imajinasi. saya suka mimpi, dan selalu takut membuka mata. karena saya tahu kalau kamu tidak akan ada.

jadi lewat airmata ini saya bercerita, bahwa kamu turut menguap bersama rasa gembira saya. ini berat.  mungkin saya terlalu mandiri. atau kamu..... yang terlalu menutup diri.