SOCIAL MEDIA

30.4.11

Goodbye April, Welcome May!

Sampai juga di penghujung April 2011!
Huaaaah. Entah saya begitu takut atau begitu bersemangat menyambut bulan Mei. Rasanya pundak saya ketambahan beban yang berat banget. Tapi di satu sisi juga saya merasa bersemangat untuk menghadapi Mei. Ada apa sebenarnya di bulan Mei? Banyak! Mei: saya resmi memulai 31 hari magang di bagian news radio Trijaya FM sebagai tuntutan mata kuliah Jurnalisme Penyiaran. Mei: Menjadi script writer atau bahasa gaulnya penulis naskah, untuk program feature tuntuan tugas mata kuliah Program Penyiaran Televisi. Mei: Saya pura-pura selo dengang mengiuti tantangannya Mas Awe: #31harimenulis (bisa dibaca disini).

Entah apa yang akan saya bahas di #31harimenulis ini. Hehe. Sebagian kecil konsepnya memang sudah saya pikirkan, tapi saya masih ragu.. (eh, apaan sih kenapa jadi serius? hahaha :DD) Dengan tingkat ke-selo-an saya yang belakangan ini makin menjadi-jadi, saya dengan isengnya bikin hastag #31harimenulis yang bisa dilihat di sebelah kanan blog ini. Lengkap dengan link pesertanya yang lain. Haha, entahlah, postingan ini hanya ingin menyampaikan hal-hal (gak penting) ini. -___-

Oke, akhir kata, sampai jumpa di bulan Mei! :D
29.4.11

18 April Kedua: Surat Buat Babe

Dear Babe,
Apa kabar?
Satu tahun lebih lho, kita nggak ketemu. Banyak hal yang pengen teteh sampaikan. Banyak banget. Lebih dari apa yang babe lihat dari atas sana.

Surga rasanya kayak gimana, Be?
Pasti seribukali (atau miliyaran kali) lebih nyaman daripada bumi ya? Hehe :p
Semua yang di bumi baik-baik aja kok, Be. Mama dan kodot alhamdulillah sehat. Teteh juga. Kuliah juga lancar wush-wush gitu, Be, kayak mobil di jalan tol. :D Cuma bedanya, sekarang nggak ada yang nyiapin buku buat teteh lagi kalau teteh mau mulai semester baru. Inget banget, dulu kan Babe yang paling rebek kalau teteh mau kuliah. Perpustakaan kecil tempat Babe ngoleksi ribuan buku dibawah tangga, pasti jadi berantakan karena babe semangat nyariin teteh buku buat di bawa ke Yogya.

Rumah sepi, Be. Nggak ada lagi lomba lama-lamaan gak mandi. Nggak ada lagi lomba sendawa paling keras. Nggak ada lagi orang yang ngorok kenceng banget... rumah sepi, Be. Oh ya, mamah juga berhenti langganan kompas lho, Be. Nggak ada yang baca katanya. Padahal dulu pas tukang koran dateng teteh sama kodot yak yang rebutan buat baca duluan! Hehe..

Kita ikhlas kok Be, mempersilakan babe masuk surga duluan. Nanti kan kita kumpul lagi disana. :) Tapi teteh sempet sebel aja sih, kenapa teteh nggak ada di sebelah babe di saat babe masih ada di bumi. Tapi pas di kereta pulang waktu itu, teteh sebenernya udah punya firasat, Be. Rasanya gimana ya.... aneh. Rasanya kayak ada yang ngeberontak dari batin teteh. Teteh ngerasa berada di tubuh yang salah. Tapi entah ya Be, pas jam sebelas itu, teteh ngerasa kalau babe emang udah ninggalin bumi. Tapi teteh tetep berontak. Berontak untuk nggak percaya. Nggak percaya kalau babe terlalu cepat pergi...

Tapi beneran deh Be, kita baik-baik aja :) Terimakasih Be, buat semuanya. Buat kasih sayang dan pengertian yang babe kasih, buat pelajaran-pelajaran berharga yang babe sampaikan, dan buat terus datang menjenguk teteh, mamah, dan kodot. Pasti di surga birokrasi untuk mengunjungi bumi nggak ribet ya be? Hihi :p Anyway, Sering-sering lho Be ngunjungin teteh. Teteh kangen :') :*










ps. teteh tau, dulu kan babe sering diem-diem buka blog ini. hihi. Semoga di surga koneksi internetnya cepet dan mantep ya, Be. ;) :*
28.4.11

Feel Free to Not Read!

Saya gak pernah tahu apa sebenarnya konsep blog ini. Beneran deh. Pertamakali saya bikin blog ini, saya terpengaruh banget sama Raditya Dika, dimana waktu itu mempunyai sebuah blog dan menjadi seorang blogger adalah hal yang sangat keren dan gahwul. Jadilah saya di beberapa tahun yang lalu itu, membuat blog ini.

Saya suka bingung kalau teman-teman saya (yang kebanyakan pada nge blog juga) sibuk menceritakan konsep blognya masing-masing. Ada yang punya blog khusus foto, craft, cerpen, desain, dll, dll. Sedangkan blog saya? Entah konsepnya apa. :p

Dan saya pun berpikir. Lama. Sambil duduk merenung dan meletakan tangan kanan di kening yang dikerutkan (lebay), saya terus berpikir. Apa yang sebenarnya saya tulis di blog ini?

Saya pun membuka arsip-arsip lama tulisan saya di blog ini. Hasilnya? saya menemukan banyak postingan yang random abis. Dari yang masih nulis pake gaya tulisan gahwul "gue-elo" yang Raditya Dika banget, tulisan galau menggalau, sampe tulisan yang... ehm. norak. :p

Lalu dari semua itu saya menyimpulkan: Blog ini bersifat sangat subjektif. Konsep dari blog ini ya... sudut pandang saya terhadap sesuatu. Apa saja, dan dari kacamata saya. Saya menulis pengalaman yang saya alami, dan apa yang menarik di mata saya. Bebas. Terserah dan suka-suka saya mau nulis apa. Hehe.

Maka dari itu, beberapa teman saya yang terseret masuk lubang kegelapan karena membaca blog ini (:p) sering nanya tentang postingan-postingan saya. Pertanyaannya seperti: "Yz, itu tentang siapa sih?", "Kamu kenapa e?", "Itu tentang aku kan Yz tulisannya?" sering banget dateng. Karena yang saya posting disini bersifat subjektif dan yang kebanyakan nanya adalah teman saya, jadi pas saya ceritakan kejadian yang sebenarnya dibalik sebuah postingan yang saya tulis, mereka mengerti dan manggut-manggut.

Inti dari tulisan ini cuma itu sih. Posingan di blog ini bersifat subjektif. :)

***

Di suatu hari yang cerah, saya mencetuskan ide untuk membuat sebuah blog baru: Blog tentang Crafting. (bisa dilihat disini) Kenapa mesti crafting? karena saya hobi bikin pernak-pernik. Walaupun sekarang blognya jarang update karena satu dan lain hal. Hehe.

Lanjut, nggak ada angin nggak ada hujan, di pagi hari yang terlalu galau untuk saya, tiba-tiba saya memutuskan untuk membuat satu blog lagi. *sigh* Blog yang ini isinya tentang cerpen-cerpen yang saya buat (bisa dilihat disini). Padahal sebelumnya saya nggak bisa bikin cerpen. Dengan lahirnya blog ini, sedikit banyak saya belajar bagaimana membuat cerpen yang baik. Bagaimana membuat cerpen yang disukai dan tidak disukai. Saya belajar banyak dari blog saya yang ini. Salah satunya adalah: Tingkat kegalauan berbanding lurus dengan tingkat kesukaan pembaca terhadap satu cerpen. Semakin galau cerpen yang saya buat, (kayaknya) semakin banyak yang suka. Hahaha :D

Oh ya, di bulan Mei nanti, senior kampus saya, Mas Awe akan mengadakan lomba menulis marathon. Selama 31 hari, peserta dituntut untuk menulis apapun di blognya. Dengan keisengan tingkat dewa, saya coba-coba aja ikutan. Hehe.. Padahal bulan Mei nanti saya sudah mulai magang selama 30 hari di radio Trijaya untuk tuntutan mata kuliah 3 sks. -__-

Entah apa yang akan saya tulis nanti.

Well, udah pagi ternyata. Sudah dulu ya. Geje? Emang, postingan ini geje banget kok. Judulnya aja: Feel Free to not Read!! hihi. Oke deh, Siii yaaa! ;D
7.4.11

Augment Image

Kadang saya bingung ketika perasaan dan ekspresi tidak bisa diungkapkan dengan baik. Saya bukan tipe orang yang mudah memulai sesuatu, apalagi yang berkaitan dengan diri sendiri. Saya lebih sering mendengarkan daripada bercerita. Bukannya tidak mau bercerita, tapi memang begitu siklus dan posisinya. Saya juga sih yang terlalu menyebalkan, ingin selalu dimengerti tanpa berkata apa-apa. Saya juga sih yang salah, karena saya lupa tidak semua orang berpikir seperti apa yang saya tangkap.

Karena itulah saya merasa bahwa saya adalah sebuah augment image yang terbentuk dari brand identitiy dan brand image yang terbentuk dari pribadi saya. Ya, saya adalah augment image, yang tidak sengaja terbangun dari dua komponen tersebut. "Tidak sengaja" terbangun, tapi "benar".


Suka? Maaf maaf saja, tapi saya lebih banyak kecewa. Saya kecewa karena terlalu banyak tuntutan dari orang lain mengenai saya. Oke, satu yang paling membuat saya sebal kali ini adalah: tuntutan dari orang-orang yang memposisikan saya sebagai kepentingan mereka. Garis bawahi dan cetak tebal: kepentingan mereka. Saya tidak hadir hanya untuk anda. Saya bisa membantu, tapi saya juga sudah membatasi yang mana daerah anda, dan yang mana daerah saya. Tidak bisakah anda melihat batasan itu? Saya ingin anda mandiri dan lebih menghargai waktu, kesempatan, dan kelebihan yang Tuhan berikan kepada anda. Berusahalah dulu sebelum mengatakan suatu hal yang anda katakan "tidak bisa" itu. Sekali lagi, garis bawahi dan cetak tebal: berusahalah dulu! Tidak cukupkah pengertian yang saya tanamkan kepada anda bahwa anda bisa? Karena saya juga memiliki batasan. Batasan kesabaran, dan batasan campur tangan terhadap permasalahan anda.




ps. ditulis dengan penuh kesabaran. Karena kembali lagi, saya yang "susah untuk bicara" lebih baik mengungkapkannya lewat tulisan. Maaf bila ada pihak-pihak yang merasa tidak berkenan. :)
2.4.11

Welcome April


Hey April, please be nice!
Semoga ujian dan hal-hal lain yang terjadi di bulan ini dilancarkan ya Allah.. Amin :)