SOCIAL MEDIA

28.1.12

Pos: Dari Filateli ke Deltiologi

Setiap orang pasti punya hobi. Nyanyi, baca, nulis, ngenet, ngabisin duit, nabung di celengan, sampai garuk-garuk ketek (eh, ini mah kebiasaan ding :p). Saya sendiri dari kecil sudah dibiasakan untuk memiliki hobi membaca dan selalu ketagihan membaca sampai sekarang. Menurut saya, hobi adalah kegiatan bermanfaat yang dilakukan tanpa paksaan. Kenapa tanpa paksaan? karena hobi adalah kegemaran, dan jika kita melakukan suatu hal yang kita gemari kita harusnya senang, lepas, dan tanpa paksaan bukan? ;)

Setelah browsing-browsing sedikit, ternyata buanyaak banget orang-orang yang punya hobi unik. Ehm, walaupun nggak semuanya se-selo yang ini sih. -__-

Back to the topic, beberapa bulan yang lalu, tepatnya November 2011, saya dikenalkan teman saya, Rizma, dengan kegiatan yang satu ini: Bertukar Kartu Pos melalui postcrossing.com. Bingung? Ya, awalnya saya juga bingung, tapi ternyata setelah dijalani seru juga. bertukar kartu pos inilah yang hingga kini menjadi hobi saya. :)

Konsep postcrossing.com ini seru banget. Jadi kita diminta untuk menulis alamat lengkap kita untuk kemudian di sebar ke beberapa user postcrossing lain secara acak di berbagai penjuru dunia. Tapi jika ingin alamat kita tersebar, kita harus mengirim minimal satu kartu dulu ke alamat yang (juga) kita dapatkan secara acak. Pertamakali nyoba agak deg-degan sih takut kartu yang saya kirim nggak nyampe. Tapi selang beberapa minggu saya dapat notifikasi kalau kartu yang saya kirim sudah sampai sesuai tujuan: Cina, Jerman, dan USA. Yippie!

Setelah itu saya jadi gila bertukar kartu pos. Selain bergabung dengan beberapa grup di facebook, saya juga getol mengirimi PM (Private Message) ke beberapa orang yang sama-sama gemar untuk bertukar kartu pos. Sampai sekarang koleksi kartu pos saya sudah lumayan banyak lho (bisa dilihat di sini). Sempat pas awal-awal melakukan kegiatan ini, saking exited-nya pengeluaran bulanan saya sampai membengkak. Beberapa orang memang beranggapan bahwa hobi ini adalah hobi yang mahal. Tapi menurut saya kepuasan tidak dapat ditukar dengan mata uang apapun. Jadi saya tetap (berusaha) enjoy aja sih melakukan hobi ini. Asalkan tidak lepas kontrol asal kirim kartu pos aja yang ujung-ujungnya malah bikin pengeluaran bulanan membludak :p

Beruntung di Yogyakarta mengirim kartu pos ke luar negeri harganya masih terjangkau. Menurut pengamatan dan pengalaman saya, inilah tarif pengiriman kartu pos reguler melalui kantor pos wilayah Yogyakarta:
- Rp.4000-Rp.4500 untuk pengiriman kartu pos ke area Asia
- Rp.7000-Rp.7.500 untuk pengiriman kartu pos ke area Eropa
- Rp.8000 untuk pengiriman kartu pos ke area Amerika
Tarif ini tentunya murah sekali dibandingkan dengan tarif pengiriman kartu pos ke luar negeri dari Sukabumi yang memukul rata tarif pengiriman Rp.20.000/kartu ke setiap penjuru dunia -____-"

Oh iya, orang yang hobi mengumpulkan kartu pos disebut Deltiologi. Istilah ini mengingatkan saya pada hobi saya yang lain ketika masih duduk di bangku SD: Filateli. Yep, dulu saya adalah seorang filateli. Saya mulai mengumpulkan perangko ketika duduk di kelas 5 atau 6 SD. Kala itu saya diajak seorang guru untuk datang ke pameran pos. Melihat banyaknya jenis perangko (kayaknya dulu gak liat kartu pos deh) membuat saya merengek ke mama untuk dibelikan sebuah album perangko. Dan voila! Album tersebut masih ada sampai sekarang lho, lengkap pula dengan perangko-perangkonya! Sejak saat itu di sekolah saya filateli menjadi tren baru selain main bola bekel dan karet gelang.

Saya juga punya cukup banyak perangko baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang saya dapatkan dari bude saya yang bekerja di Mabes TNI. Bude sering mendapatkan surat dari luar negeri. Amplop-amplop surat itu tidak di buang, melainkan dikasih ke saya. Saya senang sekali ketika mendapatkan banyak amplop kosong ber perangko itu. Perangkonya bergambar lucu, warna-warni, dan bentuknya beragam. Ada dari Singapura, Belanda, USA, dan Malaysia. Amplop-amplop itu kemudian saya gunting di bagian perangkonya saja, lalu potongan itu saya celupkan ke dalam semangkuk air dingin. Tunggu beberapa saat lalu perangko dan amplopnya akan berpisah sendiri. Tips ini dulu saya dapatkan dari majalah anak, entah Bobo atau Ino. Yaaaah, mungkin pengalaman mengoleksi perangko itulah yang membuat saya tidak asing lagi bergelut dalam deltiologi ini :P

Tapi saya sedikit kecewa nih dengan ragam kartu pos Indonesia yang itu-itu saja. Mungkin bisnis kartu pos belum terlalu "dilirik" sama industri-industri kreatif di Indonesia kali ya. Padahal kartu pos dengan gambar-gambar yang lucu, unik, dan nyeni bisa jadi peluang usaha yang menjanjikan lho, mengingat sekarang lumayan banyak anggota postcrossing Indonesia. Saya hanya tahu satu tempat yang menjual kartu pos selain di toko buku yaitu teman saya, Ojan yang membuat kartu pos dengan desain-desain uniknya.

Akhir kata, hidup Deltiologi!!!! :D

Atas ke bawah: kartu pos dari
Polandia, Ceko, dan Cina.
(Koleksi pribadi)
21.1.12

Bold Sentence That You Might (Not) Know About Me

I’m loud.
I’m obnoxious.
I’m sarcastic.
I’m cocky.
I cry easily.
I have a bad temper.
For the most part, I don’t like people. 
I’m easy to get along with.
I like to fight. 
I have more enemies than friends. 
I’ve smoked. 
I’ve smoked weed.
I drink coffee
I clean my room daily.


My Appearance
I’m shorter than 5’5. 
I wear makeup 
I wear a piece of jewelery at all times.
I wear contacts. 
I wear glasses.
I’ve had braces. 
I have braces. 
I change my hair color often. 
I straighten my hair often. 
My ears are pierced. 
I have small feet.

Relationships 
I’m in a relationship now. 
I’m single. 

I’m crushin’. 
I’ve missed an ex before. 
I’m always scared of being hurt.
An ex has physically abused me at least once. 
I’ve told someone I loved them when I didn’t. 
I’ve told someone I didn’t love them when I did. 
I’ve been in love more than two times.
I believe in love at first sight.
 

I believe lust is more important than love.

Friendships 
I have a best friend.
I have at least ten friends. 

I’ve gotten a phone call in the last 48 hours from a friend. 

I’ve beaten up a friend. (its normal,love)
I’ve been in a serious fight with a friend.
I can trust at least five people with my life.

Experiences 
I’ve been on a train.
I’ve left the state/province. 

Someone close to me has died.
I’ve taken a taxi.
I’ve taken a city bus. 

I’ve taken a school bus. 
I’ve gone bungee jumping. 
I’ve made a speech.
I’ve been in some sort of club.
I’ve won an award.
I’ve spent 24 hours on the computer straight. 
I’ve been in a physical fight.

Music 
I listen to country. 
I listen to pop. 
I listen to techno.
I listen to rock.

I’m one of those people who play songs repeatedly until I hate it. 
I hate the radio. 
I download music.I buy CD’s.

Television 
I spend at least six hours a day watching television. 
I watch soap operas daily. 
I’m in love with Days Of Our Lives. 
I’ve seen and like The OC. 
I’ve seen and like One Tree Hill. 
I’ve seen and like America’s Next Top Model. 
I’ve seen and like Popular. 
I’ve seen and like House. 
I’ve seen and like 24. 
I’ve seen and like CSI.
I’ve seen and like Everwood.

Family Life 
I get along with both of my parents.
My biological parents are still together. 
I have at least one brother.
I have at least one sister. 
I have at least one step brother/sister. 
I have at least one half brother/sister. 
I’ve been kicked out of the house. 
I’ve ran away from my home.
I’ve sworn at my parents. 
I’ve made my parents cry. 
I’ve lied to my parents. 
I’ve lied to my parents about where I am.
I’ve lied to my parents about what I’m doing.
I’ve lied to my parents so I’d be allowed out

I’ve walked out when I’ve been grounded.

Hair 
I’ve cut my hair in the past year.
I’ve dyed my hair in the past year. 
I’ve been blonde. 
I’ve had black. 
I’ve been red. (very light)
I’ve been light brown. 
I’ve been medium brown. 
I’ve been brown. 
I’ve had streaks. 
I’ve had purple/pink. 
I’ve been blue/green.
I’ve gotten my hair thinned. 
I use conditioner. 
I’ve used silk therapy. 
I’ve used hot oil treatments. 
I’ve curled my hair
I’ve straightened my hair. 
I’ve ironed my hair. 
I’ve braided my hair. 
I’ve had/want dreadlocks.

School 
I’ve thrown something at a teacher. 
I’ve yelled at a teacher. 
I’ve been suspended. 
I’ve had an in-school suspension. 
I’ve been sent to the principal’s office.
I’ve walked out of class. 
I’ve skipped an entire day of school. 
I’ve skipped a whole month of one certain class. 
I’ve failed a test.
I’ve cheated on a test. 
I’ve helped someone else cheat on a test.
I’ve failed Art.
I’ve failed P.E. 
I’ve failed Math. 
I’ve failed Science.
A teacher has called my parents.
I’ve been caught skipping.
I’ve been on the honor roll.
I’ve been on effort honor roll.
15.1.12

Ngopi Sore Bareng Dee

Sabtu, 14 Januari 2012 kemarin menjadi hari yang tidak akan pernah saya lupakan. Yep, saya bertemu penulis favorit sata: Dewi DEE Lestari!! *lari lari keliling lapangan sambil ngibas-ngibasin pom-pom kegirangan*

Ngopi Sore Bareng Dee

Acara ini digelar di Dixie Yogyakarta oleh @bentangpustaka. Saya beruntung banget bisa dateng ke acara ini walaupun kebagian tempat di paling depan alias duduk lesehan. :p Beberapa hari sebelumnya, saya tahu acara ini dari tweetnya bentang pustaka. Awalnya sempet hopeless nggak bisa dateng karena acara dimulai jam setengah empat dan jadwal part time saya baru selesai jam tiga lima belas. Alhasil dengan bantuan si Komandan, saya berhasil datang tepat waktu. Makasih Komandan mau nganterin dan jadi juru foto dadakan :p.

Ehm.

Balik ke topik,
Sebelum tahu acara Ngopi Sore Bareng Dee ini, saya sebenernya pernah dapet wacana kalau awal tahun 2012 ini Dee memang mau datang ke Yogyakarta. Jadi, ketika saya pulang ke rumah di Sukabumi, saya bawa buku-buku Dee yang saya tinggal disana. Tapi sayang, Perahu Kertas ketinggalan. :(

Acara Ngopi Sore Bareng Dee berlangsung ramai. Sesi tanya-jawabnya berlangsung seru sampai.... *drumroll* Dee ngebagiin SATU buku Filosofi Kopi cetakan terbaru! Berhubung bukunya cuma satu dibuatlah sesi pertanyaan mengenai buku tersebut. Karena yang ngangkat tangan buat jawab juga banyak banget, jadilah semua yang datang ditantangin untuk maju kedepan dan menjawab sekaligus melakukan tantangan yang Dee kasih.

Saya nggak mau kalah, karena udah capek ngagkat tangan tapi nggak di tunjuk-tunjuk, majulah saya (yang nggak tau malu ini) keatas panggung dan berdiri di sebelah Dee. Diatas panggung, saya dan ketiga pengunjung lain yang naik menjawab dengan jawaban yang sama yaitu "Ikan Arwana". Jadilah kami berempat dikasih tantangan lagi dari Dee untuk menirukan mimik ikan tersebut. Dan pemenangnya ditentukan dari tepuk tangan terbanyak.

Mampus. Caci saya dalam hati. Tanpa pikir panjang saya langsung keluarin tampang terjelek saya di depan pengunjung. Dan It's work! Saya dapet tepuk tangan termeriah (terimakasih temen-teman Komunikasi :D) dan voilaaaa!! Saya dapat buku Filosofi Kopi terbaru langsung dari DEE!!! :D *lari-lari lagi keliling lapangan sambil ngibasin pom-pom kegirangan*

Kontes Miss Arwana 2012

Acara selanjutnya adalah book signing. Wuidih, ngantrinya super panjang dan berdesak-desakan. Tapi tetap sabar :) Akhirnya giliran saya juga. Saya bawa enam dari tujuh buku Dee plus satu buku Filosofi Kopi edisi baru yang saya dapat dari Kontes Miss Arwana kuis tadi. Ahh~ Senangnya masih kebawa sampai hari ini. Saya sempat ngobrol dengan Dee ketika ia menandatangani buku saya, dan saya sedikit membahas mengenai postingan ini yang pernah dikomen langsung sama Dee :p
SAYA SENAAAAAAAAAANGGG~~ \:D/


Diaz dan Dee

Semoga saya bisa ketemu lagi dengan Dee di launching Supernova keempat: Partikel. :D
11.1.12

Skripsi Krispi

Bener deh, kepikiran banget sama yang namanya skripsi alias UNU600. Kesana kesini belum juga dapet pencerahan. Tapi kemarin saya iseng-iseng blog walking ke blognya teman-teman yang ikut lomba #31HariMenulis dan menemukan tag ini di blognya mbak Starin Sani. Sungguh menginspirasi. Mbak Starin itu kakak tingkat saya di kampus dan sekarang dia sudah lulus dan bekerja untuk Majalah GoGirl bareng dengan Mbak Nadia. Yep, hebat bukan? Go girl!

Mungkin saya juga pengen nyoba curhat tentang skripsi mulai bulan ini. Maksimal postingnya dua kali perbulan kalik ya biar asik. Postingan ini nantinya akan saya tag dengan label "Skripsi Krispi", seperti judul salah satu buku yang saya baca kemarin yang berisikan tentang kumpulan cerita beberapa orang dalam menghadapi skripsinya. Sik asik. Terimakasih Mbak Starin karena sudah menginspirasi! :D
8.1.12

Paruh Waktu


"Sebelum part time ini biasanya kamu ngapain, Yas?"

Pertanyaan itu terlontar dari atasan saya kala saya sedang serius meng-input beberapa majalah yang baru datang di kantor.

Saya diam sejenak.

"Maksudnya, mbak?" tanya saya yang masih agak nggak ngerti sama pertanyaannya.

"Ya... sebelum kamu gabung disini biasanya kegiatan kamu ngapain aja?"

"Hm.. Ya paling tidur mbak. Habis kuliah juga tinggal sembilan SKS, skripsi juga belum jalan mbak. Paling di kosan, baca buku, tidur, baca lagi, nonton film, trus tidur.. Pernah tuh, mbak, waktu itu aku seharian nggak keluar rumah. dari jam enam pagi sampai jam enam sore kerjaannya di atas kasur. Baca, tidur, nonton. Hahaha.."

"Iya yo, malahan enakan kerja kayak gini, dek, waktu kosongnya keisi. Kadang yo aku pas kuliah dulu pas tingkat akhir yo bingung mau ngapain aja di kosan." Sahut salah satu atasan saya yang lain dengan logat Jawanya yang kental.

Saya hanya bisa tersenyum sambil kembali menatap layar komputer tempat saya menginput sejumlah majalah tadi. Kedua atasan saya itu masih asyik bercerita tentang kegiatan-kegiatan semasa kuliahnya sementara saya sulit untuk kembali berkonsentrasi menatap layar. Disini, konsentrasi adalah kepentingan tingkat satu setelah ketelitian. Jika salah menginput nanti satu toko buku ini yang kena imbasnya.

Pikiran saya melayang diantara puluhan faktur konsinyasi. Apa yang saya lakukan sebelum part time ini?

Entahlah. Kini saya membayar setiap desah dalam tidur siang sebelumnya dengan kerutan di depan layar komputer. Lima jam per hari. Senin sampai sabtu. Konsinyasi dan kredit. Retur dan mutasi.

Belum genap sebulan, saya sudah belajar banyak dari tempat mungil ini. Saya melihat langsung wajah dan ekspresi orang keempat (bahkan kelima, atau keenam) dalam pendistribusian buku-buku yang kini sedang kamu pegang. Saya menandatangani kertas 3ply favorit saya setiap sore. Dan berhadapan dengan mesin fax setiap hari.

Hidup saya pun mulai teratur. (Berusaha) Bangun pagi, mandi dan browsing alakadarnya, madi, menuju kantor, pulang, tidur. Jika ada beberapa hal lain yang harus saya lakukan, maka saya akan menyocokan dulu dengan jawal. Mulai jam berapa, selesai jam berapa, membicarakan apa, pergi kemana, dengan siapa, butuh biaya berapa. Jadwal ketat, mengikat, dan padat.

Satu dua tiga masalah kadang mampir dan kembali menyapa. Wajar kan karena masalah selalu menjadi teman lama setiap orang. Marah, kesal, dan cacian tak jarang terlontar dari hati ataupun mulut (kadang sih kalau berani :p) tapi toh saya masih menikmatinya hingga kini.

Salah satu teman kerja saya pernah bertanya, "Buat apa kamu kerja disini?"

"Cari pengalaman lah.." jawab saya alakadarnya sambil membereskan tumpukan buku yang berantakan karena terlalu sering di obrak-abrik oleh pengunjung.

Dia tertawa. Matanya yang sipit makin hilang dibalik semburat garis lengkung itu. "Aneh kamu. Kalau cari pengalaman ya bukan disini tempatnya. Disini itu tempat ngisi waktu luang. Namanya aja part-time. Kalau mau cari pengalaman, ya sana kerjalah di Even Organizer. Sesuai juga kan sama jurusan kamu? Bukan disini tempatnya."

Kala itu saya berpikir. Hm... benar juga ya. Tapi sebagai pembelaan (yang mana pembelaan terhadap diri sendiri sangat di-kurang-sukai-oleh-si-pacar) saya hanya bisa menjawab, "Nggak juga. Lagian aku suka buku kok."

Saya lalu berlalu meninggalkan si teman dengan hutang jam magang untuk tugas akhirnya yang amat ia benci. Mungkin juga toko ini. Hawa toko hari itu dingin sekali. Di luar toko hujan deras, dan sama sekali tidak ada bau tanah tersiram air hujan. Hidung saya disesaki aroma buku. Saya suka.

Salah satu teman lain yang amat sangat mirip Erros so7 pernah bercerita, "Waktu masuk sini, aku sama sekali belum nyentuh skripsiku. Tapi aku berusaha disiplin waktu. Aku kebut, dan empat bulan kemudian skripsiku selesai tanpa pernah harus meninggalkan toko ini." Ungkapnya setelah selesai membantu salah satu customer yang mencari bukunya Pram.

"Wah, asik, aku ada temennya. Aku juga bingung sama skripsiku. Nggak ada kemajuan. Aku lemah kalau disuruh menganalisis. Tema dan rencana sih banyak..."

"Ya kamu harus berkomitmen sama kuliah dan pekerjaanmu. Kuncinya cuma konsisten." Perkataan itu menampar saya. Saya harus berguru banyak sama Mas Erros ini.

Satu teman lagi dari NTT yang juga menginspirasi saya. Logat timurnya yang kental selalu mengundang gelak satu kantor apabila dia pamit pulang dengan menggunakan bahasa Jawa. Keingintahuan tentang setan-setan yang 'populer' di tanah Jawa selalu menarik baginya yang tidak pernah tahu satu pun legenda tentang hantu dari pulaunya. Dia jadi orang yang paling heboh ketika mengetahui ada penampakan di kantor dan menjadi orang yang paling antusias ketika mengingat sinetron yang dimainkan oleh Poppy Bunga.

Padanya, saya pernah bertanya, "Kapan rencana kamu keluar dari toko ini?"

Jawabnya singkat dan sederhana. "Saya belum tahu, mungkin kalau saya sudah capek? Pokoknya sekarang saya jalani dulu."

***

Resolusi, resolusi, mengapa selalu diusung ketika langit malam tanggal satu penuh dengan warna-warni kembang api? Tak bisakah ia menunggu hingga semua yang dibutuhkan tercukupi sehingga manusia dapat berjalan menyongsongnya penuh percaya diri tanpa pernah takut jatuh?

Mungkin tidak, karena setiap manusia tidak akan pernah tahu kapan dirinya akan benar-benar siap. Manusia tidak akan pernah tahu kapan waktu yang tepat untuk memulai dan kapan waktu yang tepat untuk berhenti. Sebagian dari mereka yang tahu adalah mereka yang pernah jatuh, dan tetap bertahan untuk bangkit lagi.

Awal tahun baru ini saya diberikan teman, pekerjaan, pendidikan, dan kejadian yang penuh inspirasi. Semoga semua yang saya korbankan ini mendapat hasil yang memuaskan nanti. Mungin resolusi saya hanya satu: membuat jadwal padat dan ketat untuk terus dilaksanakan. Selamat tahun 2012.


Perpustakaan dan 'kantor' pribadi impian ketika saya punya rumah sendiri nanti. :)




Buat mamah dan bapak yang memperkenalkan saya pada buku dan kerja keras. Terima kasih.