SOCIAL MEDIA

31.10.12

5 Tahun yustisiaspage: Tentang Identitas Sebuah Tulisan

Happy 5th Anniversary, yustisiaspage! :D

Men, 5 tahun sudah saya punya "dunia kecil" berbentuk kata-kata. Ya, blog ini. Dari yang dulu namanya "My Little World" jadi "Melafalkan Intuisi", dari yang dulu nulisnya "gue-elo" jadi "saya-kamu", dari yang dulu curhat tentang rempongnya UAN sampai jadi curhat tentang kegalauan SKRIPSI, dari yang dulu galau gara-gara GEBETAN yang nggak jelas sampai jadi curhat tentang PACAR...

5 tahun, blog ini udah setia jadi teman saya untuk belajar menulis.

Jadi inget, dulu pertama kali bikin blog ini di lab komputer SMA saya. Ketika guru sedang menjelaskan materi, saya malah ngenet dan googling tentang cara membuat blog. Yustisiaspage. Ya, alamat itu nggak pernah saya ganti dari awal saya bikin blog. Walaupun kurang catchy, tapi saya sukak sama pelafalan namanya. Gimanaa gitu. :p Lewat blog juga, saya banyak belajar. Mulai dari belajar menulis resensi, belajar konsisten menulis (31 Hari Menulis), sampai sedikit belajar kode-kode aneh buat layout. Dulu, pas pertama kali saya bikin blog, tampilan blogger masih jadul banget. Nggak se fleksibel dan se mudah (dan se rempong) sekarang. Masih belum dibeli google juga kalau nggak salah. Jadi buat ngedapetin layout yang cihuy itu susahnya pake banget. Maklum, saya nggak tahu apa-apa tentang kode-kode komputer (eh, kode apa sih istilahnya?), jadi demi eksistensi di dunia maya (ciyeh bahasanya) dan mendapatkan layout blog yang ciamik, mau nggak mau harus belajar kan? :)

Dari blog, saya juga punya banyak temen. Ketemu temen lama, ketemu temen baru, kenalan sana, kenalan sini, blogwalking sana, blogwalking sini. Nggak pernah bosen. :)
Dari blog, saya juga pernah kecipratan tenar, ketika resensi buku Rectoverso saya di komentari langsung oleh Dee, dan ketika resensi Kala Kali saya juga dikomentari langsung oleh Windy Ariestanty. Hihihi :p

Karena merasa blog ini sudah semakin tua, saya jadi iseng merunut postingan dari tanggal pertama kali saya mem-publish tulisan, 1-Oktober-2007. Usia saya masih 16 tahun dan... saya ngakak baca tulisan sendiri. Hahahaha :)) Nggak usah dibahas lebih lanjut lah ya, dulu kan saya, seperti kebanyakan orang ngeblog lainnya, terinspirasi bikin blog dari Raditya Dika, jadi ya tema tulisan yang saya angkat pada waktu itu lebih pada kejayusan kehidupan saya. Entahlah, nista sekali rasanya ketika membaca tulisan saya di zaman dulu.  HAHAHAHA apaan tauk :DD

Well, Kalau tulisan dimaknai sebagai anak dari sebuah tema besar, bisa dibilang semua tulisan yang terarsip dalam blog ini tidak memiliki identitas. Tapi memang pada dasarnya saya tidak membuat blog ini dengan mengusung tema tertentu kok, just for fun.
Kalau tulisan dimaknai sebagi proses pembelajaran, maka saya patut berterimakasih pada dunia yang tak bernyawa ini. Selama lima tahun saya sudah banyak berjalan dan diberi tempat untuk memuntahkan sedikit dari apa yang pernah singgah di benak saya. Terimakasih untuk lima tahun ini saya sudah diberi ribuan byte  gratis hanya untuk merekam muntahan saya.
Kalau tulisan dimaknai sebagai cerminan proses pendewasaan, maka saya bersyukur karena saya melihat suatu pola dari 291 postingan (dan akan menjadi 292 dengan tulisan ini) yang mengarah pada keeleganan dalam kegalauan (mak, bahasanya!). Iya, dari dulu juga saya sering galau, tapi makin kesini rasanya bangga gitu bisa bikin kegalauan saya sedikit lebih elegan lewat tulisan dalam blog ini (kalau ini postingnya di twitter, udah pake hashtag #galau :p)

Akhir kata, selamat ulang tahun yang kelima untuk blog saya. Semoga panjang umur dan jadi anak yang berbakti pada orang tuanya (saya). Terima kasih untuk semua proses pembelajarannya. Tetap cihuy dan elegan! :D

ps. foto dipinjam dari sini dan diedit seadanya :)
26.10.12

Repotnya Punya Teman Artis :))

Hari ini saya iseng buka statistik di pengaturan blog saya. Statistik blog itu semacam informasi bagi pengguna blog supaya dapat mengetahui berapa jumlah pengunjung blog, di negara mana saja blog saya pernah dibuka, traffic sources, hingga browser apa yang digunakan orang-orang ketika membuka blog saya. Canggih ya blogger sekarang? Banget.

Nah, ada yang lucu nih ketika saya buka traffic source blog saya.. Bikin saya ngekek-ngekek sendiri. Haha, emang ribet ya kalau punya temen artis.. :)) Penasaran? Nih monggo dilihat:


Itu adalah print screen dari traffic source blog saya. Orang yang ngetik keyword itu nyasar di blog saya. Dan iyah, itu Fitri Windawati alias Pipit, teman saya. Artis FTV, jika aku menjadi, dan model di beberapa majalah, koran, dll, dll. Ah, senangnya punya teman artis :))) Btw, kenapa yang masukin keyword itu bisa nyasar ke blog saya ya? Entahlah, mungkin hanya Sergey Brin dan Larry Page yang tahu! :p

Ice Chocolate Velvet Oreo

Saya sebel banget hari ini. Dari tadi tengah malem dimarahin terus sama Ndoro Kakung perihal UNU 600. Iya, saya ngerti kalau saya emang lagi kegandrungan banget sama RM. Tapi ya sebel aja gitu, saya kan nontonnya di sela-sela ngerjain UNU 600. Tapi tetep aja dibawelin. Diteleponin dari tengah malem sampe tadi siang. Diingetin terus, ditegur terus, dimarahin terus. Capeeek~

Di kosan juga saya bosen. Jenuh, panas, sumpek, nggak mood buat baca buku. Panas jogja juga nggak bisa kompromi hari ini. Nyengat sampe kipas angin aja nggak mempan. Males di marahin lagi, saya akhirnya cabut ke Coklat. Ngadem, ngenet, sekalian baca-baca dan (kalau dapet ide) nulis.

So here i am, sendirian di coklat, diiringi lagu Katy Perry, anime Naruto, dan segelas es coklat oreo yang manisnya kebangeten. Tapi ya udah pesen, mahal pula harus dihabisin.


Akhir minggu ini saya asli bokek parah, ditambah ke coklat ini dan ada diskon semua buku di togamas 30%. DEM! Saya mau beli buku!!!! Ah, hidup ini penuh curhat colongan liku-liku, ada suka ada duka, semua orang pasti pernah melaluinya~
Dem, dem, dem, kapan UNU 600 ini segera selesai?? *self talk*
19.10.12

[Book Review] Kala Kali


Judul: Kala Kali
Penulis: Valiant Budi dan Windy Ariestanty
Penerbit: Gagas Media
Tebal: 513 Halaman
Harga: Rp. 53.000

Akhirnya beli buku ini juga~~
Awal ketertarikan saya terhadap buku ini adalah ketika salah satu penulis favorit saya, Windy Ariestanty, ngumumin di twitternya kalau dia bakal nerbitin novel duet berjudul Kala Kali. Saya langsung masukin judul buku itu ke dalam list wajib beli.

Well, Kala Kali adalah buku kedua yang saya baca dari karyanya Windy Ariestanty. Saya memang beli buku ini sengaja karena penulisnya adalah Mbak windy. Sedangkan untuk Valiant Budi, saya belum pernah baca buku-bukunya. Tapi sepertinya Valian Budi sudah menerbitkan banyak buku juga kok...

Dari segi cerita, saya lebih suka ceritanya Mbak Windy (Bukan Cerita Cinta) dibandingin ceritanya Vailant Budi (Ramalan dari Desa Emas). Kenapa? Pertama, soal bahasa, Mbak Windy dapet poin plus karena berhasil menyajikan tulisan romantis-serius dari sudut pandang cowok. Ini menjadi nilai plus karena susah loh (kayaknya sih :p) ketika seorang perempuan menulis cerita dari sudut pandang cowok. Romantis pulak. Aaakk~ *oke, fokus*. Kedua, Alur cerita tidak gampang ditebak. Seperti yang sudah kita tahu, cerita cinta pasti berujung pada dua hati jadi satu. Tapi proses bagaimana mereka saling menemukan, memahami, dan jatuh cinta, adalah yang membuat cerita cinta satu berbeda dari cerita cinta lainnya. Ketiga, banyak quotes-quotes mak-jleb yang berhasil bikin saya ngais-ngais tanah. Dapet ilham dari mana ya Mbak Windy sampe bisa bikin quotes seperti itu? :p Keempat, buku ini mempunyai banyak referensi. Mulai dari cerita fotografi dari Pak... (saya lupa namanya -_-) dan cerita cinta Eros aka Cupid. Oh ya, dalam buku ini juga kedua penulisnya menyelipkan foto-foto dengan caption yang nyambung sama ceritanya. Ini cuma perasaan saya atau gimana ya, foto-foto itu rasanya nggak bicara banyak tentang cerita dalam buku ini. Jadi kalaupun semua foto dalam buku ini dihapus, kayaknya nggak bakal mengubah isinya deh. Tapii, untuk masalah foto ini saya masih bisa nerima lah, bukan masalah :).

Dari segi bentuk fisik buku, saya nggak suka sama konsep buku ini. Cover belakang buku ini nyambung sampai cover depan dan mencakup judul bukunya. Jadi kalau lagi baca, cover belakangnya itu mengganggu sekali! Saya termaksuk orang yang selalu menyampul buku-buku yang saya beli. Nah, pertanyaannya adalah, gimana caranya nyampul buku ini? -_- Tadinya kepikiran untuk menggunting cover belakangnya, tapi kok sayang ya....

Dari soal harga, yah lumayan menguras kantong mahasiswa lah, harga bukunya 53.000. Tapi ini sebanding kok sama kualitas kertas, cetakan, dan ceritanya! :D

Overall, saya kasih rating 3/5 untuk buku ini. Buat yang lagi galau-galau gimaanaa gitu atau lagi jatuh cinta tingkat akut, saya saranin baca buku ini (terutama ceritanya Mbak Windy). Well, ayo hunting buku dan selamat membaca! :D


Quotes dari cerita Bukan Cerita Cinta by Windy Ariestanty:


  • “Berhatilah-hatilah dengan pertanyaan. Jawaban yang didapat tak selamanya menyenangkan” 
  • “Tak pernah ada cara yang tepat untuk mencintai. Yang disebut tepat adalah ketika aku dan kamu saling mencintai dengan cukup” 
  • 'Karena mengalami kehilangan adalah bagian dari kembali kepada menemukan. Tapi jangan pernah kaulupa, kau tak akan pernah kekurangan cinta.’| ‘Karena cinta itu besar?’ | ‘Karena aku tak akan berhenti mencintaimu.’ | ‘Seberapa besar kau mencintaiku, Bu?’ | ‘Sebesar kuku jari.’ | Aku yang sedang menggigiti kuku jari tengahku terdiam. ‘Kuku jari?’ | Ibu menatapku dengan tersenyum. Senyum yang selalu aku rindukan, terutama ketika aku ulang tahun dan patah hati. Dan malam ini, aku mengalami keduanya. ‘Iya. Kuku jarimu selalu tumbuh meski kaupotong. Sebesar itulah cinta. Tak pernah sangat besar, tidak juga terlalu kecil. Cinta itu cukup.’
4.10.12

Star Girl :)

Kapan terakhir kali kamu menjadi diri sendiri?

Dengan menjadi bagian dari satu kelompok, masih bisakah kamu mengenali identitasmu sendiri? Masih bisakah kamu menyuarakan pendapatmu yang murni hasil dari pemikiranmu? Tanpa mengamini perkataan orang lain? Masih beranikah?

Susan "StarGirl" Caraway bisa, dan dia berani.
Tapi dengan konsekuensi yang besar, semua orang mengucilkannya karena dia berbeda. Pada awalnya ia disenangi karena berani memberikan udara segar bagi SMA Mica yang selalu seragam dan menjenuhkan. Namun lama-lama siswa SMA Mica tidak lagi menoleransi kebiasaan Star Girl yang dengan sukarela bernyanyi dengan ukulelenya kepada siapapun yang sedang berulang tahun di kantin sekolah, mereka tidak lagi menoleransi Star Girl yang menolong anggota basket tim lawan SMA Mica yang cedera, mereka tidak lagi menoleransi gaya berbusana Star Girl yang selalu nyentrik, mereka tidak lagi menoleransi... kecuali Leo.

Itupun hanya sementara.

Leo yang diwujudkan sebagai sosok remaja yang jenuh dengan keseragaman SMA Mica pun lama-lama menyeret Star Girl untuk melebur bersama ratusan siswa lain. Leo tidak sadar bahwa hanya dengan Star Girl lah ia bisa merasa sebahagia itu. Bersama Star Girl, ia mendapatkan cara meditasi baru untuk menghilankan diri sejenak dari keadaan dunia, bersama Star Girl ia bisa berbicara dan mendengarkan tanpa henti, bersama Star Girl ia menyadari sudut-sudut kecil di surat kabar yang ternyata memberinya banyak pengalaman baru... tapi bersama Star Girl juga Leo harus memilih, mana yang lebih ia cintai, teman-temannya di SMA Mica atau Star Girl.


Buku ini bener-bener bagus. Pertama kali saya baca buku ini pas saya SMP kelas dua. Pas awal kuliah, saya lihat buku ini di obral di sebuah toko buku. Tanpa pikir dua kali, saya langsung beli dan baru sempet baca beberapa minggu yang lalu. Saya suka banget sama karakter Star Girl disini. Jerry Spinelli sukses mewujudkan sosok Star Girl sebagai perempuan yang nyentik, unik, namun rapuh di dalamnya. Oh ya, biarpun dari tadi saya ngomongin tentang Star Girl, tapi sudut pandang pertama dalam novel ini adalah si  Leo lho.

Walaupun ini termaksuk buku lama (nggak tahu deh masih ada di gramedia atau nggak), tapi ini adalah buku wajib baca. Yang lagi ingin membaca cerita yang segar dan unik, buku ini wajib untuk dikoleksi. :)

Rating: 5/5