SOCIAL MEDIA

27.7.13

Moving On

SO.

I've change my blog appearance. Hehehe.. Lagi senang warna tosca dan pink, voila, jadilah yang seperti ini. hehehe. Sebenarnya kegiatan ganti blog ini lebih dikarenakan ke-selo-an saya yang nggak terbatas. Yup, saya udah pindah dari Jogja ke Sukabumi. Meninggalkan kenangan, cerita, teman-teman, dan.... pekerjaan! hehe :P

WHY?

Selalu deh orang tanya kenapa saya resign dan kenapa saya pulang ke Sukabumi. Bibir saya sampe jonsi (jontor-seksi) gara-gara menjawab pertanyaannya. :P Jadi, buat yang belum tahu, kenapa saya pindah ke Sukabumi: saya pengen ngejar karir keartisan. Yup. Siapa bilang bulu mata anti badai cuma punya Syahrini? Siapa bilang Tenda Biru bisa ngehits kalau hanya dinyanikan sama Dessy Ratnasari? Siapa bilang cuma Keluarga Cemara satu-satunya sinetron mendidik dan dirindukan penontonnya? Siapa bilang kalau MC serbabisa dan serbaganteng cuma Ananda Omesh? Sukabumi punya talenta baru: Saya.

HAHAHA.

Muahahahahaha *barney's evil laugh*. Iya itu semua list artis-artis dari Sukabumi. Iya, kalian boleh percaya boleh juga cuma ketawa ngakak kayak saya yang lagi ketawa sambil nulis postingan ini. :)) Ya sudah, silakan kamu mengambil kesimpulan sendiri dari postingan ini. Sampai ketemu di teater besok sabtu!


Salam chibi-chibi~ hak hak hak~
2.7.13

Tentang Sederhana


Source


Pesan ini kutujukan untukmu, bersamaan dengan segenggam janji yang ku tasbihkan dalam apa yang kita sepakati sebagai upeti.

Aku meluapkan perasaanku dengan sederhana. Dengan rangkaian kalimat ringan tapi penuh makna, dengan untaian topik pemicu gelak tawa hingga airmata.

Aku menggambarkan rasa ini dengan sederhana. Seperti caramu tertawa, caramu menghapus duka, dan caramu mengumbar kata-kata.

Aku menuliskanmu dengan sederhana. Seperti  cara kita mengucap salam selamat pagi, ceria setelah sama-sama menyelesaikan satu fase baru dan meninggalkan sedikit lubang yang menganga.




Apa itu terlalu sederhana, merasa nyaman denganmu tanpa ada tuntutan apa-apa?

Kini tinggal kau tentukan sikapmu. Pesanku, harus tetap dengan cara yang sederhana. Tidak ada yang suka menjadi pilihan, begitu pula aku. Dua insan bersama bukan karena pilihan, tapi karena mereka mampu menguap-leburkan segalanya menjadi satu. 

Tegaskan sikapmu dan berbicaralah pada hati kecilmu yang tak pernah berdusta.




Sementara aku,

tetap disini, membacamu dengan sederhana.

Seperti ini.