SOCIAL MEDIA

31.10.13

Happy Birthday.


“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah” 
― Pramoedya Ananta Toer, Rumah Kaca

“Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia.” 
― Seno Gumira Ajidarma, Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara



Enam tahun yang lalu, saya sedang duduk di lab komputer SMA ketika memutuskan untuk membuat sebuah akun blog. Pada waktu itu, blog adalah suatu hal yang lagi ngetren. Mulai dari curhat blak-blakan sok gaul ala Raditya Dika, sampe curhat terselubung kayak sekarang. Seneng, sedih, lucu, galau, semua ditulis disini. Bagi saya, menulis adalah hobi yang menyenangkan. Dan melalui blog ini, saya belajar banyak hal tentang menulis

Saya selalu menganggap blog adalah "mahluk" yang bisa tumbuh sesuai dengan isinya. Yustisiaspage atau melafalkan intuisi, pada awalnya saya buat tanpa konsep. Yang pasti saya ingin menulis untuk diri sendiri, bukan untuk orang lain. Maka semuanya saya tulis, campur-campur seperti gado-gado betawi cabe tiga, pedesnya pas dan bikin nagih. Maka saya kerap kebingungan jika ada orang yang bertanya apa konten blog saya. Secara singkat akan saya jawab: "fiksi". Namun jika orang tersebut memaksa maka akan saya jawab "fakta yang di modifikasi". Hahaha, rancu memang (seperti yang nulis :p). 

Selama enam tahun, sebagai "mahluk", saya merasa yustisiaspage telah tumbuh lumayan sehat (baik), dengan, menurut saya, gaya menulis yang lebih baik dibandingkan dengan postingan awal :). Walaupun saya masih sering hiatus, tapi terkadang blog ini adalah alasan saya untuk kembali menulis. Setiap orang membutuhkan tempat untuk mengadu. Selain berdoa, blog ini adalah tempatnya. Saya mengadu, pada random visitor dan followers yang membaca blog ini, hehehe. Terima kasih untuk kamu yang sering meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya yang masih jauuuuuh dari sempurna ini :)

Harapan saya, seperti kebanyakan blogger lainnya, saya ingin tetap ngeblog, dan tetap menulis. Selamat ulang tahun yustisiaspage!

Source

12.10.13

Pada Kalimat yang Berjarak



Pada kalimat yang berjarak itu tersimpul rindu yang terdiam.
Kadang mengumpat kenangan, kadang bermekaran kata rindu.

Pada kalimat yang berjarak itu timbul kepedulian.
Kadang tentang pencapaian, kadang juga tentang mimpi yang terpendam.

Pada kalimat yang berjarak itu ada kita.
Yang tak saling melihat namun sama-sama tersenyum;
yang tak saling mengungkap namun merindu;
yang tak saling bertegur namun mengucap doa yang sama.

Pada kalimat yang berjarak itu ada komposisi luka, bahagia, tawa, dan tangis.
Kita.