SOCIAL MEDIA

16.12.15

Japan Stories: 3 Tempat yang Bisa Dikunjungi di Kyoto dalam 1 Hari: Hutan Bambu Arashiyama, Toei Kyoto Studio Park, dan Kyoto International Manga Museum

Day 5
Kyoto.

Pagi harinya kami bangun dengan perasaan bahagia. Bukan, bukan karena masih inget kebaikan mas mas ganteng baju putih itu (tapi iya juga sih, sedikit), tapi karena HARI INI KAMI AKAN MENJELAJAH KYOTO!! KYAAAA~~

Kalau di beberapa kota sebelumnya kami mengandalkan transportasi kereta, di Kyoto kami mengandalkan transportasi bus. Kami membeli tiket one day pass untuk keliling Kyoto seharga ¥500. Belinya di hostel tempat kami menginap, Ryokan Ohto, setelah ditawarkan oleh Obasan pemilik hostelnya. Jujur saya lebih mudah memahami rute perjalanan kereta daripada bus. Saya juga takut naik bus karena kalau di Indonesia kan jadwal bus nggak pasti. Seketemunya aja di jalan, cegat, naik, nyampe. Tapi ya kok saya ngebandingin transportasi Jepang sama Indonesia, ya jelas beda lah! :p

Karena kami hanya punya waktu dua hari satu malam di Kyoto, kami memaksimalkan waktu untuk biasa mengunjungi tiga tempat wisata di hari pertama. Sekitar jam 8 kami sudah siap keluar dari hostel. Oh ya jangan lupa minta peta wisata di Kyoto ke pihak hostel untuk memudahkan kita ketika jalan-jalan. Beruntung halte bus letaknya sangat dekat dengan hostel tempat kami menginap. Hanya berjalan 3 menit atau kurang lebih 50 meter saja. Sebenarnya bisa juga sih kalau mau naik kereta, tapi seperti yang sudah diceritakan di postingan sebelumnya, jarak stasiun Kyoto dan hostel kami lumayan jauh. Hehehe.. Nah, tiket bus, kereta, dan peta sudah di tangan, saatnya berangkat!

Kyoto Bus Map

8.12.15

Adv | Siap-siap Belanja Hemat di Hari Belanja Online Nasional 2015



Kalau lagi gila-gilanya kerja dan dikejar deadline, rasanya 24 jam sehari itu nggak cukup. Nggak sekali-dua kali jalan di lapangan lebih dari 12 jam! Capeknya nggak usah ditanya. Belum lagi kalau di jalan macet, sampai kantor masih banyak PR, dan perintilan ini-itu~~

Pelarian saya biasanya adalah internet. Has the internet dominate my time? Yes, big time. Ada aja hal menarik di internet yang nggak pernah membuat jenuh. Mulai dari nonton youtube, main game, update dan kepo di media sosial, blogging, scrolling instagram sampai jebol, browsing 9gag sampai ketawa nangis, dan yang paliiing sering adalah buka situs belanja online.

5.11.15

Eco Pesantren Daarut Tauhiid Bandung


Eco Pesantren Daarut Tauhiid

The best way to handle stressful deadline is to face it with a big smile. To bring that mood, I decided to pitch an idea about one of famous pesantren (how to call pesantren in english? Pesantren: a school with religious concept in their curriculum) in Bandung. The reason is very simple: Bandung always bring me a good mood.

Actually, I already have this idea for along time ago. A lot of my colleges keep asking me why Bandung? Why I must go there for two days just to make a feature coverage? And I keep telling them, WHY NOT?! :D

Located 16km from the city of Bandung, Eco Pesantren surrounded by breathtaking view. As far as I can see, there's rows of vegetable crops ready to harvest. The horse riding arena beautifully arranged although in some places there's still under construction. Yes, my mission is to make a sport activity under Sunnah Rasul for Pesona Islami coverage (horse riding and archery).


29.10.15

Keep Life in Perspective, Be Nice to People.

Pic Source

To whom it may concern,

They said when life gives you lemons, make a lemonade. But it's not easy as it seems. Sometimes in life, we had a pitiful things. Entah itu terlambat bangun pagi, kehabisan bensin, kena macet di jalan, beli makanan dengan harga yang nggak worth it dengan rasanya, sampai disemprot orang dengan alasan yang nggak masuk akal. Ada banyak hal yang membuat mood kita seketika berantakan. Ada. 

Ayo fokus di contoh kasus yang terakhir. I think people have their own problems and the best way to handle it is just to stay cool. OR, keep make a lemonade as a proverbial phrase. Put a lot of sugar on it. A LOT. I'm sure it's not an easy job to do, but I think your problem is yours. And how you handle it reflects your true colors. Jangan sampai deh, nyolot, ngeluarin kata-kata yang nggak enak buat didengar orang lain. Apalagi nyemprot ke orang yang sama sekali nggak tau apa-apa tentang masalah yang sedang kamu hadapi.


25.10.15

Japan Trip: 4 Jam ke Museum Detective Conan di Tottori!

Day 4
Tottori.

Aoyama Gosho Museum

Sebelum berangkat ke Jepang, masing-masing dari kami punya daftar tempat yang wajib dikunjungi. Sammy: satu tempat di Tokyo (masih rahasia :p), Dwi: Satu tempat di Kyoto (masih rahasia :p), dan Saya: Aoyama Gosho Museum, Tottori.

Masalahnya, Tottori itu jauh, gaes.

Kami tidak menemukan banyak referensi yang membahas menganai Tottori. Tempat wisata disana pun tidak banyak, sayang rasanya kalau menginap disana. Jadi kami memutuskan untuk tidak menginap di Tottori. Rute kami : Osaka-Tottori-Kyoto.

Lalu setelah kami mendapat peta JR dan tanya sana-sini, kami baru tahu kalau sebagian jalur kereta shinkansen menuju Tottori tidak masuk dalam fasilitas JR. Ini kami ketahui malam sebelum berangkat ke Tottori, atau malam terakhir di Osaka. Maka kami sudah ancang-ancang dulu untuk memesan seat shinkansen menuju Tottori di Stasiun Osaka.

18.10.15

Japan Stories: 3 Tempat di Osaka yang Bisa Dikunjungi dalam Satu Hari: Museum Takoyaki, Universal Studio, dan Hep Five!

Day 3
Osaka

Hola! Jadwal saya di hari ketiga Japan Trip masih di Osaka. Niat kami, mengunjungi trade mark Osaka yang mudah dijangkau menggunakan JRP (dimana sih di jepang yang nggak mudah dijangkau naik transportasi umum? :’D). 

Kami memulai perjalanan sekitar pukul 8.30 waktu setempat. Keluar hostel langsung disambut hawa yang dingin walaupun matahari bersinar terik sekali! Dari stasiun Fukushima, hanya sekali naik kereta menuju stasiun Universal Studio. Ya tujuan utama kami hari itu adalah ke Universal Studio Jepang.

Kami merencanakan untuk ke 3 tempat dalam hari itu. Dan untungnya kesampaian semua :’) Berikut tiga tempat yang kami kunjungi:

1. Museum Takoyaki Osaka

Oishii!!

Osaka adalah kota takoyaki! Konon di jalanan Osaka terdapat buanyaaak sekali kedai yang menawarkan takoyaki. Panganan bulat berisikan gurita ini merupaka camilan wajib yang biasa disantap warga sekitar. Bahkan saking terkenalnya, sudah umum ditemui wajan kecil bulat pembuat takoyaki di rumah penduduk Osaka :)

19.9.15

Japan Stories: Romantis di Umeda Sky Building

(Still) Day 2
Osaka: Umeda Sky Building

Kamar kami sudah siap ketika kami sampai di hostel. Wifi pocket yang telah kami pesan juga sudah sampai dengan selamat dan sejahtera. Kami lalu menuju lantai 4 sambil membawa barang. Oh ya perlu di ingat, J-Hoppers Osaka tidak memiliki lift. Encok punggung belbi naik tangga sambil bawa tas~

Setelah leyeh-leyeh dan mandi-mandi syantek, sekitar jam 7 malam kita kembali keluar menuju Umeda Sky Building.

Dari hostel, kami kembali naik kereta JR Osaka Line Loop dan turun di Stasiun Osaka. Dari Stasiun Osaka, keluar di North Central Gate, setelah turun tangga stasiun, belok kanan, nyebrang. Lalu langsung ambil nyebrang lagi di kiri. Maka, kita akan sampai di sebuah terowongan. Jalan terus ngikutin terowongan dan voila, sampailah kita di Umeda Sky Building.

Sebenarnya letak Umeda Sky Building ini agak tricky. Mungkin karena kita datangnya malam, jadi tidak banyak orang yang bisa kami tanya. Tapi kebetulan di depan kami ada rombongan turis Taiwan. Jadilah kita ngintil dari belakang ngikutin mereka.. hehehe

Umeda Sky Building selain berfungsi sebagai observatory, juga merupakan kantor beberapa perusahaan. Sebagai gedung terbesar ke-19 di Osaka, Umeda Sky Building menjadi landmarks kota Osaka. Dua gedung disatukan dengan sebuah jembatan atau yang juga dikenal dengan sebutan The Floating Garden Observatory.

Tapi berhubung kami datangnya malam, kami tidak bisa menikmati keindahan garden-nya. Rugi? Nggak lah! Kerlap-kerlip lampu Osaka mampu mengusir penat kami seketika.

Sky full of stars, full of stars... (padahal gak ada bintang)


Sweet Escape: Bandung!

Masih di awal september, saya dan teman-teman NET 10 mlipir bentar di weekend untuk datang ke nikahan produser paling kece se jagad raya, Mr. Adrian Zakhary (nulis gini biar ditraktir quickly ;P). Lokasinya ada di Bandung, tepatnya di Gedung Serasan Sesko TNI AD.

Kita berangkat dari Jakarta sekitar pukul 8 pagi. Tumben banget karena semua tim kumpul lengkap-kap-kap! Bandung, here we go!

Jalanan mulus!


Rehat Sejenak di Ah Poong!

Awal September ini saya dan tim NET 5 mengadakan piknik dadakan, keluar dari Jakarta tanpa membahas pekerjaan. Sebagai tim hore, saya sih manut-manut aja kemana destinasinya yang penting kenyang! Kekeke...

Karena suara sudah bulat akan menuju luar Jakarta, tibalah hari H dengan tujuan Sentul. Hanya berjarak 1 sampai 2 jam saja dari kantor saya kok malah curiga ya, apa iya di sentul ada tempat asik untuk melepas penat?

Perjalanan kami tempuh dengan lancar tanpa macet (mungkin karena berangkat jumat pagi jam 09.00 :p). Sesekali saya menikmati mobil berlalu-lalang, sesekali juga saya fokus pada Just For One More Day-nya Mitch Albom yang sulit sekali dilepas kalau sudah mulai dibaca. Akhirnya sampailah kami di pintu keluar tol sentul.

Tujuan kami adalah pasar Ah Poong yang terletak tak jauh dari pintu keluar tol sentul. Kesan pertama saya ketika sampai adalah, wow, besar sekali! Tak heran, area dibagi menjadi tiga bagian: area A, B, dan C, 900 seats pengunjung, dan 45 vendor makanan! Belum lagi area depan terdiri dari danau (atau kali?) buatan yang memanjakan mata! Sayang, saya datang ketika sedang musim kemarau, jadi danau yang dibagian depan kering kerontang! Hahaha.. tapi jangan khawatir, danau di bagian belakang penuh terisi air. Bisa kalik naik perahu sambil kulineran~


Sampai!


8.8.15

Japan Stories: Belajar Naik Shinkansen dan Keliling Osaka!

Day 2
Tokyo – Osaka

Kami bangun sekitar pukul setengah lima dari “tempat tidur” kami di lantai 1F. Lalu, kami menuju lantai 3F untuk menunaikan ibadah sholat Subuh di praying room. Mumpung ada, di pol-polin dulu fasilitas praying room-nya :3




Setelah solat dan bersih-bersih, kami langsung menuju stasiun railway yang terletak di lantai 2F. Tujuan kami ke Stasiun Hamamtsucho, lalu ganti kereta, dan turun di Stasiun Tokyo. Jam masih menunjukan pukul setengah enam kurang, lima menit kami menunggu sebelum loket buka. Di stasiun Jepang semuanya cerba canggih. Nggak ada tuh namanya beli tiket kereta melalui kasir. Semuanya serba mesin!

Otomatis kami bertiga kewalahan. Walau tersedia dalam bahasa Inggris, tapi tetap saja kami kagok menggunakan alat penjual tiket otomatis itu. Akhirnya kami minta bantuan mbak-mbak penjaga :p. Tarifnya, ¥650 sampai Tokyo.

Tiket sudah ditangan, saatnya menuju Stasiun Hamamatsucho!

11.6.15

Japan Stories: Menginap di Bandara Haneda

Day 1
Jakarta-Kuala Lumpur-Haneda

Terminal 3 Soetta

Pesawat kami berangkat Kamis, 20 Mei 2015 pukul 06.30WIB. Dwi berangkat dari Sukabumi, Sammy dari Bandung, dan saya langsung dari Jakarta. Kami berjanji ketemu di Bandara Soekarno Hatta pukul 02.00 WIB.

Yup, menginap di bandara menjadi pilihan karena saya karena takut gak bisa bangun pagi >.< belum lagi macet Jakarta di pagi hari yang, alamak, bikin esmosi tingkat dewa. Jadi, sembari nungguin Dwi yang udah standby dari jam 11an, jam 01.00 teng saya sudah berangkat menuju Soetta. Yep, I’m zuuper excited!!

5.6.15

Japan Stories: Persiapan Traveling ke Jepang


Salah satu rumah cantik di Tottori

Di akhir bulan Mei 2015 ini, saya berkesempatan untuk mengunjungi JEPANG. Ya, JEPANG. Negeri sakura itu. Hehehe.. Excited banget, karena sebagai manga holic, saya punya mimpi untuk mengunjungi Jepang suatu saat nanti. Dan, cita cita itu sudah terpenuhi! :D

Berbagai persiapan saya lakukan sebelum berangkat ke Jepang. Banyak deh, mulai dari hal kelihatan sampai hal nggak kelihatan (dalam kasus ini, bukan hantu ya), dari hal yang paling simpel sampe yang paling ribet. 

Nah, dalam riset persiapan sebelum ke Jepang, internet amat sangat membantu saya memberikan referensi. Maka dari itu saya ingin membagi pengalaman saya. Tulisan ini akan saya bagi dalam beberapa postingan. Tapi, di postingan kali ini saya hanya akan berfokus pada persiapan apa saja yang dibutuhkan sebelum berangkat ke Jepang. Jika ada yang ingin ditanyakan, monggo tinggalkan komentar anda di kolom komentar di bawah postingan ini. Atau, jika kamu sudah pernah ke Jepang dan ingin menambahkan satu dua hal, tuliskan juga dalam komen ya, nanti akan saya tambahkan :)

So, inilah hal hal yang perlu dipersiapkan sebelum traveling ke Jepang versi on the spot Diaz Lovato


9.4.15



She's my role model. Always will, and always be. 
:)
7.4.15

Just, Don't.


At the end of the day, after work, don't expect too much. Just, don't. Especially for your own happiness. 

Just, 
don't.


2.3.15

24


Yogyakarta selau magis. Terlepas dari pro kontra penyebutan Jogja, Yogya, maupun Yogyakarta. Tiap sudut di kota ini memiliki banyak kenangan bagi saya. Sebutlah satu sisi di Jogja, dan saya bisa memberikan cerita manis tentangnya. Karena itu saya harus kembali ke Jogja, untuk mengumpulkan lagi momen-istimewa.

Empat hari di Jogja, ternyata sudut kota ini tetap tak berubah. Merangkum perjalanan dengan tawa dan cerita disetiap putaran roda motor pinjaman, menikmati matahari terbenam di selatan alun-alun, dan sepiring mie godog favorit yang disajikan satu porsi dengan celotehan celotehannya.

Dia. Iya, dia. Yang jarang saya temui.

Dengannya, saya berbagi (lagi) kisah kisah yang sama-sama tidak kami ketahui. Saya dengan sekelumit cerita suram Jakarta, dan dia dengan bergam harapan tentang masa depannya di negeri antah berantah. Padanya, kadang saya menanamkan bibit-bibit mimpi untuk ditumbuhkan bersama. Dan pada saya, kadang dia melabuhkan impian untuk sama-sama diwujudkan.

Sepiring mie godog yang tak kunjung dingin membuat pembicaraan di malam itu makin lama. Asap beraroma sedap mengepul, mengantarkan obrolan kami pada sajian kuliner tanah Jogja yang belum sempat kami singgahi. Empat hari berjalan bagai kilat.

***

Ketika usia hanyalah sebuah angka, kenapa ia selalu ada sebagai syarat sesuatu hal? Bukankah lebih elok jika dipandang sebagai sebuah refleksi diri, waktu perjalanan, pengungkapan, dan penelusuran makna-makna hidup?

Seperti di Jogja. Bukan tentang berapa lama saya tinggal di kota ini, tapi tentang seberapa banyak kota ini mengajari saya arti hidup dan kebersamaan. Sahabat dan keluarga. Kuliner dan tradisi. Kedatangan dan kehilangan..

Dan sekali lagi, di Jogja, saya menasbihkan diri pada usia yang baru. Ditemani rintik hujan yang baru di subuh pagi, dalam petrichor yang tercium samar tanggal delapan pagi hari, saya berbisik pelan: Dunia, saya siap menjadi 24.



25.1.15

Begin Again

I can't help it. Just watched Begin Again yesterday and I'm falling in love with the character of Gretta. The role play beautifully by Mrs. Keira Knightly. My favourite part is all scene when Greta's on it. Yeah, I Love all scene! ;p

you can tell a lot about a person by what's on their playlist.

Singing and music are two things that Keira has less interested in. She also said in this interview that she hated karaoke and just be able to singing sometimes while she's on the shower. However, her role, Gretta, a passionate song writer/singer, forced her to learn playing guitar and singing at the same time. The result was explode the screen! This movie is a proof of Keira professionalism, that she is brave enough to quit from her comfort zone.

Her voice fit in the acoustic/folk songs.

It's like she's hanging out with Adam Levine and protected by The Hulk. 
Ok, I got it, it's the weirdest-wrong-character-combination. :p

   


And her style, Omg, so lovely from head to toe! Arjun Bhasin, the film's costume designer said that the style of Gretta was infused by vintage and boho-chic style.
Boho-chic is a style of fashion drawing on various bohemian and hippie influences, which, at its height in early 2005, was associated particularly with actress Sienna Miller and model Kate Moss in England and (as "bobo" chic) actress and businesswoman Mary-Kate Olsen in the United States. 
Let me have that body and I'll steal all she's wearing! HAHAHAHA 

Her shoes looks so comfyyet stylish!


Enjoying evening view in NYC while cycling

My fav outfit!

What do you think about the outfit? What do you think about the movie? the music? Me? Madly in love! ❤ ❤ 
19.1.15

Melafalkan Intuisi in 2015


click the pic for source

Hello, Happy new year! :D
(sumpah ini telat banget)

Well, nggak ada yang berbeda dari malam tahun baru di tahun ini dan tahun sebelumnya. Aktivitas tetap sama: ngeliput. Yep, da aku mah apa atuh, sebagai kuli pita sejati *apasih* dan orang yang nggak suka dengan keramaian, ngeliput di malam tahun baru is a BIG NO. Tapi balik lagi, da aku mah apa atuh, job is job my friend, it has to be done :') *nangis di pojokan*

Oke cukup basa-basinya.

Well, saya bukan orang yang biasa membuat resolusi tahun baru. Lebih suka membuatnya di usia yang baru, entah kenapa. Lebih termotivasi gitu. Tapi tahun ini sepertinya harus membuat. Bukan untuk saya, tapi untuk si blog ini :)

November 2015 nanti blog ini genap berusia delapan tahun. Delapan tahun, bro. Dari awal postingan nggak jelas ala-ala anak gaul (padahal nggak), postingan curhat lewat prosa, sampai posting ala-ala tumblr, semua ada di rumah kedua saya ini. 

Blog, menurut saya, blog adalah sebuah pelampiasan. Selama hampir delapan tahun, saya telah melihat diri saya berkembang melalui blog ini. Maka dari itu, saya memutuskan untuk membuat sebuah revolusi untuk blog ini.

Setelah beli domain .com di tahun 2014 lalu (kewl banget gak sih? ;p), saya pengen lebih memantapkan konsep blog ini. TAPI APA YA? Rasanya udah semedi tujuh hari tujuh malam di kamar kosan juga gak dapet-dapet pencerahan. Awalnya ingin membuang sebagian besar isi postingan dan hanya ditampilkan yang menurut saya 'layak'. Tapi, bukankah dengan menghapus sebagian cerita, itu artinya juga menghapus sebagian masa lalu? Bukankah masa lalu adalah bagian dari kita juga? Bagian dari apa-apa yang membentuk kita di masa kini?

Jadi saya putuskan untuk tidak menghapus satupun konten yang ada di blog ini dari pertama kali terbit, tahun 2007. Konsekuensinya, saya harus bebenah. Blog ini super berantakan. Banyak tags yang tak berurutan, banyak tulisan yang tidak terfokus (hampir semuanya). Jadi setelah semedi dan makan banyak cokelat (??) akhirnya saya memutuskan untuk membuat beberapa konten yang kini sangat saya minati.


click the pic for source

CONTENT
Yep, bisa dilihat di pojok kanan blog ini ada menu Content, dimana saya mengklasifikasikan beberapa tulisan dalam konten berbeda. Fungsinya sama seperti tags tapi lebih terfokus. Hingga kini Content baru berisi dua jenis saja: Self Explore dan Sunday Fav Links. Kenapa memilih dua tema itu? Pertama, karena belakangan saya senang memperhatikan dan menulis seputar dunia anak muda, sosial, dan psikologi. Masih belajar yah, belum expert. Tema-tema itu kemudian saya refleksikan dalam kehidupan perempuan/ perempuan muda melalui tulisan ringan. Boom! Lahirlah self explore :)

Kedua, dengan banyaknya konten menarik di internet, saya merasa saya perlu berbagi link-nya melalui blog ini dan sedikit me-reviewnya. Ide ini berangkat dari beberapa teman yang saya perhatikan kalau sedang berselancara di dunia maya kok bukanya website itu-itu aja. Kalau nggak buka media sosial, stalking gebetan atau mantan. Heyyloooo masih banyak hal-hal seru yang bisa kamu temukan di internet. Maka dari itu, saya ingin berbagi link-link yang (menurut saya) keren di Sunday Fav Links! ;)

Kini, saya punya 2 Content yang sedang saya garap untuk diterbitkan di blog ini. Doakan saja semoga cepat matang dan bisa segera saya unggah. Hehe, 

VLOG
Dengan kecanggihan teknologi, kini semua orang bisa menjadi jurnalis kreatif. Istilah Vlog atau video-blog juga makin ramai digandrungi, terutama di Indonesia. Walaupun jumlahnya masih sedikit dibandingkan dengan di negara lain (US contohnya), tapi tanpa disadari modal-modal dasar untuk mulai menjadi Vlog sudah dimiliki masyarakat Indonesia. Smarphone? check! Tongsis? check! Aplikasi editan video? Check! Banci kamera? check! (;p) Tinggal niat bikinnya aja yang masih belum menjamur :)

Banyak kategori vlog yang saya subscribe berkali-kali (emang bisa?) di youtube. Mulai dari yang kocak-somplak, DIY tip n tricks, sampai hijab vlogs seperti salah satu favorit saya: Hijab Hills ^^ Dari situlah saya penasaran dan ingin coba untuk membuat vlog. Ide sudah ada, akun youtube sudah disiapkan (seadanya), tinggal Insha Allah, di eksekusi bulan Mei ini. Doakan ya :)

COMMENT
Dulu, waktu awal-awal membuat blog, senang sekali rasanya berseluncur ke blog teman-teman dan meninggalkan komen di postingannya. Kini? Lebih banyak jadi silent reader. Hal ini baru terpikir lagi ketika tiba-tiba ada satu notifikasi yang masuk ke email saya tentang seseorang yang meninggalkan komentarnya di salah-satu tulisan saya. Rasanya? Luar biasa! Seperti mendapatkan sepucuk kartu pos dari sahabat pena! Senang Sekali!

Maka dari itu, saya juga menargetkan untuk sebisa mungkin meninggalkan komen setelah membaca atau mengunjungi tulisan teman-teman di dunia maya. Selain membuat teman baru, tentunya juga memperluas pergaulan gitu. hihi :)

Well, cukup itu resolusi blog yang ingin saya lakukan di tahun 2015 ini. Kalau kamu gimana? :)




------
7.1.15

Gloomy Jakarta

Gloomy Jakarta

Merasa tidak bersemangat belakangan hari ini. Prioritas-prioritasnya memudar, padahal masih awal tahun. Rencana-rencana memudar, loyo, lalu menguap entah kemana. Mungkin butuh rehat sebentar jauh dari rutinitas seperti ini. Disaat seperti ini, saya rindu Yogyakarta seisi-isinya.