SOCIAL MEDIA

10.1.16

2016: Sebuah Prolog



Kembang api beradu lagi, menghias malam di pergantian hari. 2015 telah berlalu. 

Ada rasa syukur yang pertama kali saya ucapkan malam itu: syukurlah saya tak ditugaskan meliput pergantian malam tahun baru. 2 tahun sebelumnya saya sukses jadi "ikan pindang" diantara lautan manusia sejagad Jakarta yang tumpah ruah di sepanjang Jalan Sudirman hinga Monas. Kapok. Tahun ini Alhamdulillah saya bisa dapat "libur" dan stand by di depan rentetan film-film channel Fox sampai tertidur.

Saya tidak terbiasa merayakan tahun baru, tapi saya suka atmosfir orang-orang yang menaruh harapan pada tahun baru. Seperti, mendongkrak semangat untuk membuat daftar resolusi, berlomba memilki target yang terbaik, dan lainnya. Sepertinya mendadak semua orang berpikir logis, mendeklarasikan kemampuan dirinya pada daftar-daftar keinginan beralasan. Atau bahkan berpikir liar, mencantumkan target tinggi yang entah kapan akan terealisasi :)