SOCIAL MEDIA

23.11.17

Persimpangan – Persimpangan Jalan yang Menyenangkan

My very first PTC training back in 2013

Di suatu hari yang selo, saya pernah mikir: siapa saya tanpa atribut kerjaan yang sekarang saya punya? 

Pernah mikir hal yang sama nggak sih? Siapa kita tanpa atribut pekerjaan yang kita gunakan sekarang? Untuk pekerja kantoran seperti saya, status kerjaan di kantor otomatis menjadi jati diri. Whether you like it or not, that’s the fact. We spend our time mostly at the office, working our ass off for something we paid for. Teman-teman saya juga kalau lagi kumpul pasti bilangnya Diaz yang kerja di XX. Selalu nggak lepas dari embel-embel pekerjaan. Gitu.
16.11.17

Jalan-jalan Ke 4 Tempat Wisata Alam di Bekasi Ini, Yuk!


source: harianberitaindonesia.co.id
Nggak kerasa November ini pas 4 tahun saya numpang hidup di Jakarta. Dari yang nggak tau apa-apa, sampai (sedikit) tau apa-apa. Mulai dari tau jalan, rekomendasi makanan, gedung-gedung penting yang biasa disambangi untuk liputan, hingga tempat wisata. Hehehe, jujur sih nggak banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di Jakarta selain Mall. Karena itulah, biasanya saya lebih memilih wisata ke kota-kota lain yang ada di sekitar Jakarta seperti ke Kota Bekasi, Jawa Barat. 

Selain terkenal memiliki banyak pabrik-pabrik industri, ternyata ada banyak lho wisata alam di Bekasi yang menawarkan sensasi yang berbeda. Mulai dari alamnya yang sejuk, sampai tempat-tempat tersembunyi yang belum banyak diketahui banyak orang! Nah, berikut saya rangkum di keseruan wisata di Bekasi.
10.11.17

Kelezatan Durian Cikakak dan Pesona Tugu Cengkuk Sukabumi



Setelah kami puas jalan-jalan ke beberapa tempat di Sukabumi, masih dalam rangkaian Amazing Geopark Adventure Tourism atau AGAT 2017, di hari yang sama perjalanan dilanjutkan ke Situs Tugu Gede atau biasa dikenal dengan sebutan Situs Tugu Cengkuk. Jaraknya cukup jauh dari tempat kami menginap. Total perjalanan kurang lebih 4 jam melewati jalanan aspal dan bebatuan yang naik turun. 

Di perjalanan kami berhenti sejenak di salah satu penjual durian khas sukabumi, Durian Cikakak. Rezeki anak soleh banget bisa merasakan (lagi) kelezatan durian asli Sukabumi ini! Terakhir makan durian ini ketika kelas 2 SMP (tahun 1650, wkwk) sampe udah lupa rasanya! Jujur, nggak sempet foto bentuk durian ini dari dekat karena begitu durian dibuka langsung kami serbu habis! Ya Allah enak banget sampe mau nangis *lebay tapi bener*
25.10.17

Enchanted by Amazing Geopark Adventure Tourism: Another Face of Beautiful Sukabumi



It all started when one of my friend mention me on Facebook to register to open trip for selected bloggers. And here I am, writing down my amazing 2 days 1 night trip to my own beloved city, Sukabumi ☺

Growing up in this little city between Jakarta and Bandung literally mixed up my feelings for the past 26 years. As a local, I didn’t find any interesting destination here. Yet, my friends keep coming and asking to travel here. I know nothing about my hometown.


10.10.17

Kerja di Televisi? - Ekspansi

Image source: Pinterest

Hari ini salah satu kenalan saya banyak “bercerita” tentang industri media khususnya pertelevisian di Indonesia. Dia bilang industri media di Indonesia itu setengah jalan menuju kematian, dan dia meminta saya untuk mengakuinya dalam kalimat lantang. Tentu saja tidak saya turuti.

“Gue nih ya contohnya, balik kerja udah ngurusin anak-anak, ngurusin rumah tangga. Malemnya capek. Ya paling kalau lagi pengen update berita baru nonton TV. Itupun malem. Paginya riweuh ngurusin anak-anak dan tentu aja siangnya gue kerja kan. Mana sempet gue nonton TV. Siapa coba yang sekarang nonton TV? Hahahaha..” jelasnya ketika dia tau kalau saya kerja di TV. Dia lalu nyerocos selama 10 menit lamanya bak kereta. Lancar tanpa jeda.


8.8.17

Movies That Makes You Wanna Leave Your Comfort Zone




Sometimes life could be so surprising. Decisions we make, step we take, something we're fighting for.. those are blending in the confusing mind of mine. Losing opportunities, losing something (or someone) in that process is frightening me up. It's like the dark-scary-monster that once your parent talked to you about. Some people may took their loosing as the normal part of their life, but some other against it by spilling the ugly truth: the sadness.


20.7.17

Mencari Kineruku | Motsach #3


Motsach #3: Kineruku

Beberapa waktu yang lalu, saya melakukan short gateway ke Bandung, sendirian banget dalam rangka mencari jati diri kekekeke. Perjalanan saya lakukan menggunakan kereta dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Bandung pulang-pergi. Berangkat pukul 05.05, pulang pukul 19.45. Ini pertamakalinya saya pergi ke Bandung menggunakan kereta dan pertamakalinya juga mencoba kereta baru Argo Parahyangan. Dengan tarif Rp.80.000 sekali perjalanan untuk kelas ekonomi, komentar saya cuma satu sih: WOW. Saya kira tempat duduknya akan berhadap-hadapan (karena kelas ekonomi) tapi nggak! tempat duduknya satu arah, dengan dua arah berbeda di tengahnya (?) Gitulah gengs pokoknya :)) Di tiap tempat duduk juga ada colokan yang berfungsi selama perjalanan. Ntap!


16.6.17

Melihat Proses Pembuatan Rokok di Museum Sampoerna


Februari lalu saya berkunjung ke House of Sampoerna yang terletak di Surabaya. Edisi jalan-jalan ini masuk dalam birthday trip saya sebenarnya. Karena kebetulan sedang ada di Malang, saya pengen jalan-jalan ke tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Setelah googling sana-sini, dengan pertimbangan waktu dan sarana transportasi akhirnya kami memilih untuk jalan-jalan ke Surabaya. Kami pun berangkat naik motor (iya, motor) jam 8 pagi dari Lawang. Sampai Surabaya pantat tepos setepos-teposnya pantat (hahaha) karena ternyata jauh banget! Tapi sumpah, ini pengalaman seru yang nggak akan pernah saya lupakan seumur hidup!

13.6.17

Being 26



Today is 4 months past my 26th birthday. Being 26 years old doesn't affect me in some points, but yet it's amuse me in the fact that I'm no longer a teenager (it's just like yesterday I'm screaming passionately when watching Chad Murray's movie on tv, meh). Now I'm almost 30. This thought came just straight in my head when I was on my way to the airport for visiting my husband in Malang. I think it will be fun if I create a list about advantage and disadvantage of being 26. So here we go...
12.3.17

Mas Anang dan Pilihannya



Percaya nggak kalau jiwa yang bahagia itu adalah jiwa yang bebas menentukan pilihan-pilihan, terutama pilihan hidup? Saya percaya. Memilih (dan meyakini) sebuah pilihan adalah tanda kebebasan dan tanda bahwa orang itu berpikir. Hidup tentu selalu menawarkan pilihan, dan disitulah tugas kita sebagai individu menentukan jalan mana yang akan kita tempuh. Pilihan A, B, atau C, semua ada konsekuensinya dan itu yang harus juga turut dipahami.


2.3.17

Pengalaman Open Trip ke Bromo



Februari lalu akhirnya one of my wishlist came true! Akhirnya saya ke Bromo juga! Hehehe.. Awalnya sempat drama juga karena bingung kesananya gimana dan naik apa. Awalnya saya dan suami mau sewa mobil dan berangkat pagi buta buat ngejar sunrise. Trus kami mikir lagi, apa nanti di jalan nggak capek? Emang tau jalan? Dan keraguan-keraguan lainnya (yang sebenarnya bisa dijawab dengan googling sih, tapi lagi nggak mau aja :p). Akhirnya setelah cari referensi sana-sini, akhirnya kami memutuskan untuk ikut open trip melalui nusantara trip.

Ini adalah kali pertama saya dan suami ikut open trip. Sempat mikir yang aneh-aneh juga sih kayak gimana kalau ditipu? Ini beneran dijemput di rumah kan? Dan lain sebagainya. Tapi Alhamdulillah semua pemikiran negatif kami nggak kejadian dan ternyata open trip itu seru!

Karena rumah kami di Lawang dan travelnya memulai perjalanan dari Malang, jadi kami dijemput di depan rumah. Sekitar pukul 01.30 pagi kami dijemput pakai mobil avanza dan langsung memulai perjalanan menuju Bromo. Saya nggak terlalu ingat rute perjalanan karena sepanjang jalan lelap tertidur hehe. Bangun-bangun pukul 04.00 dan kami sudah sampai di tempat parkir Bromo. Kami lalu melanjutkan perjalanan menggunakan jeep (tidak perlu bayar lagi karena sudah termasuk dalam biaya perjalanan) menuju ke pendakian sunrise. 

Keluar dari mobil saya kaget karena udara saaaangat dingin! Padahal sudah pakai baju dua lapis + jaket & pashmina sebagai syal! Karena nggak kuat akhirnya saya membeli sarung tangan di ibu-ibu sekitar yang menjual "peralatan melawan kedinginan" seharga Rp.15.000. Ketika baru setengah jalan, hujan pun turun rintik-rintik. Memang sih kami salah datangnya di musim hujan. Hahaha.. kami pun ngiyup sebentar dan membeli jas hujan di toko dekat pendakian seharga Rp.10.000. Lha kok murahan jas hujannya? Jadi ternyata saudara-saudara, harga "peralatan melawan kedinginan" itu lebih murah kalau belinya di toko dekat penanjakan sunrise :')

Sampai puncak sunrise eh ternyata langitnya mendung! (ya iyalah kan hujan). Di puncak sunrise ini ada pendopo beratapkan genteng yang tidak terlalu luas. Intinya, saya dan suami nggak mendapatkan tempat berteduh jadi masih kecipratan air hujan. Sepatu pun pelan-pelan mulai basah karena mrembers dari air hujan. Disinilah saya mulai norak: masuk angin. Alhasil kami meninggalkan rombongan trip dan mlipir ke warkop sekitar dan memesan segelas teh manis panas, dan dua bungkus tolak angin (tentunya Dimas pesan mie rebus lengkap dengan telur rebus -_-). Rencana lihat sunrise pun gagal karena drama masuk angin.

Sekitar pukul tujuh pagi, saya dan suami pun kembali mencari rombongan tim untuk bertolak ke destinasi selanjutnya: pasir berbisik & padang savana. Di perjalanan kami banyak mengobrol. Ternyata semua peserta open trip ini berasal dari Jakarta (kantornya juga dekatan dengan kantor saya, hahaha). Mereka semua kebanyakan ngambil cuti mepet-mepet weekend dengan destinasi wisata Malang+Bromo. Keliling ke Museum Angkut, BNS, Jatim Park, Alun-alun, dan banyak tempat lainnya. Mantap! Inilah salah satu keuntungan ikut open trip: bisa dapat teman baru!







Puas foto-foto, kami pun melanjutkan perjalanan ke kawah bromo. Nah, ajaibnya ketika disini kami semua kebelet ke toilet! Ngantrinya ya ampun mengular sampai belok-belok! Sedih, harusnya toiletnya lebih banyak lagi :'(

Setelah "lega", kami pun melanjutkan perjalanan sampai kaki tangga pendakian. Kenapa cuma sampai kaki tangga? Karena kami semua sepakat untuk tidak naik! Hahahahaha.. Saya pribadi sebenarnya pengen, tapi karena lututnya masih sakit (alesan) dan lihat kemiringan tangga yang sampai 45 derajat (lebay) saya langsung mengurungkan niat :')






Jam 11 kami mengakhiri perjalanan dan kembali bertolak ke tempat parkir menggunakan mobil jeep. Langit tampak makin mendung, dan benar saja, 3 menit setelah kami masuk jeep hujan turun lumayan deras. Sampai di parkiran, kami diminta untuk duduk dan beristirahat sambil minum teh panas yang sudah disediakan. Nggak lama, meja kami dipenuhi oleh lauk-lauk yang menggiurkan! Baru inget belum makan dari pagi!




Overall, saya sangat menyarankan mengikuti open trip seperti ini jika ingin mengunjungi Bromo dalam waktu yang singkat. Biayanya variatif sih tergantung travel agent-nya. Perjalanan kami ini harganya Rp.350.000/orang, sudah termasuk transportasi (antar-jemput), dan 1x makan siang. Tentu lebih ekonomis daripada saya dan suami harus sewa mobil, jeep, dan berpeloncong berdua saja! :D


Moriana Tours & Travel
Moriana Group
Phone : 0341-368713 / 403694
HP: 081225814192 
Alamat : Jl. Hamid Rusdi 350, Malang Jawa Timur, Indonesia

16.2.17

One Fine Afternoon in Bloom Bistro & Pastry, Malang


Ketika liburan kemarin, cuaca di Malang sedang mendung dan kalau malam pasti hujan. Makanya saya dan suami selalu merencanakan dulu akan pergi ke mana sebelum keluar rumah. Well, walaupun pada akhirnya suka impulsif juga sih mau ke beberapa tempat yang nggak direncanakan. Hehe.. Seperti hari itu, sore-sore kami merasa belum terlalu lapar tapi pengen nyemil-nyemil cantik. Akhirnya kami putuskan ke Bloom Bistro & Pastry di Malang, berkat rekomendasi suami yang dulu pernah makan disini saat farewell party teman kantornya.

Nggak susah buat cari tempat ini, letaknya pas di tengah kota Malang. Ketika sampai, sekilas bentuk bangunan dari luar mengingatkan saya pada rumah-rumah di zaman belanda. Tapi begitu masuk, wow, interiornya instagramable banget! Hehehe.. Nggak berapa lama setelah kami duduk, kami pun diberikan menu. Nah, enaknya kalau makan di bistro adalah semua pasti ada. Dari camilan asin, camilan manis, minuman segar, minuman manis, kopi, jus, hingga makanan berat! Saya juga baru ngeh konsep bistro memang merupakan "pelebaran" dari konsep cafe yang merangkap sebagai restoran dan biasanya konsepnya homey dan cozy.

Karena seharian itu saya lagi kepingin minum yang manis-manis, saya memesan segelas mocha dengan aneka topping manis di atasnya (lupa namanya apa). Suami seperti biasa pesan jus smoothie (lupa juga namanya apa). Untuk makanan, karena kami berdua belum begitu lapar, jadi ingin pesan yang "ringan-ringan" aja. Jadilah kami memesan seloyang medium pizza tipis. Hehehe.. Nggak berapa lama makanan datang dan whoop langsung kami lahap. 






















Rasa pizza-nya sih so-so aja menurut kami. Entah deh kalau makanan beratnya, kayaknya paket nasi hot plate-nya enak. Mungkin kalau ke Malang lagi akan saya coba! :) Oh ya, harganya juga masih wajar kok, cukup terjangkau. Jangan lupa juga untuk tanya promo yang sedang berlangsung ke mbak-mbak waitress-nya. Waktu itu kami ditawari paket promo dessert, dimana pembelian dessert apapun free  ice/ hot tea dari jam 2-5 sore. Saya yang dari tadi emang udah curi-curi pandang ke display dessert pun kalap dan pesan satu Oreo Cream Cheese Cake (kalau nggak salah namanya ini). Sekali suap, hmmmmmm enyaaaaak~ :"D


Believe it or not, kue-kue ini cuma dummy!
Kalau yang ini beneran! Enyaaak~
Sekitar jam 5 sore kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Rencananya mau ke Batu Night Spectacular (BNS) tapi apalah daya rintik-rintik hujan udah turun. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke rumah. Gagal jalan-jalan nggak papa yang penting perut sudah kenyaaang! Happy tummy, happy me!



Bloom Bistro & Pastry
Jalan Raya Langsep No.60, Bareng, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, 65146
Telepon: (0341) 565489
 
7.2.17

Menjadi Volunteer di Kelas Inspirasi Sukabumi 2017


Istilah volunteer atau relawan sudah lama saya dengar, tapi baru benar-benar saya ikuti di tahun 2015. Saat itu saya tergabung menjadi relawan inspirator di Kelas Inspirasi Jakarta. Alasannya waktu itu sangat sederhana: saya ingin mencari kegiatan lain di luar pekerjaan kantor. Rutinitas membuat diri saya penat, dan saya merasa hidup kok gitu-gitu aja. Bangun tidur, kerja, makan siang, kerja, pulang, tidur. Gitu terus. Hiburan saya waktu itu cuma nonton film dan kumpul sama temen-temen. Tapi makin kesini kok makin hambar, rasanya ada yang hilang, ada yang kurang. Saya lalu membulatkan tekad dan daftar Kelas Inspirasi Jakarta.

Ternyata benar, ketemu banyak orang baru dengan spirit dan semangat yang sama, berbagi cerita, dan bekerja secara ikhlas seolah membri nutrisi pada jiwa saya yang kerig kerontang. Pikiran fresh lagi! Tapi yang wajib diingat, komitmen harus jadi mindset utama. Kalau sudah ada komitmen, pasti ada rasa tanggungjawab yang timbul. Disitulah skill komunikasi saya diasah. Selain itu, saya juga ditantang untuk mengkonsep sesuatu yang sebelumnya nggak pernah terpikirkan. Disitulah saya ketagihan.

Akhir 2016 saya kembali memutuskan bergabung di Kelas Inspirasi, tapi kali ini di kota empat saya tingal, Sukabumi. Tidak seperti tahun lalu dimana saya menjadi inspirator, kini saya tergabung di kepanitiaan divisi pubdekdok. Tapi ketika hari H, ada beberapa relawan fotografer yang berhalangan hadir, dan akhrinya saya diminta menggantikan. Senang sekali!

Saya kebagian di SDN Kibodas, Ciaul, Sukabumi. Letaknya nggak jauh dari pom bensin Ciaul dan dari SMA saya dulu. Hehehe.. Pagi-pagi hujan rintik tapi kami semua tetap semangat untuk datang. Inspiratornya datang dari berbagai daerah, nggak hanya warga Sukabumi aja. Ada yang dari Jakarta, Serang, Bandung... Banyak! Dan yang serunya lagi, kebanyakan inspiratornya sudah sering ikut Kelas Inspirasi di beberapa kota. Bahkan nggak hanya di Kelas Inspirasi saja, tapi di kegiatan volunteer pendidikan lainnya! Salut! Ini sekaligus pecutan buat saya unuk terus aktif jadi volunteer! :)


















 





Oh ya, untuk yang belum tahu apa itu Kelas Inspirasi, Kelas Inspirasi adalah gerakan para profesional turun ke Sekolah Dasar (SD) selama sehari, berbagi cerita dan pengalaman kerja juga motivasi meraih cita-cita. Cerita tersebut akan menjadi bibit untuk para siswa bermimpi dan merangsang tumbuhnya cita-cita tanpa batas pada diri mereka. Volnteernya biasanya dibagi menjadi; inspirator, photographer, videographer, dan fasilitator. Seru kan? Yuk luangkan waku dan bergabung jadi bagian dari Kelas Inspirasi. Dijamin nggak nyesel! ;)