#BPN30DayChallenge2018 Day 6 - 5 Facts About Me

25.11.18



Judulnya nyebelin ya? Hahaha… Jujur ini adalah tantangan #BPN30DayChallenge2018 yang ngeri-ngeri sedyap. Kenapa? Karena bagi saya sulit sekali menemukan sesuatu hal yang “Diaz Banget”. Saya merasa saya adalah orang yang biasa aja gitu, ordinary people kalau kata orang bule bilang. But well, let’s breakdown some facts about me...

1. Kucing
Dari kecil saya sukaaaaa banget sama kucing dan pengen banget pelihara “kucing beneran”, apapun rasnya yang beneran saya urusin kayak anak saya sendiri, bukan kucing jalanan yang sesekali singgah di rumah dan diberi makan. Tapi dari dulu sekeluarga cuma saya aja yang suka kucing, jadi paling banter saya hanya bisa “memelihara” kucing jalanan komplek yang singgah sehari tiga kali ke rumah. Memberi makan mereka pakai nasi lauk pindang, lalu mereka pergi berkelana lagi~

Ketika pindah ke Jakarta di tahun 2013, saya prihatin banget karena ada buanyaaaak banget kucing jalanan! Sedih banget lihat badan mereka yang kurus, tak terurus, dan kerap ditendang orang-orang hanya karena mereka mendekat hendak cari makan. Suatu hari saya pun memutuskan untuk membeli makanan kucing kering dan membawanya kemana-mana untuk diberikan ke kucing terlantar dimanapun saya temui. Saya sisihkan sebagian gaji khusus untuk kucing-kucing itu. Baca beberapa tulisan ternyata masih jadi perdebatan sih atas apa yang saya lakukan ini karena malah dapat membuat populasi kucing meningkat (keenakan dikasih makan). Tapi di satu sisi saya nggak bisa melihat mereka terlantar kurus kering, kasihan.. Adopsi juga bukan jalan yang tepat karena saya masih tinggal di kosan yang tidak terlalu memadai untuk memelihara kucing..

Kalau sekarang sudah tidak sering lagi karena saya sudah tidak kerja lapangan lagi jadi jarang banget ketemu kucing jalanan. Tapi kegiatan ngasih makan kucing masih berlanjut ke kucing-kucing komplek yang datang ke rumah. Semoga suatu hari nanti saya bisa beneran memelihara kucing. Aamin :)

2. Es Batu
Selain merupakan camilan 0 calories (wkwk) es batu adalah hal yang bener-bener membuat mata saya berbinar-binar kalau lagi makan. Nggerus es batu pakai gigi kriuk-kriuk adalah hal paling menyenangkan di dunia! Kebiasaan ini juga bertahan di masa kehamilan. Nggak ada hari tanpa nyemilin es batu deh pokoknya! Nyam nyam~

3. Crafting
Saya sukaaaaaaaaaaaaaaaa banget crafting. Membuat, belanja, dan cuci mata perintilan-perintilan itu somehow membuat mood saya lebih baik. Masih ada cita-cita nih untuk expand ke dunia creative crafting tapi harus digodok lebih dalam lagi :) 

4. Hilary Duff, Demi Lovato & Ariana Grande
Well well well, everyone should have at least one woman role model in their life, right? Nah nggak cuma satu, tapi melalui dua perempuan Hollywood ini saya melihat bakat dan ambisi perempuan yang, melalui karyanya, membuat saya bisa semangat lagi. 

Awal mula tau Hilary Duff itu pas jaman SMP lewat series Lizzie McGuire yang tayang di TV7 (TV7 cuy, belum jadi trans 7!). Inget banget tayang di hari sabtu siang sekitar jam 1an kalau nggak salah. Jadi setelah bel pulang sekolah, langsung deh saya ngacir pulang demi nonton series ini. Kaset Hilary Duff yang Metamorphosis menjadi kaset pertama berbahasa inggris yang saya punya dan masih tersimpan awet sampai sekarang :)

Sedangkan another Disney babe, Demi Lovato, pertama kali saya tahu lewat filmnya Camp Rock, lalu merambat ke lagu-lagunya dan baru tau series-nya, Sonny With A Chance, malah di akhir-akhir. Pernah nonton konsernya juga dan bela-belain cuti sehari dari Jogja-Jakarta (waktu itu masih kerja di Jogja) demi nonton Demi. Antri masuknya sama anak-anak kecil, cuy, hahahaha.

Last but not least my another babe, Ariana Grande. She has such a pure angel voice! No more words for this babe. Dek Ariana aku padamu lah! Thank you, next!

5. A Good Listener
Point terakhir kepedean dikit nggak papa ya. I grade myself a B+ for being a good listener. Saya suka banget denger cerita orang-orang. Entah kebiasaan ini dimulai dari mana, mungkin karena kebiasaan mendengar cerita orang saat wawancara, atau memang saya dilahirkan bukan dengan kapasitas mendebat yang tinggi? Rasanya bisa berjam-jam saya mendengarkan curhat, cerita, atau apapun yang orang omongin tanpa saya sela. Pertama, menyela itu rude, kedua saya selalu berprinsip mendengarkan adalah untuk mengerti, bukan mencari pembelaan. Tapi beda cerita kalau lagi adu argumen ya, kalau itu sih saya punya pendapat yang harus disalurkan. Entahlah, seru aja mendengarkan cerita orang-orang dengan pengalamannya, apalagi misalnya si orang itu punya pengalaman yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Somehow it’s relaxing!

Well, itu tadi 5 hal yang Diaz banget versi Diaz sendiri (?). Entahlah apa kalian yang kenal langsung atau hanya bertegur sapa di medsos saya setuju dengan 5 hal ini? :))

You Might Also Like

0 comment(s)

So, what do you think? Leave your comments below!