SOCIAL MEDIA

23.3.19

Pengalaman Belajar Menggunakan Popok Kain (Clodi)



Baby D mulai saya kenalkan dengan popok kain atau cloth diaper atau clodi, di usia 5 bulan. Awalnya saya pengen sedini mungkin memperkenalkan D dengan clodi ini. Di persiapan kelahiran pun saya sudah bekal popok kain (walau nggak jadi dipake, hehehe). Setelah lahiran makin ada aja excuse nya untuk terus menunda beli clodi. Di awal-awal ketika pulang dari rumah sakit saya mengalami banyak “drama” dengan jahitan operasi sesar yang membuat saya sulit cak-cek-cak-cek melakukan aktivitas. Jangankan untuk nyuci popok, untuk mandi aja butuh perjuangan :') Setelah jahitan membaik, saya harus siap-siap pindahan ke Malang dan itu juga menyita waktu dan tenaga.

Baca juga: 9 Bulan yang Tak terlupakan Baca juga: Daftar Barang Bawaan Saat Bersalin Titik baliknya adalah ketika saya sudah di Malang dan sudah merasa capek buang-buang popok setiap hari dengan jumlah yang lumayan banyak. Maka mulailah saya riset kesana-kemari bertanya-tanya tentang clodi. Ada banyak review di blog-blog mengenai clodi, dan ada lebih banyak lagi online shop yang menawarkan berbagai macam merk clodi. Bingung? BANGET. Sampai mabok riset saya kebanyakan baca ini-itu tapi nggak nemu-nemu juga mau beli yang mana 😂 Sebenernya ada yang nyantol di hati cuma masalahnya satu: mereka tidak punya website. Emang penting? Penting banget! Dari website itu kan saya bisa lihat gambaran sejauh mana si owner serius dalam membuat clodi, seberapa banyak informasi yang mereka berikan, seberapa jelas instruksi pemakaian-pencucian-perawatan clodi yang hendak dibeli dan hal-hal lainnya. Walau saya menemukan banyak website para reseller, tapi kebanyakan fokus mereka hanya menjual, bukan memberikan informasi clodinya seperti apa. Buat saya itu nggak cukup karena infonya harus lengkap dan se-detail mungkin 😝 Lalu saya bertanya ke suhu per-clodian, Gita si trytotraveltheworld (hai Git! 🙋‍♀️) yang ternyata sudah pakai clodi dari baby-nya usia 40 hari. Setelah tanya ini-itu dan ngerecokin Gita ini-itu, akhirnya saya menetapkan hati memilih clodi merk Ecobum. Disclaimer: tulisan ini murni opini saya ya, tidak di-endorse pihak manapun.
Kepoin website-nya Ecobum deh. LENGKAP semuanya ada disana. Mulai dari jenis outer clodinya, jenis insert, jenis liner, cara mencuci, cara merawat, sampai video tutorial ada semuanya disana. Dan yang penting Ecobum ini merk lokal, jadi masih ramah di kantong. Mamak-mamak hepi mana suaranyaaaa? Setelah milih-milih (dan tentunya ngerecokin Gita lagi, hehe) saya memutuskan membeli Ecobum Universal Cover + Bamboo Insert + Liner. Belinya lewat reseller resminya di Shopee biar hemat ongkir wkwk (ongkir ke Malang mahal gils).

Oh ya, untuk perawatan clodinya saya juga sekalian beli ecowash. Jadi ecowash ini adalah laundry ball yang di dalamnya ada butiran keramik far-infrared ray yang ketika proses mencuci bisa mengaktifkan molekul air sehingga proses pemisahan kotoran dari kain kotor bisa cepat. Selain itu mencuci clodi dengan detergen biasa kurang baik karena somehow si kotoran pipis atau pup nya bisa kejebak di dalam insert atau liner. Lebih lanjut baca di websitenya aja ya. Lil’ bit pricy, tapi karena ecowash ini kurang lebih tahan digunakan hingga 3 tahun, jadi ya itungannya lebih hemat. Ramah lingkungan pula! Hehe.

Pemakaiannya juga gampang banget. Tinggal cemplungin ecowash ke dalam mesin cuci bareng dengan clodi, insert, dan liner yang sudah dibilas, set ke bilas mode (di mesin cuci saya kurang lebih 18 menit), tinggal, beres deh! 😎

So far saya selalu pakai ecowash ketika mencuci clodi. Tapi sebelumnya si clodinya di bilas dulu ya pakai air yang mengalir. Kalau bekas pup gitu kadang suka masih ada warnanya, bisa pakai ecostick (tapi saya belum pakai). Awalnya saya sempet bingung kenapa sih nih udah pakai ecowash tapi noda pupnya nggak hilang 100%? Sempat baca dimana ya lupa, kalau menjemur pakaian di bawah sinar matahari adalah salah satu cara menghilangkan noda di pakaian secara alami. Batin saya waktu itu, “ya Lord, omong kosong apalagi ini???”. TAPI PEMIRSA, ternyata itu memang benar adanya. Pengalaman saya sendiri nih pas lagi kesel karena noda pup masih ada, trus di jemur di bawah sinar matahari, pas jemurannya di angkat NODANYA HILANG PEMIRSA. Waw, amazing bukan? By the way, saya hanya pakai ecobum untuk nyuci clodi saja ya, kalau nyuci baju biasa ya pakai detergen biasa, masih ada stok detergen sekardus kado lahiran dari budhe saya. Gils kan budhe emang ngerti banget, stok detergen setahun aman terkendali~ 😎 Anyhoo, sekarang sudah 2 bulan semenjak D pakai clodi. Alhamdulillah nggak ada drama yang gimana-gimana sih. Nggak pernah bocor, kulitnya nggak pernah bentol atau ruam, pokoknya it’s all good! Saya pun jadi lebih disiplin buat gantiin clodi dia setiap 2-3 jam sekali. I’m not an expert for this, makanya sesuai judul tulisan, sampai sekarang saya masih belajar menggunakan clodi. Kalau mau tidur malam, D masih pakai popok sekali pakai (pospak) karena saya masih belum sanggup bangun malam setiap 2-3 jam untuk mengganti popoknya. Hehehe. Kalau lagi jalan-jalan ke luar pun D masih pakai pospak. Saya nggak mau ambil resiko nyimpen clodi kotor lama-lama di perjalanan takut kotorannya menempel terlalu lama. Belum lagi kalau pup, kan harus langsung dicuci 😀 Jumlah clodi yang saya punya pun nggak banyak, hanya cukup untuk pemakaian dua hari. Lagipula ngapain juga beli banyak-banyak, kan bisa dicuci. Semuanya cukup, semuanya senang. Wkwk. Oh ya dari segi keekonomisan, semenjak belajar pakai clodi saya hanya beli pospak 1 pak besar (biasanya saya beli sweety gold ukuran L bonus sweety silver ukuran sedang) satu kali untuk pemakaian 2 bulan. Ini JAUH lebih hemat karena biasanya dalam 2 bulan saya beli 2-3 pak pospak ukuran besar. TAPI untuk membeli clodi juga butuh modal yang nggak sedikit (menurut saya lho) hehe. But trust me it’s all worth it and worth to try. Kebetulannya, saya kan IRT alias seharian ngintilin anak kemana-mana, jadi saya sendiri yang meng-handle dunia perpopok-clodian nya D. Capek-capeknya bilas, nyuci, buang pup nya D ya saya sendiri yang ngerjain. Jadi nggak tahu ya kalau misal di daycare atau titip di orang tua atau mertua atau di tempat penitipan anak memperbolehkan baby-nya menggunakan clodi. Better check it out sebelum memutuskan belanja clodi, just to make sure 😉. To wrap all this stuff, saran saya nih buat moms semua yang mau beli clodi atau mau belajar pakai clodi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
  1. Riset Baca, baca, baca. Kepoin blog-blog yang membahas tentang clodi dan website merk clodi incaran mom semua. Jangan males buat baca atau bahkan kontak distributor atau penjualnya untuk tanya-tanya. Jangan berhenti sampai mom merasa puas untuk mendapatkan clodi yang sesuai dengan keinginan.
  2. Tanya ke yang Berpengalaman Malu bertanya sesat di jalan, moms. Lebih baik tanya ke teman-teman yang sudah lama dan berpengalaman pakai clodi. Karena pengalaman adalah guru yang paling berharga #takdumcas.
  3. Persiapkan Mental Memilih untuk menggunakan clodi artinya udah siap mencuci kotoran baby: membilas pipis & pup. No jijik jijik club! Kalau mentalnya kendor ketika melihat pup baby berseliweran di clodi, ingat lagi apa tujuan kalian menggunakan clodi (dan inget juga berapa rupiah yang udah dihabiskan untuk beli clodi, ini yang paling ngaruh sih biasanya. wkwk).
  4. Biaya Menurut saya, menurut saya lho ya, clodi itu nggak murah. Masih terjangkau tapi nggak murah. Jadi persiapkan dulu anggarannya. Setelah riset dan tahu mau beli yang mana, kalkulasikan harus beli berapa banyak dan siapkan uangnya. Minta persetujuan pak suami kalau perlu. Kalau kata pak suami nggak boleh, jelaskan apa keuntungan pakai clodi, kalau nggak boleh juga, beli pakai uang sendiri, kalau tetep nggak boleh, ya nabung dulu sampai bisa beli. Hehehehe.
  5. Disiplin Pakai clodi berarti kalian harus apik dan disiplin dengan jadwal. Masa beli mahal-mahal, pengaplikasian ribet-ribet, tapi nggak dirawat? Harus DISIPLIN.



Well, gimana? Sudah mantap untuk ikutan belajar juga menggunakan clodi? Atau masih ada pertanyaan yang mengendap? Bisa sama-sama belajar yuk dengan sharing di kolom komentar. Adios! 🙆‍♀️

Post a Comment