Mengulang Lombok

8.5.19



Pernah nggak sih kalian datang ke satu tempat dan saking terpesonanya dengan tempat itu, suatu hari nanti kalian janji untuk datang kembali?

Saya pernah, dan tempat itu adalah Lombok.

Pertamakali menginjakan kaki di Lombok itu tahun 2014 lalu. Man, udah 5 tahun aja ya nggak kerasa :D Di satu sisi saya merasa beruntung (dan bersyukur) bisa ke Lombok dalam rangka tugas kantor, jadi bisa eksplor Lombok terutama Gili Trawangan dengan amat sangat maksimal, ketemu banyak orang dan teman baru, dan yang paling penting: gratis. Tapiii karena misinya untuk kerja, jadi jelas saya agak kurang menikmati momen-momen “liburannya”. Jadi saya pun bertekad suatu hari nanti bakal balik lagi ke Lombok bareng suami-to-be (waktu itu belum nikah, hehe). 

Yah, walaupun sampai sekarang belum kesampaian sih, hehehe. Oke, kayaknya mulai serius untuk tambah target baru di tahun ini supaya bisa kembali lagi ke Lombok. *ikat dompet*

Anyway, yang membuat saya kangen balik lagi ke Lombok selain kulinernya adalah pantai-pantainya! Ditambah lagi adanya wisata budaya seperti di Desa Sade yang bisa membuat kita sebagai pengunjung, belajar mengenai budaya suku Sasak. Paket lengkap deh pokoknya!

Dari kulinernya, tentu ada si favorit ayam taliwang! Bumbu kaya rempah yang dibakar dengan cara tradisional membuat ayam taliwang lombok susah dilupakan. Apalagi makannya ditemani sepiring plecing kangkung dan kacang goreng! YUM! 

Oh ya, di Lombok untuk pertamakalinya saya makan sayur daun kelor. Iya, the famous daun kelor yang namanya selalu jadi istilah itu, hehe. Rasanya segar dan agak mirip katuk, enak!

Paket Ayam Taliwang, yum!

Realita: Kerja! Kerja! Kerja!

Enak bangettt!

Sayur bening daun kelor
Kalau Desa Sade sih tempat yang wajib dikunjungi, apalagi buat yang mau tahu lebih banyak tentang kebudayaan Suku Sasak. Desanya nggak terlalu besar, hanya sekitar 152 kepala keluarga yang bermukim disana dan mereka masih melakukan tradisi dari kebudayaannya dalam kehidupan sehari-hari hingga sekarang. Mulai dari rumah tinggal mereka atau yang biasa disebut Bale Tani yang masih tradisional: beralaskan tanah, beratapkan ilalang, dan dindingnya terbuat dari anyaman bambu, hingga cara mereka merawat rumah yaitu dengan membersihkan lantai menggunakan kotoran kerbau!

Eits, ini beneran lho. Warga masih rutin menggunakan kotoran ternak ini untuk “mengepel” dua minggu sekali. Kesannya saya tau banget ya? Lha iya kan saya coba langsung! Ngepel lantai rumah pakai kotoran sapi merupakan pengalaman yang nggak akan pernah saya lupakan seumur hidup! Hehehehe….

Ngepel lantai pakai eek kerbau enyoy-enyoy-anget!

Surprisingly eeknya nggak bau hahaha

Gelang hasil kerajinan anak-anak di Desa Sade

Bergaya di Taman Sangkareang, Lombok

Ngomongin soal pantai, seperti yang udah saya bilang tadi, keindahan pantai-pantai di Lombok memang sudah tidak diragukan lagi. Mulai dari pantai Senggigi, Kuta, hingga Tanjung Aan, dijamin semuanya bisa memanjakan mata!

Pasir di Pantai Tanjung Aan

Jangan salfok sama bule yang di belakang ya!

Anak indie penikmat senja wkwk

Dari semua pantai, yang bener-bener bikin saya kepincut adalah pesisir pantai di Gili Trawangan! Ya, Gili trawangan merupakan sebuah Gili (pulau) yang terletak di sebelah barat laut Lombok. Untuk menuju ke Gili Trawangan, saya menggunakan fast boat dari Pelabuhan Bangsal dengan harga tiket sekitar Rp.85.000 sekali jalan. Perjalanan ditempuh dalam waktu yang relatif singkat, sekitar 10 menit. Iya, sedekat itu.

Sesampainya di Gili Trawangan pengunjung pasti akan disambut dengan hamparan pantai berpasir putih, air biru jernih, serta gerombolan turis mancanegara yang sedang menikmati alam. Ya, di kebanyakan hari memang Gili Trawangan seolah tampak dipenuhi oleh turis asing. Sejauh mata memandang semuanya bule, orang lokalnya hanya penyedia jasa atau beberapa traveler yang sedang liburan. Tapi jangan salah, area luar atau area dekat bibir pantai memang dikhususkan untuk daerah wisata. Mulai dari penginapan, toko, cafe, bar, pokoknya yang menunjang pariwisata, jadi nggak heran kalau lebih banyak ketemu bule. Sementara, warga lokal bermukim di tengah pulau. Jadi kalau kita explore ke tengah pulau juga akan ketemu banyak warga lokal, kok. Hehehe.

Perlu dicatat kalau tidak ada kendaraan bermotor di Gili Trawangan. Transportasi yang tersedia adalah sepeda (sewa) dan cidomo (andong/ kuda). Jadi kalau datang kesini bisa benar-benar bisa menghirup hawa segar, bebas dari polusi udara! Sepeda bisa mudah didapatkan, biasanya para pemilik penginapan atau hotel menyediakan penyewaan sepeda dengan harga Rp.50.000 atau bahkan gratis. Sementara kalau mau naik cidomo tinggal menghampiri bapak-bapak cidomo yang biasanya ngetem dipinggir jalan :D

Apa aja sih yang bisa dilakukan di Gili Trawangan? Banyak banget! Kalau kamu orang yang niat banget, kamu bisa keliling pulau menggunakan sepeda dengan waktu tempuh dua jam! Ini benar-benar dilakukan sama teman saya dong waktu ke Gili Trawangan. Lalu, kamu juga bisa bersantai di pinggir pantai sambil baca buku dan nyeruput jus semangka! Uh, segar! Yang suka foto-foto, bisa mampir ke cafe-cafe yang instagramable (makanannya dan dekorasinya). Dan yang nggak kalah seru, kamu juga bisa ikut tur snorkeling di tiga gili: Gili Trawngan, Gili Air, dan Gili Meno!

Beruntung saya punya sedikit waktu luang untuk ikut paket snorkeling. Dengan tekad yang kuat (sendirian bok) saya ikut paket snorkeling dengan biaya Rp.100.000 (ini harga tahun 2015). Kegiatan dimulai sekitar jam 8 waktu setempat. Kami berangkat menggunakan perahu kayu untuk snorkeling pertama di tengah laut Gili Trawangan. Sebenernya saya deg-degan banget karena ini adalah kali pertama saya snorkeling dan nyemplung ke laut. Udah request sama pemandunya buat ngajarin dan ngawasin saya karena benar-benar takut tenggelam! Hahahaha… Tapi syukurlah semuanya bisa berjalan dengan baik, malah pemandunya bilang saya tergolong SANGAT BERANI buat orang yang baru pertamakali nyobain snorkeling! Yups, Agen Neptunus Pride :p

Menuju Gili Trawangan!

Menunggu rombongan snorkeling

Off we go! I'm the only local, btw.

Crystal clear sea water!

Making new friend walaupun keling wkwk

Puas berenang, kini saatnya makaan! Gili Trawangan punya beragam pilihan makanan, mulai dari makanan lokal seperti ayam taliwang dan plecing kangkung (of course!), sate, ayam-ikan bakar, sampai makanan western kayak hamburger, steik, atau beragam jenis resto dengan menu vegetarian. Tips saya sih mampir ke cafe-cafe unik yang ada disini karena mumpung disini coba yang unik unik sekalian :p Nah tapi untuk yang pengen cari makanan murce murce dan tentunya bikin kenyang, bisa mampir ke pasar malam yang ada di lapangan. Pasar malam ini buka setiap hari dan menyajikan aneka masakan indonesia yang tentu familiar di lidah dengan harga super miring! Saya sempet kesini juga dan makan nasi udang bakar. Kalau nggak salah harganya nggak lebih dari 30 ribu deh (tahun 2015 ya). Terjangkau banget kan!

Jalan-jalan udah, makan udah, sekarang saatnya ngomongin penginapan! Yups mencari penginapan atau hotel di Lombok itu bisa sedikit tricky. Biar nggak bingung, kalian bisa breakdown melalui itinerary perjalanan atau melalui budget yang dipunya. Budget pasti akan menentukan jenis penginapan apa yang dipilih. Mau cari hotel murah di Lombok, villa di Lombok atau hotel bintang 5 di Lombok pun semuanya ada dengan fasilitas yang berbeda-beda tentunya.

Tapi sekarang mah nggak usah pusing-pusing lagi. Tinggal cari tipe penginapan di Lombok yang di mau melalui aplikasi atau website perjalanan seperti PegiPegi, lalu voila! Keluar deh daftar hotel di Lombok yang tinggal kalian pilih sesuai kebutuhan. Super praktis karena ada banyak, mau yang mihils ada, yang murce pun juga ada. Liburan pun praktis dan bisa lebih mudah terealisasikan!


Kalau di Gili Trawangan saya sih recommended nya penginapan atau hotel yang dekat bibir pantai. Selain dekat kemana-mana, di malam hari pun bisa tidur nyenyak sambil dengar deburan ombak! Hihihi… Tapi memang sih harganya agak sedikit mahal, tapi biasanya akan sepadan dengan apa yang didapatkan. Misal: free breakfast, free wifi, gratis sewa sepeda, atau beragam complimentary lainnya.

Tapi untuk budget traveler juga bisa pilih homestay atau penginapan yang letaknya di tengah pulau. Agak menjorok ke tengah pulau sih, tapi pengalaman tinggal dekat dengan warga lokal pasti menjadi sesuatu yang tidak akan pernah tergantikan, bukan?

Penginapan selama di Gili Trawangan

Mandi beratapkan langit dan pohon pisang :')

Doesn't suit me well.

Nah jadi gimana, udah siap berlibur ke Lombok? Pesan hotelnya dari sekarang, ya! :)

You Might Also Like

0 comment(s)

So, what do you think? Leave your comments below!