SOCIAL MEDIA

16.5.19

Wisata ke Situgunung Suspension Bridge Sukabumi


Saya girang banget waktu AKHIRNYA tol Bocimi resmi dibuka pada tahun 2018 lalu. Sudah penat rasanya menghabiskan waktu berjam-jam di jalan untuk perjalanan Sukabumi-Jakarta maupun sebaliknya. Di waktu terburuk, saya pernah menghabiskan waktu 8 JAM terjebak macet untuk perjalanan ke Jakarta. Padahal bila lancar, jarak tempuhnya hanya 3 jam saja! Maka saya benar-benar bersyukur akhirnya proyek tol yang sempat tertunda 20 tahun ini selesai juga (sebagian). Hehehe..


Selain senang karena jalanan yang lebih memadai, saya juga jadi optimis kalau pariwisata Sukabumi bakal maju. Masih ada banyak wisata alam yang bisa di explore di Sukabumi soalnya. Jadi buat anak gaul Jakarta, Bogor, atau bahkan Bandung, yang penat dengan kerjaan sehari-hari, pada waktu weekend bisa melakukan kegiatan alam di Sukabumi.


Dan ternyata benar saja. Seiring dengan akses jalan yang baik, saya makin familiar dengan destinasi wisata yang, well, mungkin nggak baru ya, tapi saya baru ngerasa familiar aja, seperti Geopark Ciletuh dan Situgunung Suspension Bridge!

Baca juga: Geopark Ciletuh

Beberapa waktu yang lalu dalam rangka libur pemilu saya, D, mama, dan adik memutuskan untuk jalan-jalan ke Situgunung Suspension Bridge. Dimas nggak bisa ikut karena cutinya nggak di acc. Kacian yak, wkwk.

Dari rumah, perjalanan ditempuh dalam waktu nggak lebih dari 30 menit saja. Kami berangkat pagi sekitar jam 8, jadi jalanan tidak terlalu ramai walau masih masuk dalam masa long weekend. Perjalanannya pun mulus, jalanan lumayan bagus walau sempit. Tapi ternyata pas sampai di lokasi parkiran mobil yang di dalam sudah penuh! Beruntung parkiran di luar masih agak lowong dan kami nggak harus parkir di pinggir jalan. Hehehe.

Kami membayar tiket masuk untuk 3 orang dewasa dan biaya parkir satu mobil. Begitu memasuki kawasan Situgungung Suspension Bridge, jalan aja lurus untuk menuju jembatan gantung. Sementara kalau mau menuju Danau Situ Gunung bisa langsung belok kiri dan lanjut jalan kaki sampai danaunya. 

Terdapat beberapa objek wisata di kawasan Situgunung Suspension Bridge seperti Danau Situ Gunung, area kemah (ada glampingnya lho!), Curug (air terjun) Sawer, Amphitheter, restoran De’Balcone, dan tentu Jembatan Gantung.

Dulu sekali saya sudah pernah ke Curug Sawer dan Danau Situ Gunung, jadi memang trip kali ini fokus mau foto-foto jalan-jalan ke jembatan gantungnya saja. Hehehe. Jadi dari pintu masuk, kami mengambil jalan lurus. Gampang banget tinggal ngikutin arah petunjuk jalan yang tersedia. Okay, saatnya tracking!


Sebelum melanjutkan perjalanan, kami kembali membayar tiket masuk untuk menuju Jembatan Gantung. Harganya Rp.50.000 per orang (bayi gratis, hehe). Lil' bit pricey mungkin ya kalau harus bayarin rombongan se-RT (ya siapa jugaaa~). Tapi it’s all worth it karena tempatnya bagus, rapi, dan keren banget!

Setelah mendapatkan tiket gelang, kami lalu jalan agak menanjak menuju jembatan gantung. Saya salah pakai alas kaki nih, malah pakai sandal tinggi yang dengan fasihnya kegerus kerikil-kerikil jalanan. Huf.


Setelah kurang lebih 8 menit jalan kaki, sampailah kami di pintu masuk Amphitheater. Disini pengunjung bisa menikmati camilan khas (singkong rebus, pisang rebus, teh manis panas, dan kopi hitam manis panas) gratis. Sebenarnya agak bingung sih kenapa dikasih camilannya sekarang karena kan kami baru datang, masih seger gitu belum ngapa-ngapain juga. Tapi kata petugasnya camilan ini hanya bisa diambil sekali dan hanya boleh dimakan di area Ampiteater. Yowes lah, kami menikmati pagi dulu disini~








By the way, saya suka banget sama suasana Amphiteater! Sejuk, rindang, dan kaya akan budaya Sunda. Gimana nggak, tempat berkapasitas 850 orang ini selalu mempertontonkan seni tradisional khas sunda seperti Degungan, Karinding, Ngibing, dan Kecapi Suling setiap Sabtu dan Minggu, mulai dari jam 9 pagi sampai 5 sore. Keren ya? Trus saya udah ngebayangin aja gitu suatu saat nanti konser-konser kekinian bisa digelar disini dan Sukabumi bisa makin heits!

Oke, perut sudah kenyang, mari lanjut ke Jembatan Gantung!

Kami mendaki sekitar 3 menit perjalanan lagi sebelum sampai di pintu masuk jembatan gantung. Sesampainya disana, terlihat beberapa orang sudah mulai mengantri masuk, tapi tidak padat kok. Berkali-kali petugas menginformasikan pengunjung untuk tidak terlalu lama berhenti di atas jembatan, apalagi ketika ingin foto-foto demi keselamatan.

Giliran kami masuk pun tiba. Kami dipakaikan sabuk pengaman yang bisa dikaitkan ke jembatan yang hanya dilakukan jika ada intruksi. Oke deh, here we go!

Satu, dua, tiga langkah saya masih menikmati “sensasi” Jembatan Goyangnya. Tapi lama-lama kok….. SAYA NYERAH.

Yeh, emang mental phobia ketinggian nggak bisa dikompromi lagi. Mual, deg-degan, takut, semua jadi satu! Saya pun memutuskan untuk kembali menungu di pintu masuk sementara mama dan adik tetap meneruskan perjalanan ke tengah jembatan. Berkali-kali saya diyakinkan untuk ikut tapi jawabannya cuma satu: “OGAH”. Hahahahaha *ketawa hambar*






Walaupun cuma ngerasain sebentar di Jembatan Gantungnya, tapi wagelaseh ini keren banget! Seenggaknya gitu udah pernah memantapkan diri jalan di salah satu jembatan terpanjang se-Asia Tenggara ini! Total panjang jembatan mencapai 243 meter dengan ketinggian 161 meter dari permukaan laut. Sungguh pengalaman yang luar biasa!

Situgunung Suspension Bridge ini juga bisa jadi alternatif wisata buat kamu yang pengen cari suasana baru, foto-foto instagramable, atau bahkan glamping dengan nuansa alam yang menyegarkan! Paket lengkap wisatanya bisa langsung baca di official websitenya disini. Very recommended!


Situgunung Suspension Bridge
Gede Pangrango, Kadudampit, Sukabumi, West Java 43153
situgunungbridge@gmail.com
(+62) 8111440144









2 comments :

  1. Panjang juga jembatannya yaa.. saya sih kayanya ga berani deh hehehe.. Udah ngucur keringet mgkn :D

    ReplyDelete