SOCIAL MEDIA

25.7.19

Ke Bromo (Lagi) Yuk!


Rasanya nggak pernah bosan untuk kembali ke Bromo. Ya, kalau sebelumnya saya dan pak suami ikut open trip ke Bromo, kali ini kami berangkat lagi menggunakan kendaraan pribadi. Alasannya simple sih, pertama, karena baby D ikut jadi ingin perjalanan lebih nyaman, dan kedua karena kami ingin jalan-jalannya santai, tidak lihat sunrise dan seenaknya aja gitu jam berangkatnya, hehehe.


Ya, kalau biasanya wisata ke Bromo identik dengan berburu sunrise, tapi kali ini kami skip dulu deh. Ini karena berkaca dari trip yang lalu, di lokasi sunrise itu pasti duingin banget, khawatir Baby D masih belum kuat. Walaupun saya baca pengalaman beberapa blogger lainnya yang membawa baby dan mereka fine-fine aja, tapi saya nggak mau ambil resiko. Pertimbangan lain adalah keramaian para wisatawan yang datang. Karena kami kesananya di weekend libur sekolah, sudah pasti membludak pengunjungnya. Dulu saja kami berangkat di weekend bulan Februari (musim hujan) ramaaainyaaa bukan main, sampai mobil Jeep kami kesusahan cari parkir di penanjakan sunrise. Maka suara sudah bulat, kami skip melihat sunrise.

Mamake yang lagi liburan di Malang pun antusias banget karena belum pernah ke Bromo. Kami berangkat dari Lawang sekitar pukul setengah enam dengan waktu tempuh kurang lebih tiga jam. 


Ditaksir Calo.

Di perjalanan kami hanya mengandalkan google maps. Sebenernya bisa aja langsung nyampe, tapi apes banget karena di tengah jalan sempat diberhentikan oleh beberapa calo yang mengejar kami naik motor. Awalnya kami nggak ngeh mereka calo karena mereka menyalip kami dan minta mobil untuk berhenti. Saya kira dia melihat ban kami kempes atau apalah yang mengancam keselamatan. Eh taunya…. Ini pasti ini gara-gara plat mobil saya A. Nah, catatan juga nih buat para traveler yang mau ke Bromo, hati-hati sama calo. Kalau pakai tour travel atau ikut open trip pasti aman sih, tapi kalau bawa kendaraan pribadi apalagi plat nomornya kelihatan “jauh”, siap-siap aja kayak saya. Hehehe… Tapi kalau kalian memang nggak tahu jalan yaudah pakai “jasa” calo aja, biar cepat sampai. Kalau saya sih mendingan uang buat calonya untuk tips ke driver Jeep. Hehehehe..

Untung tak bisa diraih, jalanan yang ditunjukkan google maps terhalang oleh rumah warga yang sedang melaksanakan acara syukuran. Baiklah, ini memang rezekinya pak calo, hahaha *gedek-gedek-ikhlas*. Kami lalu diantar ke lokasi parkir dan dicarikan Jeep.


Wisata Kloter Dua

Ternyata JEEPNYA SUSAH DICARI karena kami sampainya terlalu pagi (?). Jadi, trip menikmati keindahan Gunung Bromo itu biasanya satu hari dua kali. Pagi-pagi sekali mengejar sunrise, dan siang sekitar jam 10. Kami sampai lokasi jam 9 jadi banyak Jeep yang belum pulang dari puncak. Baiklah.

Kurang lebih setengah jam menunggu akhirnya ada Jeep yang bisa disewa! Cus Berangkaaaat! Oh ya karena trip ini private jadi penumpangnya hanya kami berempat (saya, daddy D, baby D, dan mamake) rasanya jadi legaaa banget. Beda sama trip yang lalu dimana satu Jeep diisi oleh 6 orang! Ketika cerita ke supirnya, katanya sih sudah biasa, malah pernah dia bawa satu mobil berisi 10 orang penumpang! Hmm baiklah…

Saya dan mamake duduk di belakang, sementara daddy D dan baby D duduk di depan. Saya was-was banget pas D maunya duduk di depan (mak-mak parnoan) tapi ya ampun bocah ini seru banget karena sepanjang perjalanan menikmati pemandangan dan tidak rewel sama sekali!!!!! Literally nggak rewel! Huhuhu nangis terharu~


Oh ya karena di Jeep nggak penuh, saya turut serta membawa tas keperluan baby D. Nggak banyak sih, hanya gendongan, baju ganti dan popok, serta camilan dan makanan. Dua hal terakhir itu yang banyak stoknya karena D lagi suka banget nyemil!


Rute perjalanan kami standar aja sih, ke pasir berbisik, bukit teletubbies, penanjakan kawah, dan penanjakan sunset. Nggak terlalu banyak jalan dan eksplor juga karena capek (hahaha) dan cukuplah yaaa buat foto-foto :p








Kami sampai di penanjakan sunrise sekitar pukul 11 siang dan SEPI BANGET. Berasa punya sendiri :’) Tapi sampai sini tuh entah kenapa ya rasanya pusing, badan nggak enak, dan nggak sanggup jalan! Gila saya kembali disadarkan kalu badan ini jarang gerak -_-  Mlipir dulu ke warung indomie~ *LAH MALAH MAKAN*

Kami lalu beranjak pulang dan mampir makan siang di Warung Makan Mbak Sri di daerah Purwodadi. Ntap ngets, perut yang sudah lapar keroncongan dihibur oleh hidangan khas Jawa Timuran seperti pecel, rawon, dan bebek goreng! Nyam!

Anyway, kalau kalian mau ke Bromo juga, entah mau private atau rombongan (maksimal 6 orang) sama teman-teman, bisa kontak saya yah. Nanti bisa diantar langsung eksklusip sama daddy D. hehehe. Just drop me an email or DM me on Instagram! ;)


Post a Comment