SOCIAL MEDIA

1.7.19

Refreshing di Neko Kepo Cat Café Malang


Ketika tahu kalau D sama sekali nggak takut dengan kucing, saya langsung happy banget. Gimana nggak, udah cita-cita dari dulu rasanya untuk melihara kucing sendiri. Well, dulu waktu masih sekolah memang pernah melihara kucing, tapi bukan dalam artian “memelihara” yang sebenarnya sih, hanya ngasih makan kucing jalanan yang sering mampir di rumah. Makanya, kayak dapet golden ticket gitu buat ngasih tahu ke suami kalau D suka kucing. Mungkin hatinya akan luluh untuk mengadopsi kucing karena dia anti banget sama binatang peliharaan -_-


SINGKAT CERITA, proposal untuk mengadopsi kucing masih ditolak (hiks). Tapi rasanya masih pengen ngenalin lebih banyak ke D tentang kucing sebagai hewan lucu yang menggemaskan. Saat itu hanya bisa membatin, “coba tinggal di Jakarta ya, pasti langsung main ke cat café.”

LAH EMANG DI MALANG NGGAK ADA?

Nah itu dia, saya kok malah pesimis duluan. Lalu kembali bertanya pada diri sendiri: emang di Malang nggak ada? Cus lah googling dan TERNYATA ADA DONG. Gils, se-happy itu saya pas tahu kalau di Malang ada Cat Café. Tanpa nunda-nunda lagi, langsung lah kami berangkat ke Neko Kepo Cat Café.

Perjalanan dari Lawang City nggak jauh-jauh amat kok, thanks to jalan tol pembelah kemacetan, hehe. Jarak tempuhnya kurang lebih 45 menit untuk mengunjungi Cat Café yang di daerah Sulfat.

Baca juga: One Fine Afternoon in Bloom Bistro & Pastry, Malang

Jadi, Neko Kepo Cat Café ini ada dua tempat, guys. Yang pertama dan yang utama ada di daerah Sulfat, yang kedua ada di daerah Suhat. Karena kami penasaran dan beranggapan kalau biasanya tempat utama selalu bagus, kami pun memilih untuk mengunjungi Cat Café yang di Sulfat.

Suasana sejuk langsung menyapa kami ketika memasuki café. Kami datang sekitar jam 2 siang di hari sabtu dan pengunjungnya tidak terlalu ramai. Kami langsung duduk lesehan dan meminta menu. Makanan langsung dipesan di kasir dan langsung bayar. Harga makanan dan minumannya standar sih. Oh ya ada juga biaya main dengan kucing per jamnya ya. Biaya ini nantinya digunakan untuk perawatan dan kesehatan si kucing. Cukup terjangkau kok, hanya Rp.15.000 per orang per jamnya. Kalau suasana café-nya lengang, pengunjung bisa main sepuasnya tanpa dibatasi jam. Beruntung banget karena saat itu pengunjung tidak ramai! Yeay!!

Gimana reaksi D ketika kami sampai di Cat Café? MERANGKAK KESANA-KEMARI DONG! Iya se-happy itu sampai saya kewalahan. Lihat kucing hitam, dikejar. Lihat kucing putih, dikejar. Lihat kocheng khoneng, dikejar! Haduh saya hanya bisa berharap berat badan turun 5kg habis drama kejar-kejaran ini. Wkwk.

Baca juga: Wisata Tipis-Tipis ke Kebun Teh Wonosari

Nggak berapa lama makanan kami datang. Pak suami pesan ayam geprek dan teh tawar (of course), sementara saya pesan kentang goreng dan es teh tarik. Kami makannya gantian karena harus ngawasin D yang aktif merangkak kesana-kesini. Huff, definisi capek tapi bahagia.














Oh ya, kami bukan satu-satunya pengunjung yang membawa bayi. Pas saya datang juga ada satu keluarga plus bayinya yang baru berusia enam bulan (D sekarang sudah 10 bulan, btw). Menurut saya sih ya terserah kalian mau bawa atau memperkenalkan anak dengan binatang peliharaan di usia berapa. Bebas-bebas aja yang penting selalu diawasi. Diawasi keamanannya dan kebersihannya.

Kalau untuk kesehatan kucing di Neko Kepo sih saya udah nggak khawatir lagi karena kata mbaknya rajin dibersihkan dan mereka sudah pintar toilet training (percaya sama mbaknya adalah koentji). Tapi tetap ya namanya kocheng bulunya pasti kemana-mana. Jadi kita juga wajib mempersiapkan kebersihan diri untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Misalnya dengan memesan makanan yang “nggak ribet” saat dimakan. Kenapa? Karena tujuan utama ke cat café kan untuk main dengan kucing dan enjoy the moment, jadi menurutku sih kuliner bukan goals utamanya. Trus siapin juga alat kebersihan sederhana seperti lap atau tisu kering, tisu basah, atau hand sanitizer. Ini sangat penting untuk dibawa untuk mengantisipasi tisu di café yang habis atau wastafel yang terlalu jauh. Lalu untuk bayi, usahakan ketika mengunjungi cat café bayi sudah dalam keadaan kenyang, jadi di TKP cuma ngemil-ngemil aja. Tidak perlu bawa bekal makan atau buat makanan seduh yang ribet-ribet selama menghabiskan waktu di café.


Over all, saya senang banget bisa refreshing bermain dengan kucing. D juga happy banget dan langsung bobok pules setelahnya. Tempatnya yang cozy, petugasnya yang ramah, dan makanannya yang enak jadi pertimbangan banget buat balik lagi ke Neko Kepo Cat Café. Oh ya, tentunya main dengan kocheng-kocheng yang ramah dan bersih terawat juga pertimbangan utama yang lain! Walaupun saya SAMA SEKALI nggak nanya siapa aja nama-nama kucingnya (ya ampun fokus jaga D banget disana sampe cuapek haha), tapi mereka itu sangat human-friendly dan nggak ada tuh yang tantrum dan cakar-cakar pengunjung! Huhu jadi pengen adopsi kucing (eh).

Oh ya dibandingkan dengan cat café yang di Jakarta sih lumayan banget ya dari sisi harga dan kualitas. Walaupun jenis kucingnya nggak seberagam cat café yang pernah saya kunjungi di Jakarta, tapi lumayan banget bisa menghilangkan stress sejanak dari rutinitas rumah tangga.

Baca juga: Puas Seharian di Dino Park

Eniwei, mau share juga nih liputan saya tentang alergi kucing yang dibuat beberapa tahun yang lalu. Hehe, walaupun liputannya sederhana, tapi masih inget banget effort riset dan kontak narsumnya ditengah-tengah CUTI pas Japan Trip kemarin (sedih dan capek banget guys kalau diinget). 

Ah, mau main lagi sama kocheng~~





Neko Kepo Cat & Café
Jalan Raya Sulfat No.170C, Malang
081239620522
Jam Operasional: Senin - Rabu, Jumat - Minggu 12.00 -21.00 | Kamis tutup.
Instagram | Malang Culinary

Post a Comment